Bitcoin

Bitcoin Tembus $64.000, ETF Inflow Tertinggi & Harapan Damai Iran

Bitcoin Tembus $64.000, ETF Inflow Tertinggi & Harapan Damai Iran

Key Takeaways

Bitcoin berhasil menembus level $64.000 pada Sabtu (13/6), naik lebih dari 8% dari titik terendah Juni, didorong ETF inflow $85,9 juta dan optimisme perdamaian Iran.

Bitcoin kembali menunjukkan tajinya sebagai aset yang paling sensitif terhadap dinamika global. Pada Sabtu (13/6), kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini berhasil menembus level $64.000, mengakhiri tren penurunan yang telah berlangsung selama empat pekan berturut-turut. Reli ini tidak lahir dari satu katalis tunggal, melainkan perpaduan langka antara arus masuk ETF institusional yang kembali menggeliat dan angin segar dari upaya perdamaian di Timur Tengah.

Perjalanan Berat Empat Pekan Terakhir

Empat minggu terakhir menjadi periode yang cukup berat bagi Bitcoin. Setelah sempat menyentuh level tertinggi tahun ini di atas $70.000 pada Mei lalu, harga terus merosot hingga menyentuh titik terendah Juni di kisaran $59.000. Tekanan jual terutama datang dari investor institusional yang mencari likuiditas untuk berpartisipasi dalam IPO SpaceX—salah satu pencatatan saham paling dinantikan dalam sejarah pasar modal AS.

Namun, dinamika tersebut mulai berubah sejak Jumat (12/6), ketika IPO SpaceX resmi meluncur di Nasdaq. Para analis memprediksi bahwa tekanan jual dari institusi besar akan mereda begitu alokasi IPO telah terpenuhi, membuka jalan bagi kembalinya arus modal ke aset kripto. Prediksi ini terbukti tepat.

ETF Bitcoin Cetak Inflow Tertinggi Sebulan

Berdasarkan data dari Farside, ETF Bitcoin spot Amerika Serikat mencatat arus masuk bersih harian sebesar $85,9 juta pada Jumat—menjadi angka tertinggi sejak 14 Mei 2026 atau hampir sebulan penuh. Lonjakan ini muncul di tengah spekulasi bahwa para pemegang ETF yang sebelumnya melakukan aksi jual untuk IPO SpaceX kini mulai kembali mengakumulasi posisi mereka.

Harga Bitcoin sendiri sempat mencapai level intraday $64.200 sebelum mengalami sedikit koreksi teknis. Meski demikian, level support psikologis $64.000 berhasil dipertahankan, menandakan bahwa tekanan beli cukup solid. Kenaikan ini menempatkan Bitcoin di jalur untuk mencatat minggu positif pertama setelah empat pekan beruntun mengalami pelemahan—sebuah reversal teknikal yang cukup signifikan.

Katalis Geopolitik: Perdamaian Iran Semakin Dekat

Di sisi geopolitik, komentar Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menjadi katalis tambahan yang tidak terduga. Dalam unggahannya di platform X, Sharif menyatakan: "Kami lebih dekat ke kesepakatan damai daripada sebelumnya. Dengan finalisasi yang kemungkinan terjadi dalam 24 jam ke depan, Pakistan sedang mempersiapkan penandatanganan elektronik segera setelahnya, diikuti dengan pembicaraan teknis minggu depan."

Pernyataan ini merujuk pada upaya mediasi perdamaian antara Iran dan pihak-pihak terkait yang telah berlangsung selama berbulan-bulan. Timur Tengah yang lebih stabil berarti premi risiko geopolitik yang lebih rendah, yang secara historis berdampak positif bagi aset berisiko termasuk Bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan.

Dampak dan Analisis

Reli Bitcoin kali ini memiliki karakteristik yang berbeda dari siklus-siklus sebelumnya. Pertama, konfirmasi kembalinya arus institusional melalui ETF menunjukkan bahwa narasi Bitcoin sebagai aset treasury korporat yang dipopulerkan oleh tokoh seperti Michael Saylor dan Elon Musk semakin matang. IPO SpaceX yang membawa perusahaan tersebut ke pasar publik dengan cadangan Bitcoin senilai $1,3 miliar di neracanya hanyalah salah satu contoh bagaimana BTC kini menjadi bagian integral dari strategi keuangan perusahaan teknologi terkemuka.

Kedua, korelasi Bitcoin dengan sentimen geopolitik global semakin terkonfirmasi. Bitcoin tidak hanya bergerak berdasarkan berita regulasi kripto, tetapi juga merespons perubahan lanskap politik dunia. Perdamaian di kawasan strategis seperti Timur Tengah menurunkan ketidakpastian global, yang secara langsung meningkatkan selera risiko investor di seluruh kelas aset, termasuk kripto.

Apa Selanjutnya?

Jika kesepakatan damai Iran benar-benar terwujud dalam beberapa hari ke depan, dan arus masuk ETF terus menunjukkan momentum positif, Bitcoin memiliki potensi untuk menguji level resistensi berikutnya di kisaran $66.000 hingga $68.000. Namun, investor tetap perlu mewaspadai data inflasi AS yang akan dirilis minggu depan, yang berpotensi menjadi katalis volatilitas berikutnya—baik ke arah atas maupun bawah.

Pasar kripto kembali membuktikan bahwa narasi paling kuat lahir dari konvergensi berbagai faktor. Dari Wall Street hingga Timur Tengah, Bitcoin terus menjadi barometer sentimen global yang paling responsif. Investor kini menanti apakah reli ini akan berubah menjadi tren bullish yang berkelanjutan atau sekadar technical bounce di tengah pasar yang masih bergejolak.

Sumber: CoinDesk

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar