Pasar kripto kembali diguncang drama dari salah satu tokoh paling kontroversial di industri ini. Arthur Hayes, co-founder bursa kripto BitMEX dan Chief Investment Officer dari family office Maelstrom, mengejutkan pasar dengan menjual seluruh kepemilikan Worldcoin (WLD) pada hari Jumat โ hanya sehari setelah secara publik menyatakan bahwa ia akan tetap memegang token tersebut. Perubahan sikap drastis ini langsung memicu aksi jual tajam pada WLD yang anjlok hingga 20% dalam 24 jam.
Pernyataan Hayes disampaikan melalui akun X pribadinya dengan gaya khas yang blak-blakan. "Dumped $WLD. I'm out. See y'all at the clerb," tulisnya, disertai grafik penurunan saham SpaceX. Cuitan singkat ini langsung memicu kepanikan di kalangan pemegang WLD, dengan sebagian besar penurunan harga terjadi tepat setelah tweet tersebut dipublikasikan.
Ironisnya, sehari sebelumnya Hayes mengatakan bahwa Maelstrom akan tetap menyimpan Worldcoin. Pada hari Kamis, firma tersebut telah menjual seluruh kepemilikan Zcash (ZEC) akibat kerentanan kritis di Orchard privacy pool yang memungkinkan pencetakan token palsu tanpa terdeteksi. Saat itu Hayes menyatakan akan membeli kembali ZEC jika ternyata keputusannya salah. Namun untuk Worldcoin, katanya, Maelstrom akan tetap hold sambil menunggu "Lord Elon" โ merujuk pada Elon Musk โ mengangkat harga.
Apa yang berubah dalam waktu kurang dari 24 jam? Jawabannya terletak pada hubungan tidak langsung antara Worldcoin dan SpaceX. Hayes menggunakan WLD sebagai proksi likuid untuk saham SpaceX, yang dijadwalkan listing di Nasdaq dengan ticker SPCX pada 12 Juni mendatang. Logikanya: SpaceX semakin memposisikan IPO mereka sebagai cerita kecerdasan buatan dan konektivitas โ bukan sekadar perusahaan roket. Debut yang kuat diharapkan akan mengangkat seluruh sektor AI dan teknologi.
WLD, sebagai token bertema AI yang diperdagangkan 24/7, menjadi instrumen cepat Maelstrom untuk menangkap momentum tersebut. Token ini berfungsi sebagai "liquid stand-in" untuk saham yang belum bisa dibeli oleh investor ritel kebanyakan. Strategi arbitrase naratif ini cukup brilian โ selama harga pre-listing SpaceX terus naik.
Namun rencana itu buyar dalam hitungan hari. Data dari platform derivatif Hyperliquid menunjukkan bahwa harga pre-listing saham SpaceX telah turun lebih dari 50% dalam beberapa hari terakhir. Penurunan tajam ini menghilangkan justifikasi fundamental bagi spekulan AI untuk terus memegang proksi mereka. Hayes, yang dikenal sebagai trader oportunis dengan insting tajam, memilih keluar tanpa ragu.
Situasi ini semakin ironis mengingat Worldcoin adalah proyek Sam Altman โ bukan Elon Musk โ dan kedua pria tersebut menjalankan perusahaan AI yang saling bersaing, OpenAI versus xAI. Namun dalam logika pasar kripto, koneksi longgar ke narasi AI dan nama besar seperti SpaceX sudah lebih dari cukup untuk menjadikan WLD sebagai objek spekulasi momentum belaka.
Perlu dicatat konteks pasar yang lebih luas. Kripto secara keseluruhan sedang menghadapi tekanan berat. Bitcoin sempat jatuh di bawah $60.000 untuk pertama kalinya sejak Oktober 2024, total likuidasi mencapai $1,6 miliar yang melibatkan lebih dari 300.000 trader, dan indeks Nasdaq 100 terkoreksi sekitar 5% setelah data tenaga kerja AS yang kuat memicu ekspektasi suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Dalam lingkungan risk-off seperti ini, aset-aset paling spekulatif โ termasuk WLD โ menjadi yang pertama dilepas oleh investor besar.
Yang cukup mengejutkan, sebelum episode ini WLD justru adalah salah satu token dengan performa terbaik. Token Worldcoin mencatat kenaikan sekitar 70% dalam sebulan terakhir, melawan arus pelemahan pasar secara keseluruhan. Ini menunjukkan bahwa kenaikan tersebut lebih didorong oleh narasi dan ekspektasi ketimbang fundamental yang kokoh โ dan ketika narasi itu runtuh, koreksinya sama dramatisnya. Setelah aksi jual yang dipicu Hayes, kenaikan bulanan WLD terpangkas menjadi sekitar 45%.
Insiden ini kembali menegaskan pengaruh luar biasa figur-figur kunci di industri kripto terhadap pergerakan harga. Satu tweet dari Arthur Hayes โ seorang mantan CEO bursa derivatif yang pernah berurusan dengan regulator AS โ sudah cukup untuk menggerus kapitalisasi pasar WLD secara signifikan. Lebih dari itu, episode 24 jam ini menunjukkan betapa cairnya komitmen di pasar kripto, bahkan dari investor kelas institusional seperti Maelstrom.
Bagi investor ritel, peristiwa ini menjadi pengingat pahit tentang risiko mengikuti narasi dan influencer di pasar kripto. Proksi tidak langsung seperti WLD-untuk-SpaceX membawa lapisan risiko tambahan yang mungkin tidak disadari banyak trader โ korelasi yang longgar, asimetri informasi, dan ketergantungan pada sentimen figur tunggal.
Ke depan, perhatian investor akan tertuju pada 12 Juni, saat SpaceX resmi memulai perdagangan di Nasdaq. Pertanyaan besarnya: apakah Hayes akan kembali masuk ke WLD setelah IPO SpaceX dimulai, atau akankah ia mencari proksi baru untuk taruhan AI-nya? Yang pasti, episode ini menyisakan pelajaran berharga: di dunia kripto, "I will hold" hari ini bisa berubah menjadi "I'm out" besok pagi.
Sumber: CoinDesk โ "WLD plunges 20% as Hayes dumps token a day after saying he would keep holding it" (6 Juni 2026)



