Analisa

Samson Mow Klaim Bottom Bitcoin Tercapai, Saylor Sinyal Borong BTC Lagi

Samson Mow Klaim Bottom Bitcoin Tercapai, Saylor Sinyal Borong BTC Lagi

Key Takeaways

Samson Mow menyatakan bottom Bitcoin sudah tercapai karena siklus halving telah terakselerasi. Michael Saylor juga memberi sinyal Strategy akan terus mengakumulasi BTC meski sahamnya tertekan.

Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah jatuh di bawah level psikologis $60.000 pada akhir pekan ini, menempatkan aset kripto nomor satu itu pada jalur mencetak kerugian kuartalan back-to-back yang sangat langka sepanjang sejarah. Jika kuartal kedua 2026 ditutup di zona merah, ini akan menjadi pertama kalinya sejak 2018 Bitcoin mencatat dua kuartal kerugian berturut-turut. Namun di tengah tekanan jual, dua tokoh paling vokal di ekosistem โ€” Samson Mow dan Michael Saylor โ€” justru menunjukkan optimisme yang kontras dengan sentimen pasar yang lesu.

Siklus Halving yang Berubah

Narasi seputar siklus empat tahunan Bitcoin yang selama ini dijadikan patokan oleh para trader kini mulai dipertanyakan. Siklus halving yang biasanya memicu reli besar dalam 12-18 bulan setelahnya menunjukkan pola yang berbeda, seiring masuknya investor institusional melalui ETF Bitcoin spot AS yang diluncurkan pada Januari 2024. Perubahan struktural ini menjadi latar belakang penting dalam memahami mengapa beberapa analis top mulai mempertanyakan validitas siklus historis sebagai alat prediksi.

Samson Mow, mantan Chief Strategy Officer Blockstream dan figur kunci di balik adopsi Bitcoin oleh El Salvador, menyatakan melalui akun X pada Minggu (28/6) bahwa bottom Bitcoin sudah tercapai. Ia berargumen bahwa pencapaian all-time high 37 hari sebelum halving April 2024 adalah bukti siklus telah terakselerasi โ€” sebuah anomali yang belum pernah terjadi dalam tiga siklus halving sebelumnya. Secara tradisional, ATH baru selalu muncul setelah halving, bukan sebelumnya. Mow menekankan bahwa mereka yang masih berpegang pada prediksi bottom empat bulan dari sekarang berdasarkan siklus historis perlu menghitung ulang asumsi mereka.

Saylor dan Strategy: Akumulasi di Tengah Tekanan

Sementara itu, Michael Saylor โ€” pendiri Strategy (sebelumnya MicroStrategy) โ€” juga menyampaikan sinyal bullish. Melalui unggahan di X, Saylor membagikan grafik StrategyTracker yang menunjukkan perusahaannya kini memegang 847.363 BTC senilai sekitar $50,88 miliar, dengan rata-rata harga pembelian $75.653 per koin dari 113 kali akumulasi. Perusahaan telah menghabiskan lebih dari $64 miliar untuk membangun posisi Bitcoin terbesar di antara perusahaan publik mana pun. "Kita akan butuh lebih banyak grafik," tulis Saylor, mengisyaratkan pembelian Bitcoin lanjutan meskipun saham MSTR telah anjlok 8% ke $86 pada Kamis lalu dan kembali turun 3,54% ke $82,31 pada Minggu. Saham preferen STRC juga tertekan di kisaran $74,57.

Namun optimisme Saylor menghadapi skeptisisme yang semakin besar. Pekan lalu, CEO Ripple Brad Garlinghouse secara terbuka mengkritik model pendanaan Strategy, menyebutnya telah merusak pasar kripto secara lebih luas. Kekhawatiran juga muncul seputar kemampuan Strategy memenuhi kewajiban dividen STRC, meskipun treasury Saylor dilaporkan masih memiliki cadangan dolar untuk sekitar 10 bulan pembayaran dividen ke depan.

Proyeksi Bottom: Dari $55.000 Hingga $40.000

Tidak semua pihak sependapat dengan Mow. Markus Thielen, pendiri 10x Research, memperkirakan bottom Bitcoin justru baru akan terbentuk di kisaran $55.000 antara Agustus hingga Oktober 2026. Arthur Hayes, mantan CEO BitMEX, mengambil posisi lebih bearish dengan target bottom di $40.000 dalam enam bulan ke depan. Analis senior CoinDesk James Van Straten menambahkan bahwa data on-chain menunjukkan Bitcoin masih mungkin turun 15% atau lebih, dengan rentang $50.000 hingga $54.000 sebagai medan pertempuran kunci berikutnya berdasarkan 200-week moving average.

Indikator Teknikal Beri Sinyal Ambigu

Menariknya, indikator teknikal justru memberikan sinyal ambigu. Analis pasar CoinDesk Omkar Godbole mencatat bahwa 50-week dan 100-week simple moving average Bitcoin sangat dekat membentuk "bear cross" โ€” sebuah pola yang secara historis justru muncul di dekat market bottom, bukan di puncak. Ini membuat sebagian analis membaca sinyal tersebut sebagai indikator contrarian yang bullish, menambah lapisan kompleksitas pada perdebatan yang sedang berlangsung.

Perdebatan ini mencerminkan ketidakpastian yang lebih luas di pasar kripto saat ini. Di satu sisi, tekanan makroekonomi global, kebijakan moneter yang ketat, dan kekhawatiran regulasi terus membebani harga. Di sisi lain, akumulasi institusional yang agresif โ€” dibuktikan oleh Strategy dan arus masuk ETF Bitcoin spot โ€” serta adopsi Bitcoin oleh negara-bangsa terus memberikan fundamental jangka panjang yang solid. Apakah Mow dan Saylor akan terbukti visioner atau justru terlalu optimis akan terjawab dalam beberapa bulan ke depan.

Sumber: CoinDesk โ€” "Samson Mow says bitcoin bottom is in despite skepticism from analysts" dan "Michael Saylor teases more bitcoin buying even as Strategy stock continues to fall" (28 Juni 2026).

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar