JPMorgan mengeluarkan peringatan serius terhadap masa depan ekonomi stablecoin USDC. Dalam laporan riset terbarunya, bank investasi raksasa Wall Street itu menurunkan proyeksi pendapatan Circle (CRCL) dan Coinbase (COIN), menyebut bahwa kesepakatan baru kedua perusahaan dengan bursa kripto Hyperliquid justru melemahkan fundamental bisnis USDC dalam jangka panjang.
Latar Belakang: Dominasi Hyperliquid di Pasar Derivatif Kripto
Laporan yang ditulis oleh analis Kenneth Worthington dan timnya menyoroti bahwa perubahan hubungan antara Circle, Coinbase, dan Hyperliquid menciptakan situasi prisoner's dilemma atau dilema tahanan โ kondisi di mana Circle dan Coinbase justru terdorong saling bersaing memperebutkan distribusi USDC dengan mengorbankan pendapatan satu sama lain.
Hyperliquid kini menjadi salah satu venue perdagangan kripto terbesar di dunia. Platform bursa perpetual terdesentralisasi ini memproses volume perdagangan lebih dari 150 miliar dolar AS hanya dalam bulan Juli saja. Volume relatifnya terhadap Binance telah mencapai 11,5 persen, menegaskan pangsa pasar yang terus membesar di sektor derivatif kripto. Saat ini, Hyperliquid menampung sekitar 6 miliar dolar AS dalam bentuk USDC di platformnya, setara dengan sekitar 8 persen dari total pasokan USDC yang beredar.
Detail Kesepakatan: Bagaimana USDC di Hyperliquid Berubah
Di bawah kesepakatan baru, Coinbase akan mengklasifikasikan USDC yang berada di Hyperliquid sebagai on-platform. Dengan status ini, Coinbase akan mengumpulkan pendapatan yang dihasilkan dari cadangan (reserves) USDC tersebut dan membayarkan 90 persen di antaranya kepada Hyperliquid. Sebelumnya, menurut estimasi JPMorgan, Coinbase membagi pendapatan ini hampir merata dengan Circle. Perubahan ini secara signifikan menggerus margin keuntungan Circle dari stablecoin andalannya sendiri.
JPMorgan menegaskan bahwa kasus Hyperliquid ini menunjukkan tantangan fundamental dalam model kemitraan Circle-Coinbase. Ketika distribusi menjadi prioritas utama, kedua perusahaan bisa terjebak dalam kompetisi yang justru merugikan ekonomi masing-masing. Ini menjadi ancaman yang lebih besar bagi Circle โ sebagai penerbit stablecoin โ dibandingkan Coinbase yang memiliki diversifikasi pendapatan lebih luas dari bisnis exchange dan layanan kustodian.
Dampak: Pasokan USDC Menyusut, Pesaing Bermunculan
Tekanan terhadap USDC tidak hanya datang dari sisi kesepakatan distribusi. Pasokan USDC yang beredar telah menyusut menjadi sekitar 73 miliar dolar AS, turun dari hampir 80 miliar dolar AS pada Maret lalu. Penurunan ini merupakan bagian dari kontraksi pasar stablecoin yang lebih luas, di mana sekitar 10 miliar dolar AS kapitalisasi pasar menghilang sejak Mei seiring mendinginnya aktivitas perdagangan kripto dan munculnya pesaing-pesaing teregulasi baru yang mulai menggerus dominasi USDC dan USDT.
JPMorgan juga memangkas estimasi pendapatan untuk kedua perusahaan, dengan mempertimbangkan faktor kesepakatan Hyperliquid ditambah pelemahan volume perdagangan kripto dan harga aset digital secara umum. Meski demikian, bank memperkirakan suku bunga yang lebih tinggi dapat memberikan sedikit dukungan terhadap pendapatan terkait USDC dalam jangka panjang โ karena cadangan stablecoin menghasilkan bunga dari obligasi pemerintah AS.
Analisis: Babak Baru Persaingan Stablecoin
Ini bukan pertama kalinya Circle mendapat sorotan dari lembaga keuangan besar. Sepekan sebelumnya, bank investasi Jepang Mizuho menyatakan bahwa persetujuan akhir dari U.S. Office of the Comptroller of the Currency (OCC) bagi Circle untuk mendirikan First National Digital Currency Bank memang merupakan tonggak positif, namun investor mungkin terlalu melebih-lebihkan signifikansinya. Mizuho menekankan bahwa persetujuan bank tersebut tidak serta-merta menyelesaikan tantangan pertumbuhan USDC dan risiko kompetisi stablecoin yang semakin ketat.
Dinamika ini menunjukkan bahwa persaingan di pasar stablecoin telah memasuki babak baru. Bukan lagi sekadar siapa yang memiliki teknologi terbaik atau kepatuhan regulasi tertinggi, melainkan juga siapa yang mampu mengamankan jalur distribusi paling strategis. Hyperliquid, dengan volume perdagangan masif dan basis pengguna loyal di ekosistem DeFi, telah membuktikan diri sebagai gerbang distribusi yang terlalu besar untuk diabaikan โ bahkan jika harus mengorbankan sebagian besar margin keuntungan.
Penutup
Bagi investor dan pelaku pasar kripto, analisis JPMorgan ini menambah lapisan kompleksitas baru dalam memahami lanskap stablecoin yang terus berevolusi. Pertanyaan besarnya kini: apakah Circle mampu beradaptasi dengan realitas baru di mana platform DeFi seperti Hyperliquid memiliki daya tawar yang semakin dominan? Jawabannya akan sangat menentukan masa depan USDC sebagai salah satu pilar utama infrastruktur keuangan digital global.
Sumber: CoinDesk โ JPMorgan Says Hyperliquid's Rise Threatens Circle's USDC Economics (14 Juli 2026)



