Animoca Brands Corporation Limited resmi memperluas sayap bisnis pengelolaan aset institusionalnya setelah mengantongi izin dari otoritas regulasi Abu Dhabi Global Market (ADGM). Persetujuan ini diberikan langsung oleh Financial Services Regulatory Authority (FSRA) kepada anak perusahaan lokal, Animoca Asset Management (AD) Limited, untuk mengelola reksa dana dan portofolio investasi bagi klien non-ritel. Langkah strategis ini mempertegas pergeseran entitas raksasa Web3 tersebut dari perusahaan pengembang gim terdesentralisasi menjadi lembaga jasa keuangan global yang beroperasi penuh di bawah pengawasan regulasi ketat.
Otorisasi Penuh FSRA ADGM untuk Pengelolaan Dana Non-Ritel
Pemberian izin jasa keuangan oleh FSRA Abu Dhabi Global Market ini secara hukum berlaku efektif sejak 13 Oktober 2026 dan diumumkan secara resmi ke publik pada Senin (2/11/2026). Status otorisasi penuh ini menuntaskan rangkaian panjang proses perizinan yang telah dimulai sejak Animoca Brands mengantongi persetujuan prinsip (in-principle approval) pada November 2025. Di bawah kerangka kerja regulasi pasar modal ADGM, izin ini mengesahkan kapasitas perusahaan untuk mengoperasikan instrumen investasi kolektif serta menghimpun modal dari pemodal profesional.
Kapasitas operasional entitas manajemen aset ini dibatasi secara tegas untuk melayani klien institusi, lembaga perbendaharaan keluarga (family office), dan investor berakreditasi tinggi, bukan masyarakat ritel umum. Pembatasan akses ini sejalan dengan standar internasional yang diterapkan ADGM guna memastikan bahwa pengelolaan dana aset digital berskala besar dikelola dengan tata kelola risiko, kepatuhan anti-pencucian uang (AML), serta mekanisme pengawasan kustodi yang sepadan dengan ekosistem perbankan konvensional.
Integrasi Lisensi Timur Tengah dan Rekam Jejak Portofolio Web3
Keberhasilan mengamankan lisensi di Abu Dhabi ini semakin memperkokoh fondasi kepatuhan hukum Animoca Brands di Uni Emirat Arab (UEA). Sebelumnya pada Februari 2026, konglomerat aset digital ini juga telah meraih izin dari Virtual Assets Regulatory Authority (VARA) di Dubai untuk menyediakan layanan pialang aset virtual serta manajemen investasi bagi investor yang memenuhi syarat. Integrasi perizinan antara yurisdiksi ADGM dan VARA menempatkan Animoca pada posisi strategis di koridor finansial Timur Tengah yang tengah aktif menarik arus modal modal ventura global.
Animoca Brands sendiri mulanya merupakan pemisahan (spin-off) dari studio pengembang gim seluler pada 2014, yang berfokus menerbitkan permainan berlisensi merek internasional. Perusahaan kemudian beralih total ke ekosistem teknologi buku besar terdistribusi pada 2018, dan sejak saat itu membangun portofolio investasi kripto terluas di dunia dengan mendanai lebih dari 540 proyek Web3, termasuk bursa pasar NFT OpenSea, pengembang Flow blockchain Dapper Labs, hingga kreator Axie Infinity yakni Sky Mavis.
Transformasi Korporat Menuju Lembaga Keuangan Teregulasi
Langkah ekspansi regulasi di kawasan Teluk ini merupakan realisasi dari rencana jangka panjang korporasi sebagaimana dipaparan dalam laporan pembaruan investor pada September 2026. Manajemen Animoca Brands secara terbuka menegaskan transisi paradigma bisnisnya dari sekadar pengembang teknologi Web3 dan modal ventura spekulatif menjadi institusi jasa keuangan berlisensi yang beroperasi lintas yurisdiksi utama dunia, mulai dari Hong Kong, Eropa, hingga Timur Tengah.
Dalam fase baru ini, aset digital diposisikan untuk memainkan peran institusional yang jauh lebih matang, dengan fokus utama pada tokenisasi aset dunia nyata (real-world assets/RWA), infrastruktur transaksi berbasis stablecoin, dan manajemen perbendaharaan korporat. Seiring meningkatnya minat investor institusional konvensional terhadap instrumen aset kripto yang aman secara hukum, kehadiran manajer dana berlisensi di ADGM diharapkan mampu menjadi jembatan likuiditas utama antara sistem keuangan tradisional dan ekosistem terdesentralisasi.



