Token ADA milik Cardano kembali mencetak rekor terendah pada Jumat (6/6) dini hari, menyentuh level $0,16 untuk pertama kalinya sejak Desember 2020. Penurunan ini terjadi di tengah krisis kepercayaan terhadap ekosistem Cardano setelah pendirinya, Charles Hoskinson, mengumumkan dirinya mengambil jeda dari proyek yang ia bangun selama bertahun-tahun.
Dalam 24 jam terakhir, ADA telah kehilangan lebih dari 7% nilainya, melanjutkan tren penurunan yang sudah berlangsung sepanjang pekan. Secara mingguan, token ini ambruk hampir 30%, dan dalam satu tahun terakhir nilainya telah tergerus lebih dari 75%. Kapitalisasi pasar ADA kini berada di titik terendah sejak era pandemi.
Pemicu utama kejatuhan ini berawal dari pernyataan mengejutkan Charles Hoskinson pada 3 Juni lalu, di mana ia menyatakan sedang "mengambil jeda" dari ekosistem Cardano. Pengumuman tersebut muncul setelah Hoskinson memperingatkan bahwa Cardano akan menghadapi "gelombang kegagalan" di seluruh ekosistemnya akibat kondisi pasar yang memburuk secara signifikan.
"Saya sudah memperingatkan di awal tahun bahwa kita akan melihat banyak proyek yang kolaps karena kondisi pasar sedang sangat buruk," ujar Hoskinson dalam sebuah video yang dirilis awal pekan ini. "Akan ada gelombang kegagalan di ekosistem ini."
Pernyataan tersebut diperkuat oleh serangkaian kemunduran yang dialami ekosistem Cardano. Platform analitik TapTools, yang telah beroperasi selama empat tahun di jaringan Cardano, mengumumkan penutupan operasinya. Selain itu, komunitas Cardano sebelumnya telah memberikan suara menolak pendanaan untuk konferensi flagship Cardano Summit 2026 di Singapura, memaksa penyelenggara untuk membatalkan acara tersebut.
Data dari Santiment menunjukkan bahwa dominasi sosial ADA mencapai 0,52%, level tertinggi sepanjang 2026. Ini berarti lebih dari satu dari setiap 190 diskusi terkait kripto di seluruh platform media sosial membahas Cardano. Meskipun demikian, lonjakan aktivitas sosial ini lebih mencerminkan kepanikan daripada antusiasme yang sehat.
Jumlah alamat aktif harian Cardano juga melonjak ke 28.459, level tertinggi dalam empat bulan terakhir. Kenaikan ini mengindikasikan bahwa para pemegang ADA sedang memindahkan dana, memeriksa posisi, atau berinteraksi dengan jaringan selama aksi jual besar-besaran berlangsung.
Dilema yang Dihadapi Cardano
Ada dua cara untuk membaca situasi ini. Sisi optimis berpendapat bahwa basis komunitas Cardano belum hilang. ADA masih memiliki salah satu komunitas paling vokal di dunia kripto, dan peningkatan aktivitas selama aksi jual justru menunjukkan bahwa pemegang token tetap terlibat aktif, tidak sekadar menyerah.
Namun sisi pesimis mencatat bahwa perhatian yang muncul justru didorong oleh sinyal bahaya. Penutupan proyek, konflik pendanaan, dan pendiri yang memilih mundur bukanlah katalis yang biasanya mendatangkan minat beli yang berkelanjutan. Loyalitas komunitas ritel memang bisa menjaga token tetap relevan, tetapi tidak bisa menggantikan pertumbuhan ekosistem, masuknya modal baru, atau aplikasi yang benar-benar berfungsi.
Situasi ini mencerminkan krisis yang lebih luas di pasar kripto. Bitcoin sendiri telah jatuh di bawah $60.000, Ethereum berada di level terendah 13 bulan di sekitar $1.540, dan total lebih dari $2 triliun kapitalisasi pasar telah lenyap dalam beberapa pekan terakhir. Prospek kenaikan suku bunga The Fed pasca data tenaga kerja AS yang kuat pada Jumat lalu semakin menambah tekanan pada aset berisiko termasuk kripto.
Analis pasar memperingatkan bahwa jika Bitcoin gagal mempertahankan level support $60.000, target penurunan selanjutnya berada di kisaran $50.000, yang berpotensi menyeret altcoin termasuk ADA ke level yang lebih rendah lagi. Para trader disarankan untuk memantau pergerakan BTC sebagai indikator utama arah pasar dalam jangka pendek.
Untuk Cardano sendiri, ujian sesungguhnya baru dimulai. ADA memang murah menurut standar siklus sebelumnya, tetapi murah saja bukanlah katalis. Ekosistem ini membutuhkan bukti bahwa proyek-proyek dapat bertahan, dana treasury dapat digunakan secara efektif, dan pengguna memiliki alasan untuk melakukan lebih dari sekadar membela jaringan secara online.



