ESMA Beri Peringatan Terakhir
Otoritas Sekuritas dan Pasar Eropa (ESMA) mengeluarkan peringatan terbaru bahwa perusahaan kripto tanpa lisensi Markets in Crypto Assets (MiCA) harus menghentikan operasi secara tertib seiring berakhirnya masa transisi pada 1 Juli 2026. Diperkirakan sekitar 80% perusahaan kripto di Eropa tidak akan bertahan setelah tenggat ini berlaku—sebuah pembersihan massal yang belum pernah terjadi sebelumnya di industri aset digital kawasan tersebut.
Ribuan Perusahaan Terancam Tutup
Sebelum MiCA diberlakukan, Eropa memiliki lebih dari 3.000 penyedia layanan aset virtual (VASP) yang terdaftar hingga tahun 2024. Polandia sendiri menyumbang lebih dari 1.400 registrasi, menjadikannya salah satu hub kripto terbesar di kawasan. Namun, hingga Juni 2026, hanya sekitar 244 perusahaan yang berhasil memperoleh lisensi Crypto-Asset Service Provider (CASP) di bawah rezim MiCA. Artinya, tingkat konversi dari VASP ke CASP hanya sekitar 8%.
Biaya Kepatuhan yang Membebani
'Kami memperkirakan 80% pemain kripto tidak akan bertahan setelah MiCA,' ujar Erald Ghoos, CEO OKX Europe. 'Bukan hanya karena MiCA itu sendiri, melainkan luas dan beratnya beban regulasi Eropa secara keseluruhan. Jika Anda memiliki lisensi MiCA dan ingin menawarkan serta memproses stablecoin, Anda juga memerlukan lisensi Payment Institution (PI) atau Electronic Money Institution (EMI).' Ghoos bahkan mengungkapkan bahwa beberapa perusahaan telah bertanya apakah OKX bersedia mengakuisisi mereka karena tidak sanggup menanggung biaya kepatuhan.
Biaya lisensi MiCA bisa mencapai €700.000 pada tahun pertama dan €250.000 per tahun setelahnya untuk perusahaan kecil, atau mencapai jutaan euro untuk bursa besar. Modal yang dikunci untuk lisensi spot sebenarnya relatif kecil, berkisar antara €50.000 hingga €150.000 tergantung kelasnya. Namun, total waktu dari awal hingga transaksi pertama yang sah diperkirakan 12 hingga 24 bulan dengan biaya pengacara sekitar €100.000.
Polandia Jadi Korban Terparah
Situasi paling parah terjadi di Polandia, di mana keterlambatan legislatif domestik dan veto presiden menyebabkan Otoritas Pengawasan Keuangan Polandia (KNF) menghadapi hambatan serius dalam membangun rezim lisensi kripto. Mateusz Kara, CEO Morphic Financial Group, menyatakan bahwa tenggat MiCA bisa 'menghapus kripto Polandia.' Dari sekitar 2.000 entitas VASP di Polandia, Morphic adalah satu-satunya yang memiliki lisensi MiCA saat ini. 'Saya pikir Anda bisa membayangkan berapa banyak entitas yang harus menutup bisnis mulai paruh kedua tahun ini,' kata Kara.
Para Ahli Hukum Beda Pendapat
Para ahli dari firma hukum internasional Hogan Lovells memiliki pandangan beragam tentang tingkat penegakan setelah tenggat. John Salmon, partner di firma tersebut, mengatakan: 'Mengingat posisi saat ini, tampaknya regulator tidak akan terlalu keras, tapi kita tidak tahu. Dan setiap negara mungkin akan memiliki pendekatan yang berbeda.' Namun, Lavan Thasarathakumar, penasihat senior di Hogan Lovells, menegaskan bahwa 'regulator, yurisdiksi, atau negara anggota mana pun yang mengizinkan perusahaan untuk terus beroperasi di bawah hukum nasional yang ada akan dianggap melanggar regulasi Uni Eropa.'
Alternatif dari BitGo Europe
Untuk perusahaan kecil yang kesulitan memenuhi persyaratan, BitGo Europe menawarkan jalur alternatif. Perusahaan kustodi kripto yang telah diotorisasi oleh regulator Jerman BaFin itu memungkinkan perusahaan untuk memindahkan dompet klien mereka ke dalam kustodi teregulasi BitGo, alih-alih berjuang sendiri memenuhi beban regulasi MiCA. Namun, CEO BitGo Mike Belshe memperingatkan bahwa dengan hanya 17% tingkat konversi ke kepatuhan MiCA, 'Pengguna Eropa akan menjadi korban terbesar dari berakhirnya masa transisi ini.'
Konsolidasi Besar di Depan Mata
Dengan tenggat yang tinggal hitungan hari, pasar kripto Eropa bersiap menghadapi konsolidasi terbesar dalam sejarahnya. Para pemain besar dengan sumber daya memadai kemungkinan akan mendominasi lanskap baru, sementara ratusan bahkan ribuan perusahaan kecil dan inovatif terpaksa gulung tikar. Apakah rezim MiCA akan menciptakan pasar yang lebih aman dan terpercaya bagi investor, atau justru menghambat inovasi dan mendorong aktivitas kripto ke luar Eropa, masih menjadi pertanyaan terbuka yang akan terjawab dalam beberapa bulan mendatang.



