Sebuah dompet Bitcoin yang tidak tersentuh selama lebih dari 14 tahun akhirnya menunjukkan tanda kehidupan di tengah salah satu gugatan hukum terbesar dalam sejarah kripto. Dompet dengan alamat 1LwWtSs7tMCwcRczQd5kVMv3xpWw6w4Sxe yang menyimpan 35,55 BTC โ senilai sekitar $2,54 juta โ mengirimkan 15 BTC ke alamat baru pada 2 Juni 2026. Pergerakan ini langsung menjadi sorotan karena dompet tersebut merupakan salah satu terdakwa dalam gugatan class action senilai $285 miliar yang menuntut kepemilikan puluhan ribu dompet Bitcoin dorman di New York.
Latar Belakang Gugatan Ambisius
Gugatan ini diajukan pada 11 Maret 2026 di Pengadilan New York County Supreme Court dengan nomor indeks 153119/2026 dan diamendemen pada 1 Mei 2026. Penggugat menggunakan nama samaran "Noah Doe" bersama dua perusahaan yang berbasis di Wyoming, ABC Company dan XYZ Company, yang memegang kepentingan hukum yang dialihkan. Mereka menuntut kepemilikan atas sekitar 3,8 juta Bitcoin โ bernilai sekitar $285 miliar pada harga saat ini โ yang tersimpan di 39.069 dompet yang telah dorman selama bertahun-tahun. Dasar hukum yang digunakan adalah Article 7-B New York Personal Property Law, yaitu undang-undang properti terbengkalai (abandoned property) negara bagian New York, dengan Noah Doe diposisikan sebagai "penemu" berdasarkan doktrin properti terbengkalai.
Asal-Usul Koin Era Satoshi
Yang membuat kasus ini semakin menarik adalah asal-usul koin di dompet 1LwWt. Koin-koin tersebut pertama kali diterima pada 27 Maret 2011, era ketika Bitcoin masih diperdagangkan di bawah satu dolar AS dan hanya dikenal oleh segelintir pengadopsi awal. Satoshi Nakamoto sendiri masih aktif di forum Bitcointalk pada masa itu. Artinya, jika koin-koin ini dijual pada harga saat ini, pemiliknya akan meraup keuntungan dengan persentase yang hampir tak terhingga dibandingkan basis biaya awalnya. Berdasarkan data dari mempool.space, transaksi dengan ID b90755b tercatat pada blok 952.104 tepat pukul 16:46 UTC tanggal 2 Juni 2026. Dari total 35,55 BTC, dompet mengirim 15 BTC ke alamat baru dan menyimpan 20,55 BTC sebagai kembalian atau change.
Pelayanan Hukum via Blockchain
Cara pelayanan hukum dalam kasus ini juga sangat inovatif. Pengadilan sebelumnya mengizinkan pemberitahuan hukum dikirimkan langsung melalui blockchain Bitcoin menggunakan fitur OP_RETURN โ sebuah mekanisme teknis yang memungkinkan teks pendek atau tautan URL ditanamkan secara permanen dalam transaksi Bitcoin. Konsultan blockchain penggugat, Salomon Brothers Strategic Advisors, menyiarkan 98 batch transaksi debu atau dust transactions antara blok 950.446 hingga 950.576 pada periode Juni-Juli 2025. Setiap transaksi membawa 546 satoshi dan sebuah tautan yang mengarah ke dokumen pemberitahuan pengabaian. Dompet 1LwWt menerima pemberitahuannya pada 31 Juli 2025, dengan tenggat respons 5 November 2025.
Respons dan Reaksi Komunitas
Galaxy Research melalui analis Alex Thorn adalah yang pertama menandai pergerakan ini di platform X pada Selasa pagi. Thorn mengidentifikasi dompet tersebut sebagai "Noah Doe defendant #38215" dalam sistem pelacakan mereka. Dengan nada sinis, Thorn menulis: "Apparently, they were not, in fact, abandoned" โ mengindikasikan bahwa pemilik dompet secara aktif menolak klaim bahwa aset mereka telah ditinggalkan begitu saja. Menurut analisis Galaxy Research, ratusan dompet lain telah memindahkan koin mereka selama kampanye pemberitahuan awal dan akhirnya dikeluarkan dari daftar terdakwa. Namun, pergerakan dompet 1LwWt yang baru terjadi setelah gugatan resmi berjalan menjadikannya salah satu respons publik pertama dan paling terlihat dari seorang terdakwa dalam kasus yang masih aktif ini.
Pertanyaan Fundamental: Dorman vs Ditinggalkan
Kasus ini memunculkan pertanyaan fundamental tentang hak kepemilikan di era blockchain. Apakah Bitcoin yang tidak disentuh selama bertahun-tahun secara otomatis dikategorikan sebagai properti terbengkalai? Atau justru diamnya pemilik merupakan strategi HODL yang sangat disengaja dan harus dihormati oleh hukum? Di dunia kripto, tidak menyentuh dompet selama bertahun-tahun adalah perilaku normal dan bahkan dirayakan sebagai disiplin investasi โ bukan indikasi bahwa aset telah ditinggalkan.
Dompet Dorman Lain Ikut Bangun
Fenomena ini tidak berdiri sendiri. Dompet dorman lain dengan alamat 1CDSyXAQxro4FPUoqAQb81642ruqDsUiNp juga memindahkan 20 BTC (senilai $1,48 juta) ke alamat SegWit modern sekitar 13 jam sebelum pergerakan dompet 1LwWt. Menariknya, dompet 1CDSy juga menerima koin aslinya sekitar periode 2011 yang sama, namun tidak termasuk dalam kampanye pemberitahuan Noah Doe maupun daftar terdakwa gugatan. Rangkaian aktivasi dompet-era Satoshi ini terjadi di tengah kondisi pasar yang sangat bergejolak, dengan Bitcoin baru saja mengalami penurunan tajam ke level $60.000 akibat kombinasi aksi jual Strategy (MicroStrategy), rekor outflow ETF spot selama 10 sesi berturut-turut, dan rotasi modal besar-besaran.
Kesimpulan
Apa pun hasil akhirnya, pergerakan Bitcoin era Satoshi di tengah gugatan $285 miliar ini menandai babak baru yang krusial dalam perdebatan hukum global tentang aset digital dan doktrin properti terbengkalai. Jika pengadilan New York memutuskan mendukung Noah Doe, preseden yang tercipta dapat mengubah lanskap kepemilikan kripto secara fundamental dan membuka pintu bagi gugatan serupa di yurisdiksi lain. Namun, aktivasi dompet setelah 14 tahun membuktikan satu hal: dorman belum tentu berarti ditinggalkan, dan pemilik Bitcoin jangka panjang sedang mengirimkan pesan yang sangat jelas ke sistem hukum.
Sumber: CoinDesk โ "Satoshi-era bitcoin at center of $285 billion lawsuit moves after 14 years" oleh Shaurya Malwa (6 Juni 2026).



