Perusahaan treasury Bitcoin publik asal Amerika Serikat, Empery Digital Inc., mengejutkan pasar dengan langkah besar menjual hampir setengah kepemilikan Bitcoin mereka. Dalam kurun waktu dua bulan sejak 7 Mei 2026, Empery Digital melepas 1.400 Bitcoin dengan harga rata-rata sekitar $62.200 per koin, menghasilkan dana segar senilai $87,1 juta atau setara Rp1,4 triliun.
Keputusan ini menandai pergeseran signifikan dalam strategi treasury perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu pemegang Bitcoin korporat terbesar. Empery Digital bukan sekadar menjual aset digitalnya, melainkan mengalokasikan dana tersebut untuk transformasi bisnis yang ambisius: masuk ke bisnis infrastruktur kecerdasan buatan.
Latar Belakang dan Konteks
Empery Digital merupakan perusahaan publik yang terdaftar di Nasdaq dengan kode saham EMPD. Sejak mengadopsi strategi treasury Bitcoin, perusahaan ini menjadi salah satu pemain penting dalam ekosistem Bitcoin korporat, mengikuti jejak Strategy (sebelumnya MicroStrategy) yang dipimpin Michael Saylor. Namun, berbeda dengan Strategy yang agresif mengakumulasi Bitcoin, Empery Digital kini mengambil jalur berbeda dengan mengurangi eksposur kripto untuk mendiversifikasi bisnisnya.
Langkah ini terjadi di tengah tekanan berkelanjutan pada harga Bitcoin yang telah berkonsolidasi di kisaran $60.000–$70.000 selama lebih dari 307 hari, mencatat rekor sebagai konsolidasi terpanjang ketiga dalam sejarah aset digital tersebut. Kondisi pasar yang sideways ini mendorong perusahaan pemegang Bitcoin untuk mencari strategi alternatif dalam mengoptimalkan nilai treasury mereka.
Detail dan Fakta Utama
Berdasarkan dokumen yang diajukan ke Securities and Exchange Commission (SEC), Empery Digital mengungkapkan rincian penggunaan dana hasil penjualan Bitcoin:
Pertama, $10 juta digunakan untuk melunasi utang perusahaan yang jatuh tempo pada 7 Juli 2026. Kedua, sebagian besar dana dialokasikan untuk akuisisi properti senilai $65 juta yang akan dikonversi menjadi pusat data kecerdasan buatan (AI data center) canggih di wilayah Midwest Amerika Serikat. Ketiga, sisa dana digunakan untuk biaya hukum terkait litigasi pemegang saham yang sedang berlangsung serta biaya operasional umum.
Setelah penjualan tersebut, per 10 Juli 2026, Empery Digital masih memegang 1.514 BTC senilai sekitar $96,5 juta dan kas sekitar $73,9 juta. Perusahaan masih memiliki utang sebesar $45 juta yang belum dilunasi.
Saham EMPD tercatat naik sekitar 2% pada perdagangan Jumat dengan harga $3,87 per saham. Secara bulanan, saham ini menguat lebih dari 14%, namun secara tahunan masih terkoreksi sekitar 15%.
Dampak dan Analisis
Keputusan Empery Digital mencerminkan tren baru di kalangan perusahaan pemegang Bitcoin korporat: memperlakukan cadangan kripto sebagai sumber likuiditas strategis, bukan sekadar investasi jangka panjang. Fenomena ini semakin relevan mengingat Strategy juga telah menjual Bitcoin senilai $216 juta dari treasury $54 miliar mereka untuk membayar dividen pemegang saham preferen.
Masuknya Empery Digital ke bisnis pusat data AI juga menandakan konvergensi antara industri kripto dan kecerdasan buatan yang semakin nyata. Infrastruktur komputasi yang dibutuhkan untuk AI semakin diminati, dan perusahaan kripto yang memiliki modal dari apresiasi aset digital melihat peluang diversifikasi yang menjanjikan.
Namun, langkah ini juga membawa risiko. Litigasi pemegang saham yang dihadapi Empery Digital menunjukkan adanya ketidakpuasan terhadap arah strategis perusahaan. Selain itu, penjualan Bitcoin dalam jumlah besar berpotensi memengaruhi sentimen pasar, meskipun sejauh ini dampaknya terhadap harga Bitcoin masih terbatas.
Investor kripto dan pelaku pasar perlu mencermati apakah tren ini akan diikuti oleh perusahaan treasury Bitcoin lainnya. Jika semakin banyak perusahaan yang menjual kepemilikan Bitcoin untuk mendanai ekspansi ke sektor AI, hal ini dapat menciptakan tekanan jual baru di pasar yang sudah berada dalam fase konsolidasi panjang.
Artikel ini berdasarkan laporan Decrypt dan dokumen SEC resmi Empery Digital Inc. yang dipublikasikan pada 10 Juli 2026.



