Regulasi

Bank of England Rilis Aturan Stablecoin, Targetkan Peluncuran 2027

Bank of England Rilis Aturan Stablecoin, Targetkan Peluncuran 2027

Key Takeaways

Bank of England menerbitkan aturan baru untuk stablecoin sistemik dengan batas penerbitan sementara 40 miliar pound sterling, membuka jalan bagi peluncuran stablecoin berbasis pound pada 2027.

Bank of England (BoE) secara resmi menerbitkan pernyataan kebijakan dan rancangan aturan untuk stablecoin sistemik pada Senin (22/6), menandai langkah besar Inggris menuju kerangka regulasi stablecoin yang komprehensif. Aturan ini membuka jalan bagi penerbit stablecoin berbasis pound sterling untuk beroperasi secara legal di Inggris paling cepat tahun 2027.

Latar Belakang dan Konteks Regulasi

Penerbitan dokumen kebijakan ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan regulasi kripto Inggris. BoE mendefinisikan stablecoin sistemik sebagai token yang digunakan secara luas dalam pembayaran dan berpotensi menimbulkan risiko terhadap stabilitas keuangan Inggris. Kewenangan untuk menentukan apakah suatu stablecoin masuk dalam rezim sistemik berada di tangan HM Treasury, kementerian keuangan Inggris.

Detail Aturan Baru

Dalam aturan terbaru ini, BoE memberikan sejumlah kelonggaran yang signifikan dibandingkan proposal awal mereka pada November 2025. Penerbit stablecoin sistemik kini diizinkan menyimpan hingga 70% cadangan dalam bentuk utang pemerintah berbunga, naik dari 60% yang diusulkan sebelumnya. Perubahan paling mencolok adalah penghapusan batas kepemilikan per individu dan bisnis, yang sebelumnya diusulkan sebesar 20.000 pound sterling per individu dan 10 juta pound sterling per bisnis.

Sebagai gantinya, BoE menerapkan batas penerbitan sementara sebesar 40 miliar pound sterling atau sekitar 52,8 miliar dolar AS. Bank sentral menyatakan bahwa pagar pembatas ini akan ditinjau secara berkala dan akan dihapus setelah risiko terhadap penyediaan kredit teratasi.

Respons Industri dan Perubahan Kebijakan

Keputusan BoE untuk melunakkan pendekatannya tidak terlepas dari masukan industri. Dalam konsultasi November 2025, BoE berargumen bahwa batasan diperlukan untuk mencegah perpindahan deposito skala besar dari sistem perbankan yang dapat mengurangi ketersediaan kredit bagi rumah tangga dan bisnis. Namun, para responden konsultasi memperingatkan bahwa pembatasan tersebut justru akan membatasi kegunaan stablecoin dan menciptakan tantangan operasional bagi penerbit.

Deputi Gubernur BoE Sarah Breeden pada Mei lalu telah memberi sinyal bahwa bank sentral sedang mempertimbangkan kembali batas kepemilikan dan persyaratan cadangan setelah menerima masukan dari perusahaan aset digital. Perusahaan-perusahaan tersebut berargumen bahwa pembatasan dapat menghambat adopsi dan membuat stablecoin terbitan Inggris kurang kompetitif dibandingkan pesaing berbasis dolar AS.

Dampak dan Prospek ke Depan

Rezim baru ini hanya akan berlaku untuk stablecoin yang dinilai sistemik, sementara stablecoin non-sistemik yang terutama digunakan untuk perdagangan kripto akan tetap berada di bawah pengawasan Financial Conduct Authority (FCA). BoE menargetkan finalisasi buku aturan pada akhir 2026, dengan peluncuran resmi dijadwalkan pada 2027.

Langkah BoE ini menempatkan Inggris dalam posisi kompetitif di panggung regulasi stablecoin global, sejajar dengan Uni Eropa yang telah mengimplementasikan regulasi Markets in Crypto-Assets (MiCA). Dengan pendekatan yang lebih fleksibel pasca konsultasi, Inggris berpotensi menarik lebih banyak penerbit stablecoin untuk beroperasi di yurisdiksinya.

Sumber asli: Cointelegraph - "Bank of England Publishes Stablecoin Rules, Targets 2027 Launch"

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar