Defi

AAVE & Solana Pimpin Reli Pasar, Buyback Token Segera Hadir

AAVE & Solana Pimpin Reli Pasar, Buyback Token Segera Hadir

Key Takeaways

Token AAVE melonjak 19% setelah Kraken incar 15% saham senilai $385 juta dan pendiri Aave isyaratkan mekanisme buyback otomatis. Solana naik 10% ditopang lonjakan perdagangan saham tokenisasi senilai $2,5 miliar.

Pasar kripto menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang tidak merata pada Jumat (26/6/2026) setelah aksi jual besar-besaran mengguncang aset digital sepanjang pekan ini. Bitcoin berhasil menemukan pijakan di kisaran $60.000, namun sorotan utama justru tertuju pada ekosistem decentralized finance (DeFi) dan blockchain Solana yang memimpin reli dengan kenaikan dua digit, memberikan secercah optimisme di tengah tekanan pasar yang masih terasa.

Kraken Incar 15% Saham Aave, Valuasi Tembus $385 Juta

Token AAVE, aset native dari protokol peminjaman DeFi terbesar di dunia, mencatat lonjakan harga hingga 19% dalam 24 jam terakhir. Katalis utama di balik reli impresif ini adalah laporan eksklusif CoinDesk yang mengungkap bahwa bursa kripto Kraken, melalui perusahaan induknya Payward Inc., sedang dalam pembicaraan lanjutan untuk mengakuisisi 15% saham di Aave Group dengan valuasi mencapai $385 juta.

Menurut dokumen yang dilihat CoinDesk, kesepakatan potensial ini akan melibatkan investasi sebesar 35.000 ether (ETH) dari Kraken dengan imbalan 250.000 token AAVE dan ekuitas 15% di Aave Group. Dua sumber yang mengetahui transaksi tersebut menyebut Kraken juga berencana mensindikasikan kesepakatan senilai sekitar $71 juta kepada mitra investasi. Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya Payward membangun lini bisnis Payward Asset Management menjelang rencana IPO perusahaan yang telah lama dinantikan oleh industri.

Aavenomics 3.0: Buyback Otomatis Segera Diluncurkan

Menanggapi spekulasi dan kekhawatiran pasar, pendiri Aave Stani Kulechov dengan tegas membantah anggapan bahwa aset protokol akan dijual dengan diskon besar kepada Kraken. Dalam unggahan di platform X, ia menegaskan bahwa seluruh pendapatan protokol yang saat ini berjalan dengan laju tahunan mencapai $134 juta sepenuhnya mengalir ke Aave DAO dan pada akhirnya menguntungkan para pemegang token AAVE di bawah kerangka tata kelola baru bertajuk Aave Will Win yang baru saja diadopsi komunitas.

Yang lebih menarik perhatian investor, Kulechov juga memberi isyarat tentang Aavenomics 3.0, sebuah pembaruan fundamental untuk desain tokenomik AAVE yang akan memperkenalkan mekanisme pembelian kembali (buyback) otomatis. Mekanisme ini diproyeksikan akan menggunakan sebagian pendapatan protokol untuk membeli token AAVE dari pasar terbuka secara terprogram, menciptakan tekanan beli yang berkelanjutan dan mengurangi pasokan beredar, sebuah model yang terbukti sukses mendorong apresiasi harga pada berbagai protokol DeFi lainnya.

Dari Krisis KelpDAO Menuju Kepercayaan Institusional

Kesepakatan ini menandai babak baru yang signifikan bagi Aave. Protokol ini sebelumnya menjadi pusat salah satu krisis terbesar dalam sejarah DeFi pada April lalu, ketika peretas yang terkait dengan Lazarus Group Korea Utara mengeksploitasi jembatan lintas rantai KelpDAO untuk mencetak sekitar $292 juta token rsETH tanpa jaminan. Para peretas menyetorkan token palsu tersebut sebagai kolateral di Aave dan meminjam aset riil terhadapnya. Meskipun smart contract Aave sendiri tidak pernah dikompromikan, insiden tersebut memicu penarikan dana lebih dari $8 miliar dari protokol dan meninggalkan utang tak tertagih sekitar $190-230 juta. Potensi investasi strategis dari Kraken kini menandakan kepercayaan institusional yang kuat terhadap kemampuan Aave bangkit dan bertransformasi.

Solana Kuasai 80% Pasar Saham Tokenisasi Global

Sementara itu, ekosistem Solana juga mencuri perhatian dengan kenaikan harga SOL hampir 10% dalam perdagangan Jumat. Pendorong utamanya adalah ledakan aktivitas perdagangan saham tokenisasi di jaringan Solana, yang volume mingguannya melonjak melampaui $2,5 miliar, meningkat sepuluh kali lipat dibandingkan sebulan sebelumnya, menurut data dari platform analitik RWA.xyz. Jaringan layer-1 yang dikenal dengan kecepatan dan biaya rendah ini kini menguasai lebih dari 80% pangsa perdagangan ekuitas tokenisasi di seluruh blockchain, menjadikannya infrastruktur dominan untuk aset dunia nyata (RWA) di ranah on-chain.

Gelombang kenaikan ini turut mengangkat sejumlah token DeFi berbasis Solana secara signifikan. Token JTO dari Jito, protokol liquid staking terbesar di Solana yang baru saja meluncurkan platform perdagangan self-custody JTX bulan lalu, meroket hingga 30%. Token bursa terdesentralisasi Raydium (RAY) dan Meteora (MET) masing-masing mencatat kenaikan sekitar 7%, sementara token protokol pinjaman dan manajemen likuiditas Kamino Finance (KMNO) menguat 9%, mencerminkan efek limpahan (spillover effect) yang kuat dari pertumbuhan ekosistem.

Bitcoin Tertahan di Bawah $60K, Inflasi AS Masih Membayangi

Di sisi makroekonomi, Bitcoin masih bergulat dengan tekanan setelah mencatat penutupan harian di bawah level psikologis $60.000 untuk pertama kalinya sejak September 2024. Sentimen pasar tetap dibayangi oleh data inflasi AS yang membandel, Core PCE tercatat di 3,30% secara tahunan, masih jauh di atas target The Fed sebesar 2%. ETF Bitcoin spot AS juga mencatat outflow harian terbesar sejak Mei sebesar $692 juta pada Kamis, menambah beban bagi aset kripto terbesar tersebut.

Reli yang dipimpin AAVE dan ekosistem Solana ini menunjukkan dinamika yang menarik: di tengah tekanan makro yang membebani Bitcoin dan Ethereum, narasi spesifik berbasis fundamental dan adopsi nyata, seperti investasi strategis institusional, pembaruan tokenomik, dan pertumbuhan volume perdagangan on-chain, mampu mendorong outperformance signifikan pada altcoin dan token DeFi papan atas. Pola ini bisa menjadi sinyal awal rotasi modal dari aset safe-haven kripto menuju sektor dengan katalis pertumbuhan yang lebih kuat dan konkret.

Sumber: CoinDesk, RWA.xyz, CoinGlass

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar