Teknologi & Development

Ethereum Masuki Fase Final Upgrade Glamsterdam, Perombakan Terbesar Sejak The Merge

Ethereum Masuki Fase Final Upgrade Glamsterdam, Perombakan Terbesar Sejak The Merge

Key Takeaways

Ethereum memasuki tahap pengembangan akhir upgrade Glamsterdam, perombakan protokol terbesar sejak transisi ke proof-of-stake tahun 2022, dengan target peluncuran paruh kedua 2026.
Pengembang inti Ethereum telah memasuki fase pengembangan akhir untuk upgrade Glamsterdam, sebuah perombakan protokol yang digadang-gadang sebagai perubahan terbesar pada jaringan sejak transisi bersejarah ke proof-of-stake pada tahun 2022. Tim pengembang kini menjalankan devnet yang memuat seluruh Ethereum Improvement Proposals (EIP) yang direncanakan, menandai babak akhir sebelum kode diperkeras dan dikirim ke testnet publik.

Latar Belakang dan Konteks Pengembangan

Menurut Parithosh Jayanthi, insinyur devops di Ethereum Foundation, pengembangan saat ini telah menunjukkan kemajuan yang sangat signifikan. "Kami sedang mengerjakan devnet dengan semua EIP di dalamnya saat ini," ujar Jayanthi. "Ini adalah fase terakhir sebelum kami bekerja pada hardening dan kemudian mengirimkan testnet. Tidak ada timeline yang kaku, tetapi kami telah membuat kemajuan besar." Meskipun tanggal aktivasi pasti belum ditentukan, upgrade Glamsterdam diperkirakan akan diluncurkan pada paruh kedua tahun 2026. Jayanthi menggambarkan Glamsterdam sebagai "mungkin fork terbesar yang kami miliki sejak The Merge," menambahkan bahwa upgrade ini akan "mengubah banyak asumsi tentang Ethereum dan mempersiapkan kami untuk scaling yang jauh lebih besar di masa depan."

Fitur Utama: ePBS dan Block-level Access Lists

Dua fitur utama yang menjadi sorotan dalam upgrade ini adalah Enshrined Proposer-Builder Separation (ePBS) yang dilacak secara formal sebagai EIP-7732, dan Block-level Access Lists melalui EIP-7928. ePBS akan membawa pemisahan antara entitas yang membangun blok transaksi dan entitas yang mengusulkannya langsung ke dalam protokol inti Ethereum. Saat ini, proses ini sebagian besar berjalan di luar rantai (offchain), yang menciptakan asumsi kepercayaan tambahan dan kekhawatiran sentralisasi. Dengan memindahkan mekanisme ini ke dalam protokol (onchain), pengembang berharap dapat mengurangi peluang manipulasi yang terkait dengan maximal extractable value (MEV). Sementara itu, Block-level Access Lists akan memungkinkan blok untuk mendeklarasikan di muka akun dan data smart contract mana yang akan mereka akses. Perubahan ini akan memungkinkan klien Ethereum untuk memuat informasi terlebih dahulu secara lebih efisien, membuat eksekusi blok menjadi lebih cepat, lebih dapat diprediksi, dan lebih mudah dioptimalkan.

Repricing Gas dan Dampaknya pada Ekonomi Ethereum

Di luar proposal utama tersebut, Glamsterdam juga mencakup serangkaian repricing gas yang luas dan berpotensi mengubah secara signifikan ekonomi penggunaan Ethereum. Jayanthi menjelaskan bahwa perubahan ini akan sangat memengaruhi biaya berbagai tindakan di Ethereum: komputasi tingkat tinggi menjadi lebih murah, sementara penyimpanan state menjadi lebih mahal. Repricing ini dimaksudkan untuk membuat struktur biaya Ethereum lebih akurat mencerminkan sumber daya yang dikonsumsi oleh berbagai operasi, sekaligus mempermudah jaringan untuk diskalakan dengan sistem zero-knowledge proving.

Dampak pada Ekosistem Kripto

Dampak dari upgrade Glamsterdam terhadap ekosistem Ethereum tidak bisa diremehkan. Perubahan pada mekanisme MEV melalui ePBS berpotensi menciptakan lingkungan yang lebih adil bagi validator dan pengguna, mengurangi keunggulan yang saat ini dinikmati oleh builder blok berskala besar. Sementara itu, optimalisasi akses data melalui Block-level Access Lists dapat secara signifikan meningkatkan throughput jaringan dan pengalaman pengguna secara keseluruhan. Repricing gas juga akan menjadi game-changer bagi pengembang aplikasi terdesentralisasi (dApps) dan protokol DeFi yang beroperasi di atas Ethereum. Biaya komputasi yang lebih murah dapat mendorong inovasi dalam smart contract yang lebih kompleks, sementara biaya state yang lebih tinggi mendorong efisiensi penyimpanan data onchain.

Kesimpulan dan Langkah Selanjutnya

Saat ini, pengembang terus berfokus pada pengujian berkelanjutan, finalisasi spesifikasi, dan penjangkauan kepada komunitas Ethereum yang lebih luas mengenai implikasi dari perubahan repricing gas. Setelah tahap devnet selesai, kode akan memasuki fase hardening sebelum akhirnya dikirim ke testnet publik untuk pengujian komunitas yang lebih luas. Komunitas Ethereum dan investor kripto secara umum akan mencermati perkembangan upgrade ini dengan saksama, mengingat posisi Ethereum sebagai platform smart contract terkemuka dengan kapitalisasi pasar lebih dari $300 miliar dolar AS. Keberhasilan Glamsterdam akan menjadi tonggak penting dalam roadmap scaling jangka panjang Ethereum yang ambisius. Sumber: CoinDesk

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar