Perusahaan treasury Bitcoin terbesar di dunia, Strategy (sebelumnya MicroStrategy), mengguncang pasar kripto pada Senin (29/6) dengan mengumumkan kerangka kerja baru yang secara eksplisit mengizinkan penjualan Bitcoin hingga $1,25 miliar atau sekitar Rp19,5 triliun. Pengumuman ini menandai perubahan paradigma besar bagi perusahaan yang selama ini dikenal sebagai pembeli Bitcoin paling agresif di Wall Street.
Melalui dokumen bertajuk Digital Credit Capital Framework, Strategy mengungkapkan bahwa dewan direksi telah menyetujui program BTC Monetization yang memungkinkan perusahaan menjual Bitcoin dari waktu ke waktu untuk membiayai cadangan kas, membayar dividen saham preferen Stretch (STRC), serta membeli kembali sekuritas termasuk saham biasa ketika kondisi pasar dinilai menguntungkan.
Keputusan ini muncul di tengah tekanan yang semakin besar terhadap saham preferen Strategy, khususnya STRC yang diperdagangkan lebih dari 25 persen di bawah nilai pari 100 dolar AS dalam beberapa pekan terakhir. Pada Jumat pekan lalu, STRC sempat menyentuh level terendah 71,25 dolar AS, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap keberlanjutan dividen produk tersebut.
Latar Belakang dan Konteks
Strategy telah lama menjadi ikon adopsi institusional Bitcoin. Di bawah kepemimpinan Michael Saylor, perusahaan mengakumulasi 847.363 BTC senilai hampir 51 miliar dolar AS, menjadikannya pemegang Bitcoin korporat terbesar di dunia. Namun, strategi agresif ini mulai menuai pertanyaan seiring penurunan harga Bitcoin yang berkepanjangan. Saat ini, kepemilikan Bitcoin Strategy mencatat kerugian di atas kertas sekitar 13,1 miliar dolar AS.
Dalam beberapa bulan terakhir, perusahaan telah menerbitkan lebih dari 10 miliar dolar AS saham preferen, termasuk STRC dan Strife (STRF), untuk mendanai pembelian Bitcoin. Dengan harga Bitcoin yang berkutat di bawah 60.000 dolar AS dan permintaan ETF Bitcoin spot yang merosot tajam, tekanan terhadap neraca Strategy semakin nyata. Analis bahkan telah memperingatkan agar perusahaan menghentikan pembelian Bitcoin dan fokus membangun kembali cadangan kas.
Detail Kerangka Kerja Baru
Digital Credit Capital Framework memperkenalkan tiga komponen kunci. Pertama, program BTC Monetization memungkinkan penjualan Bitcoin hingga 1,25 miliar dolar AS untuk mendanai cadangan USD perusahaan. Strategy mengindikasikan bahwa dengan penjualan tersebut, perusahaan memiliki sumber daya yang cukup untuk menutupi sekitar 26 bulan biaya dividen, naik signifikan dari cadangan saat ini yang hanya mencakup sekitar 18 bulan.
Kedua, Strategy mengalokasikan dana hingga 1 miliar dolar AS untuk membeli kembali saham preferen dan 1 miliar dolar AS lagi untuk pembelian kembali saham biasa, menggunakan dana terpisah dari cadangan USD. Program buyback ini diharapkan fokus pada STRC terlebih dahulu, dengan pembelian di bawah harga pari yang berpotensi mengurangi biaya berulang perusahaan.
Ketiga, perusahaan menaikkan dividen STRC sebesar 50 basis poin menjadi 12 persen, menandai kenaikan dividen kedelapan kalinya. Namun dalam langkah yang tegas, Strategy menyatakan tidak akan meningkatkan dividen STRC semata-mata karena saham tersebut diperdagangkan di bawah pari.
Dampak Pasar dan Respons Investor
Pengumuman ini langsung mempengaruhi pasar. Bitcoin diperdagangkan di sekitar 59.800 dolar AS, turun 0,5 persen dalam 24 jam pasca pengumuman. ETF Bitcoin spot AS mencatat arus keluar bersih 231 juta dolar AS pada hari Senin, dengan IBIT BlackRock sendiri kehilangan 300 juta dolar AS. Sebagian diimbangi oleh arus masuk 50 juta dolar AS ke ARKB milik Ark Invest dan 35 juta dolar AS ke GBTC milik Grayscale.
Ironisnya, saham Strategy (MSTR) justru naik 5 persen dalam perdagangan pra-pasar ke 86,52 dolar AS, menunjukkan investor saham menyambut baik langkah manajemen risiko ini. STRC melonjak hingga 82,50 dolar AS sebelum bel pembukaan, rebound tajam dari level terendahnya di 71,25 dolar AS.
Di pasar prediksi Myriad milik perusahaan induk Decrypt, trader hanya memberi probabilitas 15 persen bahwa Strategy akan memegang lebih dari 1 juta Bitcoin sebelum akhir tahun 2026. Angka ini sedikit membaik dari 14,5 persen seminggu sebelumnya namun masih mencerminkan skeptisisme mendalam terhadap kemampuan perusahaan melanjutkan akumulasi agresif.
Analisis: Titik Balik Narasi Bitcoin Korporat
Kerangka kerja baru Strategy berpotensi menjadi titik balik historis dalam narasi Bitcoin korporat. Selama bertahun-tahun, Michael Saylor membangun reputasi sebagai evangelis Bitcoin yang tidak akan pernah menjual. Slogannya yang terkenal menyatakan Strategy akan membeli Bitcoin selamanya. Kini, realita pasar memaksa perubahan strategi fundamental.
Langkah ini membuka pertanyaan lebih besar: jika pemegang Bitcoin korporat terbesar di dunia mulai bersiap menjual, apa artinya bagi kepercayaan institusional secara keseluruhan? Di sisi positif, kerangka kerja ini menunjukkan kematangan manajemen treasury, mengakui bahwa bahkan aset digital memerlukan likuiditas dan manajemen risiko yang disiplin. Perusahaan juga menegaskan tidak akan menerbitkan saham biasa baru untuk membeli Bitcoin kecuali valuasi perusahaan berada di atas premi terhadap kepemilikannya.
Dengan Bitcoin bertahan di bawah 60.000 dolar AS, dolar AS mendekati level tertinggi multi-tahun, dan yen Jepang jatuh ke level terendah 40 tahun terhadap dolar, kondisi makroekonomi terus menekan aset berisiko. Strategy kini berjalan di atas tali, menyeimbangkan komitmen ideologis terhadap Bitcoin dengan realitas operasional perusahaan publik yang harus mempertanggungjawabkan setiap sen kepada pemegang saham.
Sumber asli: Decrypt, Strategy Press Release, CoinGecko, Yahoo Finance, SoSoValue, Myriad Markets.



