Teknologi & Development

Chainlink Gandeng 47 Bank Korsel-Eropa, Target Transfer Real-Time 12 Bulan

Chainlink Gandeng 47 Bank Korsel-Eropa, Target Transfer Real-Time 12 Bulan

Key Takeaways

Chainlink bergabung dengan Project Pangea, koalisi 47 bank Korea Selatan dan Eropa senilai $10 triliun aset, untuk membangun pembayaran lintas batas real-time berbasis stablecoin dalam 12 bulan.
Chainlink mengumumkan kemitraan strategis dengan 47 bank dari Korea Selatan dan Eropa dalam sebuah koalisi ambisius bernama Project Pangea. Inisiatif ini bertujuan menghadirkan pembayaran lintas batas real-time berbasis stablecoin dalam waktu 12 bulan ke depan, menandai salah satu langkah terbesar integrasi blockchain ke dalam sistem perbankan tradisional.

Koalisi Raksasa: $10 Triliun Aset Kelolaan

Koalisi ini menyatukan dua konsorsium perbankan besar: Qivalis, konsorsium stablecoin euro yang didukung 37 bank Eropa, dan UniKA, aliansi perbankan Korea yang mewakili lebih dari 10 bank komersial. Secara kolektif, grup ini mewakili aset kelolaan lebih dari $10 triliun, menjadikannya salah satu inisiatif tokenisasi aset terbesar yang pernah melibatkan institusi keuangan tradisional.

Bukan Sekadar Proof-of-Concept

Dalam wawancara video pada Selasa (23/6), Niki Ariyasinghe, Wakil Presiden Chainlink untuk Asia-Pasifik dan Timur Tengah, menegaskan bahwa Project Pangea bukan sekadar proof-of-concept. Semua pihak datang dengan kesadaran penuh. Target kami adalah transaksi live dalam kerangka hukum dan kepatuhan regulasi dalam 12 bulan ke depan, ujarnya.

Dari T+2 ke T+0: Revolusi Penyelesaian Valas

Project Pangea akan menguji penyelesaian transaksi valuta asing secara near-instant (T+0) menggunakan stablecoin euro dan won Korea Selatan yang teregulasi. Ini merupakan lompatan besar dari sistem penyelesaian tradisional yang saat ini memakan waktu hingga dua hari (T+2). Mekanisme atomic payment-versus-payment (PvP) akan memastikan kedua sisi transaksi mata uang diselesaikan secara bersamaan, atau tidak sama sekali, sehingga secara signifikan mengurangi risiko counterparty dan risiko penyelesaian.

Koridor Dagang $150 Miliar dan Dominasi Stablecoin Asia

Koridor perdagangan Eropa-Korea Selatan yang menjadi fokus proyek ini bernilai lebih dari $150 miliar per tahun dalam barang dan jasa, menjadikannya salah satu dari 15 rute perdagangan terbesar dunia. Data industri juga menunjukkan bahwa 60 persen dari seluruh pembayaran stablecoin global terjadi di Asia, menegaskan permintaan nyata di kawasan tersebut.

Middleware, Bukan Pengganti Infrastruktur

Alih-alih memaksa bank untuk merombak sistem komputer warisan mereka atau membeli mata uang kripto, Project Pangea dirancang sebagai middleware translator. Bank akan memicu transaksi menggunakan Swift, jaringan pesan global yang telah mereka gunakan sejak 1970-an, sementara infrastruktur Chainlink akan menerjemahkan perintah tersebut menjadi atomic swaps instan di ledger independen bernama Pangea L1 Network. Proyek ini kompatibel dengan standar perbankan ISO 20022 sehingga bank tradisional tidak perlu mengganti infrastruktur pembayaran eksisting mereka.

Bukan Pesaing Ripple

Ariyasinghe menekankan bahwa Chainlink tidak memposisikan diri sebagai pesaing Ripple dalam penyelesaian lintas batas institusional. Kami adalah penyedia teknologi. Ini bukan tentang menciptakan jaringan terpadu dari nol, melainkan menerapkan teknologi di tempat yang memberikan nilai dan menumbuhkan jaringan secara organik, jelasnya. Keberhasilan Project Pangea dapat menjadi katalis bagi adopsi stablecoin di perbankan global. Dengan mempersingkat waktu penyelesaian dari hitungan hari menjadi nyaris seketika, institusi peserta berharap dapat menurunkan biaya likuiditas, mengurangi risiko penyelesaian, dan memberikan akses dana yang lebih cepat bagi bisnis yang terlibat dalam transaksi lintas batas. Inisiatif ini menunjukkan bahwa narasi tokenisasi aset keuangan kini bergerak dari tahap eksperimen menuju implementasi infrastruktur nyata di koridor perdagangan internasional. Sumber: CoinDesk

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar