RUU Perumahan Otomatis Jadi UU Tanpa Tanda Tangan Trump
Amerika Serikat secara resmi memberlakukan larangan penerbitan Central Bank Digital Currency (CBDC) atau digital dollar hingga akhir tahun 2030. Larangan ini mulai berlaku pada Sabtu, 11 Juli 2026 tengah malam waktu setempat, setelah RUU 21st Century ROAD to Housing Act secara otomatis menjadi undang-undang tanpa tanda tangan Presiden Donald Trump.
Berdasarkan Konstitusi AS, sebuah RUU yang telah berada di meja presiden selama 10 hari (tidak termasuk hari Minggu) tanpa diveto atau ditandatangani akan otomatis menjadi undang-undang. Trump sendiri telah mengonfirmasi melalui media sosial bahwa ia tidak akan menandatangani RUU tersebut, menyebut anggota Kongres dari Partai Republik yang mendukungnya sebagai "bodoh" dan mendesak Senat untuk memprioritaskan RUU pemilu SAVE America Act.
Klausul Larangan CBDC dalam RUU Perumahan
RUU perumahan bipartisan yang lolos dari DPR dan Senat pada Juni 2026 ini memuat klausul yang melarang Federal Reserve menerbitkan atau menciptakan CBDC "atau aset digital apa pun yang secara substansial serupa" hingga 31 Desember 2030. Klausul CBDC ini dipandang oleh banyak analis sebagai konsesi politik untuk mengamankan dukungan dari kubu Republik.
Senator Elizabeth Warren, salah satu co-sponsor RUU tersebut, menyatakan bahwa meskipun Trump menolak menandatangani "RUU perumahan terbesar dalam 30 tahun," kabar baiknya adalah RUU ini tetap akan menjadi undang-undang. Warren tidak secara spesifik mengomentari klausul CBDC dalam pernyataannya.
Posisi AS dalam Debat Global CBDC
Larangan CBDC ini menjadi tonggak penting dalam perdebatan global tentang mata uang digital bank sentral. AS kini bergabung dengan sejumlah negara yang telah mengambil sikap tegas terhadap CBDC, meskipun banyak negara lain—termasuk China dengan digital yuan-nya—justru mempercepat pengembangan CBDC mereka.
Keputusan ini terjadi di tengah dinamika regulasi kripto yang semakin kompleks di Washington. CLARITY Act, yang dianggap sebagai salah satu undang-undang paling signifikan untuk regulasi aset digital, telah lolos dari DPR dan dua komite penting Senat. Para pemimpin Partai Republik di Kongres memperkirakan RUU tersebut akan dibawa ke pemungutan suara penuh di Senat pada Juli 2026.
Dampak pada Industri Kripto dan Stablecoin
Bagi industri kripto AS, larangan CBDC ini bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, banyak pelaku industri yang khawatir CBDC akan bersaing langsung dengan stablecoin swasta seperti USDC dan USDT. Di sisi lain, ketiadaan digital dollar dapat menghambat inovasi sistem pembayaran dan memperlambat daya saing AS dalam infrastruktur keuangan digital global.
Pasar kripto merespons dengan tenang terhadap berita ini. Bitcoin diperdagangkan di kisaran $64.000, melanjutkan penguatan hampir 10% sepanjang Juli 2026. Sementara itu, Circle—penerbit USDC—baru saja mendapatkan persetujuan trust bank nasional dari otoritas AS, menandakan bahwa stablecoin swasta justru semakin terintegrasi ke dalam sistem perbankan tradisional.
Larangan CBDC ini akan berlaku setidaknya hingga akhir 2030, memberikan kepastian regulasi jangka pendek bagi industri stablecoin. Namun, Kongres atau presiden berikutnya dapat mengubah arah kebijakan ini sebelum batas waktu tersebut berakhir.



