Eskalasi Militer Iran-AS Guncang Pasar Global
Pasar kripto global terguncang pada Selasa (14/7) setelah eskalasi militer besar-besaran antara Amerika Serikat dan Iran memicu aksi jual aset berisiko secara massal. Bitcoin sempat terperosok dari level $64.400 ke titik terendah $61.800 dalam 24 jam, sementara minyak mentah melonjak ke level tertinggi empat minggu di kisaran $80 per barel.
Iran menembakkan rudal balistik ke pangkalan udara AS di Yordania pada Selasa pagi, menurut laporan Reuters. Sebagai balasan, militer AS melancarkan serangan selama lima jam ke sejumlah target Iran dalam pertempuran memperebutkan kendali Selat Hormuz โ jalur perairan strategis yang mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dan gas global sebelum konflik. Selat tersebut kini telah ditutup secara de facto selama 136 hari.
Trump Blokade Hormuz, Minyak Melonjak 19 Persen
Presiden Donald Trump menginstruksikan blokade terhadap kapal-kapal Iran yang melintasi Selat Hormuz dan menuntut biaya kompensasi 20 persen untuk seluruh kargo lain yang melewati jalur tersebut. Ketegangan ini mendorong harga minyak West Texas Intermediate (WTI) meroket dari $67 pada awal bulan ke hampir $80 per barel, lonjakan sekitar 19 persen dalam dua pekan.
Kenaikan harga minyak langsung membebani ekspektasi inflasi. Pasar uang kini memperhitungkan probabilitas 50 persen kenaikan suku bunga The Fed pada Juli, melonjak tajam dari hanya 10 persen beberapa hari lalu. Imbal hasil Treasury AS dua tahun melambung ke 4,29 persen โ level tertinggi sejak awal tahun lalu โ memperkuat tekanan pada aset-aset sensitif suku bunga termasuk Bitcoin dan emas. Emas sendiri telah merosot 28 persen dari rekor tertingginya di Januari ke sekitar $4.020 per ons.
Likuidasi $283 Juta dalam 24 Jam
Data Coinglass menunjukkan likuidasi senilai $283 juta dalam 24 jam terakhir, dengan 74 persen berasal dari posisi long. Bitcoin memimpin dengan $66 juta yang terliquidasi, diikuti Ethereum sebesar $50 juta. Heatmap Binance menandai level $61.300 sebagai zona kunci yang perlu dipantau jika tekanan jual berlanjut.
Di sisi lain, pasar derivatif mulai menunjukkan moderasi sentimen bullish. Rasio call/put opsi Bitcoin melunak dari 64/36 menjadi 58/42, sementara skew delta satu pekan terkompresi dari 26 persen ke sekitar 15 persen. Implied volatility Deribit (DVOL) bertahan di 37,43 โ mendekati level terendah multi-tahun โ menandakan lingkungan pasar yang relatif tenang meskipun terjadi gejolak geopolitik.
KOSPI Ambruk 10%, Volume Upbit Melonjak 1.426%
Sementara itu, krisis pasar saham Korea Selatan turut memicu arus modal ke kripto. Indeks KOSPI telah kehilangan 10 persen sejak Jumat lalu, mendorong volume perdagangan Upbit melonjak 1.426 persen. Fenomena ini menandakan potensi pembalikan dari "machine chip trade" yang sebelumnya membuat investor Korea keluar dari aset digital pada akhir tahun lalu.
Data CPI AS Jadi Penentu Arah Berikutnya
Fokus investor kini tertuju pada rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS bulan Juni yang dijadwalkan hari ini pukul 20.30 WIB. Ekonom memperkirakan inflasi utama melambat ke 3,8 persen dari 4,2 persen secara tahunan, sementara inflasi inti diproyeksikan bertahan di 2,9 persen. Jika angka inflasi lebih rendah dari perkiraan, spekulasi kenaikan suku bunga dapat mereda dan membuka ruang pemulihan bagi Bitcoin. Sebaliknya, data yang lebih panas berpotensi memperkuat tekanan jual.
Dengan konflik geopolitik yang masih berlangsung dan data inflasi kritis yang menanti, pasar kripto hari ini berada di persimpangan yang sangat menentukan.



