Pasar non-fungible token (NFT) terkemuka di jaringan Injective, Talis Protocol, resmi membekukan seluruh aktivitas pendaftaran (listing) dan lelang baru setelah mengalami insiden peretasan serius. Dalam pengumuman resminya pada Minggu (1/11/2026), tim pengembang mengonfirmasi bahwa peretas berhasil mengeksploitasi kelemahan logika pada smart contract pasar dan lelang, sehingga menguras sekitar 5.700 NFT yang tersimpan di dalam rekening penampungan escrow. Serangan mendadak ini langsung memicu respons darurat dari pengembang protokol guna mengamankan ribuan aset pengguna yang masih tersisa serta membatasi penyebaran risiko eksploitasi ke jaringan blockchain lain.
Kronologi Eksploitasi Kontrak Escrow dan Pengurasan 5.700 NFT
Berdasarkan data awal yang diungkapkan tim pengembang, serangan terhadap Talis Protocol bermula dari kerentanan logika eksekusi pada smart contract lelang dan marketplace terdesentralisasi. Celah keamanan kritis tersebut memungkinkan penyerang memanipulasi instruksi penarikan aset dari mekanisme escrow, yaitu wadah kontrak penampungan sementara aset digital saat proses penawaran dan penjualan berlangsung. Akibatnya, sekitar 5.700 koleksi NFT berpindah tangan secara ilegal ke dompet digital peretas tanpa adanya otorisasi atau pembayaran yang sah dari pemilik asli.
Insiden peretasan ini tercatat terjadi pada Sabtu malam waktu setempat (31/10) sekitar pukul 22:50 UTC dan langsung terdeteksi oleh sistem pemantau transaksi on-chain. Menanggapi situasi darurat tersebut, Talis Protocol segera mengambil langkah mitigasi agresif dengan menonaktifkan fungsi interaksi kontrak baru di jaringan Injective guna mencegah kerugian yang lebih luas. Pihak protokol juga mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh komunitas dan kolektor agar menghentikan aktivitas transaksi. Dalam pernyataan resminya, tim menegaskan, “Tolong jangan membeli, mendaftarkan, atau menawar di Talis sampai kami mengonfirmasi bahwa platform telah sepenuhnya aman.”
Tindakan Darurat, Pengembalian 26.000 NFT, dan Pembekuan Multi-Rantai
Sebagai tindakan pencegahan lanjutan, Talis Protocol turut memperluas penghentian fitur lelang dan listing baru ke hub pasar mereka di jaringan blockchain lain, termasuk Xion dan Orai. Langkah defensif multi-rantai ini diambil demi memastikan peretas tidak dapat mengeksploitasi celah logika serupa pada implementasi smart contract di ekosistem berbeda. Kendati transaksi baru dihentikan total, pengguna masih tetap diberikan akses teknis untuk membatalkan penawaran terbuka (open offers) yang belum tereksekusi guna mengamankan likuiditas modal mereka.
Di tengah upaya mitigasi insiden tersebut, tim pengembang Talis melaporkan perkembangan positif bahwa lebih dari 26.000 NFT berhasil dievakuasi dan dikembalikan langsung dari smart contract protokol ke alamat dompet para pemilik sah. Kendati demikian, pihak pengembang belum memberikan klarifikasi spesifik apakah angka 26.000 unit yang diamankan tersebut mencakup sebagian aset yang sempat menjadi target eksploitasi atau murni berasal dari pembatalan kontrak penampungan escrow yang berhasil diselamatkan sebelum sempat dikuras oleh pelaku.
Rencana Kompensasi Korban dan Implikasi Keamanan Ekosistem Injective
Saat ini, tim pengembang inti Talis Protocol menyatakan telah berhasil menyiapkan perbaikan kode (patched contracts) untuk menambal seluruh celah keamanan smart contract yang sebelumnya dieksploitasi penyerang. Kontrak baru yang telah diperbaiki tersebut kini tengah menjalani proses audit internal dan peninjauan keamanan ketat oleh pihak ketiga sebelum diterapkan kembali ke jaringan utama (mainnet). Pengembang belum memberikan jadwal pasti kapan penerapan patch akan dirilis ke publik, sembari menjanjikan peluncuran laporan forensik menyeluruh (post-mortem) dalam waktu dekat.
Selain fokus pada perbaikan infrastruktur teknis, Talis Protocol tengah merancang skema kompensasi terpadu bagi para korban yang terdampak, termasuk rencana pengembalian NFT dan mekanisme ganti rugi bagi pengguna penawar (offer makers) yang dananya tersandera. Tim juga berkomitmen untuk segera menerbitkan daftar lengkap koleksi NFT yang terdampak agar platform pihak ketiga serta pasar sekunder dapat memblokir perdagangan aset curian tersebut. Peristiwa ini menjadi alarm krusial mengenai pentingnya audit keamanan berlapis pada protokol NFT terdesentralisasi di tengah pesatnya adopsi ekosistem Injective dan Cosmos.
Sumber: TokenPost



