Pemerintah Amerika Serikat kembali mengguncang pasar kripto dengan mentransfer hampir $297 juta atau setara Rp4,8 triliun aset digital hasil sitaan ke platform Coinbase Prime pada Senin (13/7/2026). Langkah ini memicu spekulasi bahwa aset senilai triliunan rupiah tersebut akan segera dijual, meskipun transfer ke bursa kustodian tidak selalu berarti aksi jual.
Detail Transfer: 3.940 BTC dan 30 Ribu ETH
Transfer besar-besaran ini terekam oleh platform pelacakan blockchain Arkham Intelligence. Data on-chain menunjukkan sebanyak 3.940 Bitcoin (BTC) senilai sekitar $243,95 juta dan 30.014 Ether (ETH) senilai $53,09 juta dikirim ke alamat Coinbase Prime milik pemerintah AS. Ini menjadi salah satu transfer terbesar dari dompet terkait pemerintah AS sepanjang tahun ini.
Asal-usul Dana Sitaan
Sumber dana ini bukanlah aset biasa. Menurut Kepala Riset Galaxy, Alex Thorn, Bitcoin yang ditransfer berasal dari dua kasus sitaan besar: Ryan Farace, yang dikenal dengan julukan "Xanaxman", dan bursa kripto yang sudah tidak beroperasi, BTC-e. Sementara itu, Ether yang dipindahkan terkait dengan Brian Krewson, mantan karyawan Oracle yang terlibat dalam skema penyimpanan dan pencucian uang kripto senilai $54 juta.
Pola Transfer Pemerintah AS
Sebelumnya, pemerintah AS juga telah melakukan transfer serupa dalam beberapa bulan terakhir. Pada Juni, dompet pemerintah AS memindahkan 98.589 token Chainlink (LINK) yang berasal dari aset sitaan FTX dan Alameda Research. Pada April, sekitar 8,2 Bitcoin yang terkait dengan peretasan Bitfinex tahun 2016 juga dikirim ke Coinbase Prime. Namun, transfer kali ini memiliki nilai yang jauh lebih besar dan menarik perhatian lebih luas.
Benturan dengan Perintah Eksekutif Trump
Yang membuat transfer ini kontroversial adalah potensi konflik dengan perintah eksekutif Presiden Donald Trump yang ditandatangani pada Maret 2025. Perintah tersebut secara eksplisit menyatakan bahwa Bitcoin yang disita oleh pemerintah AS harus menjadi bagian dari Strategic Bitcoin Reserve (Cadangan Bitcoin Strategis) dan tidak boleh dijual. Jika transfer ini berujung pada penjualan, hal itu akan bertentangan langsung dengan kebijakan resmi pemerintah sendiri.
Namun, penting untuk dicatat bahwa deposit ke Coinbase Prime tidak mengonfirmasi penjualan. Coinbase Prime menawarkan layanan kustodian, perdagangan, pembiayaan, dan staking untuk institusi. Transfer ini mungkin hanya mencerminkan konsolidasi aset semata, dan bukan sinyal bahwa pemerintah berencana melepas kepemilikan kriptonya di pasar terbuka.
Dampak pada Pasar Kripto
Sentimen pasar kripto sendiri tengah berada dalam tekanan. Bitcoin tercatat melemah sekitar 2% dalam 24 jam terakhir seiring trader meningkatkan spekulasi kenaikan suku bunga The Fed pada Juli mendatang. Meskipun demikian, analis menilai bahwa penjualan langsung oleh pemerintah AS biasanya dilakukan melalui mekanisme lelang oleh US Marshals Service, bukan melalui exchange seperti Coinbase.
Berdasarkan data Arkham Intelligence, dompet terkait pemerintah AS saat ini masih menampung sekitar $20,6 miliar dalam bentuk aset kripto. Rinciannya mencakup sekitar 325.000 BTC, 28.000 ETH, 146 juta USDT, dan 750 Wrapped Bitcoin (WBTC). Jumlah ini menjadikan pemerintah AS sebagai salah satu pemegang Bitcoin terbesar di dunia, mengungguli sebagian besar perusahaan publik dan dana investasi.
Penutup
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah AS maupun Coinbase mengenai tujuan pasti dari transfer tersebut. Pasar akan terus memantau apakah dana ini akan tetap berada dalam kustodian institusional atau benar-benar dijual di pasar terbuka. Yang jelas, kebijakan kripto AS masih berada di persimpangan antara retorika pro-Bitcoin dan realitas fiskal pemerintah federal yang terus berubah.
Sumber: Cointelegraph — "US government moves $297M in seized Bitcoin, Ether to Coinbase Prime" oleh Felix Ng.



