Firma treasury korporat Bitmine kembali mencatat pembelian Ethereum (ETH) skala besar dengan mengakuisisi $81 juta aset digital dalam seminggu terakhir. Pembelian ini menandai hafal mingguan terbesar sejak awal Juli dan bertepatan dengan tembusnya harga Ether melewati level psikologis $2.500 untuk pertama kali dalam beberapa bulan.
Latar Belakang: Momentum Bullish Pasar Kripto
Langkah agresif Bitmine ini terjadi di tengah momentum bullish yang meluas di pasar kripto. Bitcoin baru saja menyelesaikan minggu terbaiknya dalam tiga tahun dengan lonjakan 24%, didorong oleh annoncement buyback Treasury AS yang memicu short squeeze lebih dari $3 miliar. Dalam konteks itu, Ether justru mengungguli Bitcoin dengan kenaikan 30% mingguan, membentuk golden cross pada rasio ETH/BTC yang menandakan potensi outperformance berlanjut.
Detail Akumulasi Bitmine
Menurut data on-chain dan laporan CoinDesk, Bitmine yang dipimpin oleh Tom Lee - strateg terkenal dan pendiri Fundstrat - kini mendekati target akumulasi jangka panjang mereka: 5% dari total supply Ethereum. Perusahaan ini masih kekurangan sekitar 187.000 ETH untuk mencapai target tersebut. Selama 14 bulan terakhir, Bitmine telah membeli ETH secara konsisten, menjadikannya salah satu corporate treasury terbesar di ruang Ethereum.
Analisis Teknis & Komentar Tom Lee
Komentar Tom Lee memperkuat sentimen bullish. Ia menyatakan bahwa rally 30% mingguan Ether bisa menjadi sinyal awal gerakan besar lebih lanjut. Breakout di atas $2.500 - level resistensi teknis penting - membuka jalan menuju target berikutnya di kisaran $3.000 hingga $3.500. Analis teknis menegaskan bahwa golden cross baru-baru ini terbentuk pada rasio ETH/BTC, pola yang historis sering mendahului periode outperformance Ether terhadap Bitcoin.
Dampak Pasar & Risiko
Dampak pasar sudah terasa: volume trading ETH melonjak, dan ETF Ethereum spot di AS mulai melihat aliran masuk yang lebih konsisten. Kehadiran pembeli institusional seperti Bitmine memberikan fondasi permintaan jangka panjang yang berbeda dari spekulasi ritel. Namun, risiko tetap ada: koreksi teknis pasca-breakout umum terjadi, dan kebijakan macroekonomi Fed (terutama pidato Kevin Warsh di Jackson Hole hari Jumat) bisa memicu volatilitas.
Sumber
CoinDesk, CoinTelegraph, Decrypt (24 Agustus 2026)



