Keamanan

BREAKING: 11 Negara Bongkar Sindikat Pencucian Kripto Rp5,6 Triliun

BREAKING: 11 Negara Bongkar Sindikat Pencucian Kripto Rp5,6 Triliun

Key Takeaways

Operasi gabungan 11 negara berhasil menutup AudiA6, layanan pencucian uang kripto terbesar yang telah memproses 10.333 BTC atau sekitar $390 juta sejak 2021 hingga 2025.

Sebuah operasi penegakan hukum internasional yang melibatkan 11 negara berhasil membongkar AudiA6, jaringan pencucian uang kripto terbesar yang telah memproses lebih dari 336 juta euro atau sekitar $390 juta dalam dana ilegal.

Dua Admin Ditangkap di Georgia

Dua administrator jaringan yang merupakan warga negara Rusia dan Ukraina ditangkap di Georgia pada Rabu lalu. Sebanyak 25 domain disita, lebih dari 30 server dan 80 kendaraan diamankan, serta sekitar $900.000 dalam bentuk kripto dibekukan oleh otoritas.

Mixer-as-a-Service: Pembersihan Kripto dalam 1 Jam

Layanan AudiA6 beroperasi sebagai mixer-as-a-service yang digunakan oleh penjahat siber—terutama kelompok ransomware—untuk mencuci hasil kejahatan kripto mereka. Layanan ini menawarkan pembersihan kripto dalam waktu sekitar satu jam dengan komisi hanya 3% hingga 10%.

10.333 BTC Mengalir Sejak 2021

Menurut data dari perusahaan analitik blockchain Chainalysis, sejak tahun 2021 dompet AudiA6 telah menerima sekitar 10.333 BTC, senilai sekitar $389 juta pada saat transaksi terjadi.

Dark2Web: Marketplace Kriminal di Balik AudiA6

Sindikat ini juga menjalankan forum marketplace terpisah bernama Dark2Web yang digunakan untuk mengiklankan layanan ilegal dan menghubungkan penjahat siber dari seluruh dunia, menurut Eurojust.

11 Negara Bersatu dalam Koordinasi Europol

Investigasi besar-besaran ini melibatkan lembaga penegak hukum dari Amerika Serikat, Australia, Prancis, Polandia, Georgia, Islandia, Kanada, Jerman, Jepang, Swiss, dan Inggris, yang dikoordinasikan melalui Eurojust dan Europol.

6.000 KYC Palsu dan Skema Money Mule

Lebih dari 6.000 catatan Know Your Customer (KYC) palsu yang terhubung ke akun money mule berhasil diidentifikasi selama investigasi. Banyak dari akun tersebut terhubung ke perantara berbahasa Rusia yang direkrut khusus untuk membantu memindahkan hasil kejahatan melalui bursa kripto.

Tebusan Ransomware Ikut Dicuci AudiA6

Kepolisian Federal Australia (AFP) juga mengonfirmasi bahwa AudiA6 ikut mencuci sebagian uang tebusan yang dibayarkan oleh sebuah perusahaan Australia pada tahun 2024 setelah serangan ransomware.

Domain Disita, Spanduk Peringatan Terpampang

Baik versi reguler maupun dark web dari domain AudiA6 dan Dark2Web kini telah diganti dengan spanduk penyitaan oleh otoritas penegak hukum.

Pukulan Telak ke Ransomware Global

Keberhasilan ini menandai salah satu operasi penindakan kejahatan kripto terbesar yang melibatkan koordinasi multilateral. Europol menyebut penutupan AudiA6 sebagai pukulan telak terhadap jalur pipa pencucian uang para operator ransomware global. Data dari Emsisoft menunjukkan ransomware tercatat di 97 negara selama kuartal pertama 2026, dengan Amerika Serikat menyumbang 64,7% dari seluruh korban. Sementara itu, Check Point Research melaporkan bahwa 10 kelompok ransomware teratas kini menguasai 71% dari seluruh korban ransomware global.

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar