Pasar kripto kembali diguncang gelombang aksi jual brutal pada hari Kamis, 4 Juni 2026, dengan sektor altcoin menjadi korban terparah. NEAR Protocol memimpin kejatuhan dengan penurunan tajam 16% dalam 24 jam, sementara Internet Computer (ICP) ambles 13,1%, dan XRP anjlok 7% ke level terendah empat bulan.
Kehancuran ini terjadi di tengah tekanan jual yang meluas di seluruh pasar aset digital. Bitcoin sendiri sempat nyaris menembus level $60.000 sebelum memantul kembali ke kisaran $64.000. Namun pemulihan tipis BTC tidak mampu menyelamatkan altcoin yang terus tertekan.
Aksi jual massal ini dipicu oleh beberapa faktor sekaligus. Pertama, rotasi modal besar-besaran dari kripto ke sektor kecerdasan buatan (AI) dan IPO teknologi. CEO Bullish Tom Farley dalam wawancara dengan CNBC menegaskan bahwa "uang dan perhatian telah beralih ke sektor lain," merujuk pada antusiasme investor terhadap IPO SpaceX dan perusahaan AI.
Kedua, langkah mengejutkan Arthur Hayes, pendiri BitMEX dan salah satu tokoh paling berpengaruh di kripto, yang mengumumkan telah menjual seluruh posisi HYPE dan NEAR miliknya. "Saya baru saja membuang seluruh posisi HYPE dan NEAR saya," tulis Hayes di X, menyebut kenaikan harga energi, IPO besar yang akan datang, dan potensi sikap anti-AI Trump menjelang pemilu paruh waktu sebagai alasan di balik keputusannya.
Pengumuman Hayes memicu reaksi berantai. HYPE, token asli Hyperliquid yang sebelumnya mencetak rekor tertinggi, langsung terpangkas 8% setelah Hayes mengonfirmasi exit-nya. Ironisnya, aksi jual ini terjadi hanya beberapa hari setelah Hayes membuat prediksi bullish bahwa HYPE akan mencapai $150.
XRP juga tidak luput dari tekanan. Token yang terkait dengan Ripple ini jatuh 7% ke level $1,14, mengikis seluruh rentang perdagangan $1,20-$1,60 yang telah bertahan selama empat bulan terakhir. Para analis mencatat bahwa situasi ini ironis mengingat inflow ETF XRP yang tetap positif — dana investasi XRP mencatat inflow $20,3 juta mingguan bahkan saat pasar aset digital secara keseluruhan mengalami outflow $1,5 miliar.
Namun data teknikal XRP menunjukkan gambaran suram. Indikator Relative Strength Index (RSI) bulanan XRP telah merosot di bawah 43, level yang dalam sejarah hanya tercapai beberapa kali dan biasanya menandai reset pasar besar meski tidak selalu berarti dasar langsung. Support kritis kini berada di $1,14-$1,15. Jika level ini jebol, analis memperingatkan potensi penurunan lebih lanjut ke bawah $1,00.
Saham-saham terkait kripto juga bergerak volatile. Saham Bullish (BLSH) dan Gemini (GEMI) naik masing-masing sekitar 4%, namun tetap turun 19% dan 10% dalam lima hari terakhir. Saham Strategy (MSTR) naik 3,4% setelah Michael Saylor meredakan kekhawatiran investor, meskipun perusahaan mencatat kerugian kertas lebih dari $11 miliar atas kepemilikan Bitcoin-nya.
Yang memperburuk sentimen, saham Broadcom (AVGO) anjlok 15% dalam perdagangan pre-market setelah laporan pendapatan dan prospek AI-nya gagal memenuhi ekspektasi investor yang tinggi. Pelemahan ini merembet ke saham-saham semikonduktor dan perusahaan tambang Bitcoin yang beralih ke infrastruktur AI seperti Hut 8 dan IREN, yang masing-masing turun sekitar 5%.
Di tengah kekacauan ini, Hayes mengungkapkan bahwa dirinya tetap memegang posisi long di Worldcoin (WLD). "IPO SpaceX akan membuat orang-orang tercengang," kata Hayes, menambahkan bahwa ia akan "memegang WLD melalui listing minggu depan."
Dengan Bitcoin yang masih rapuh di kisaran $64.000 dan arus keluar ETF Bitcoin yang telah berlangsung selama 13 hari berturut-turut dengan total $4,4 miliar, para pelaku pasar kini bersiap menghadapi potensi volatilitas lanjutan. Laporan ketenagakerjaan AS bulan Mei yang akan dirilis Jumat besok diperkirakan akan menjadi katalis berikutnya yang dapat menentukan arah pasar dalam jangka pendek.
