Desakan Baru dari Parlemen Eropa
Parlemen Eropa kembali menunjukkan sinyal agresif dalam mengatur industri aset digital. Komite Urusan Ekonomi dan Moneter (ECON) Parlemen Eropa secara resmi mendesak Komisi Eropa untuk mengkaji apakah layanan peminjaman kripto, staking, non-fungible token (NFT), dan keuangan terdesentralisasi (DeFi) perlu diatur dalam kerangka regulasi tambahan.
Desakan tersebut tertuang dalam laporan yang diajukan pada Jumat lalu untuk pemungutan suara pleno Parlemen Eropa. Laporan yang disusun oleh Anggota Parlemen Eropa asal Belgia, Johan Van Overtveldt itu merupakan resolusi inisiatif sendiri dari ECON yang berisi rekomendasi kebijakan aset digital bagi Komisi Eropa.
Laporan ini akan dibawa ke pemungutan suara pleno yang dijadwalkan pada 6 Juli 2026. Jika diadopsi, resolusi ini akan menjadi posisi resmi Parlemen mengenai kebijakan aset digital, namun tidak akan mengamendemen MiCA atau menciptakan kewajiban hukum baru secara langsung.
Menanti Fase Berikutnya MiCA
Komite ECON melihat perlunya kerangka yang lebih luas di luar cakupan MiCA saat ini. Dokumen ini juga mendorong promosi tokenisasi di seluruh layanan keuangan, mendorong pengembangan stablecoin berdenominasi euro, dan mengkaji apakah aktivitas kripto tambahan perlu diatur di bawah MiCA.
Rekomendasi ini muncul di momen yang sangat krusial. Uni Eropa akan memberlakukan penuh kerangka MiCA mulai 1 Juli 2026 — hanya tiga hari dari sekarang — yang mewajibkan seluruh penyedia layanan aset kripto memiliki otorisasi untuk beroperasi di kawasan Uni Eropa. Bursa besar seperti Binance masih berjuang memenuhi tenggat ini setelah menarik aplikasi lisensi mereka dari regulator Yunani.
Menariknya, laporan ECON juga menyinggung kekhawatiran terhadap fragmentasi regulasi di Uni Eropa. Komite memperingatkan negara-negara anggota agar tidak memperkenalkan persyaratan nasional di luar MiCA yang dapat memecah-belah industri aset digital kawasan. Peringatan ini relevan mengingat beberapa negara seperti Polandia telah dua kali memveto RUU MiCA domestik.
Perubahan Sikap terhadap Stablecoin
Sikap Parlemen Eropa terhadap stablecoin juga menunjukkan evolusi yang signifikan. Laporan ini menyambut baik stablecoin berdenominasi euro di bawah MiCA dan mendorong pengembangannya untuk mendukung sektor pembayaran kawasan. Posisi ini sejalan dengan pandangan yang lebih lunak dari tokoh-tokoh yang sebelumnya skeptis terhadap kripto, termasuk mantan manajer umum Bank for International Settlements, Agustín Carstens, yang baru-baru ini melunakkan sikapnya terhadap stablecoin.
Ini bukan pertama kalinya Van Overtveldt bersikap keras terhadap aset digital. Pada 2023, ia menyamakan mata uang kripto dengan narkoba di tengah krisis perbankan yang melibatkan Silicon Valley Bank, Signature Bank, dan Silvergate Bank — krisis yang juga terkait erat dengan stablecoin USDC yang sempat kehilangan patokan dolarnya.
Dampak bagi Industri Kripto
Komisi Eropa sendiri sebenarnya telah memulai proses peninjauan MiCA. Pada Mei lalu, Komisi meluncurkan konsultasi publik yang mencari masukan apakah kerangka regulasi harus diperluas ke area termasuk DeFi, staking, lending, NFT, dan aset keuangan yang ditokenisasi. Konsultasi ini juga membuka kembali perdebatan mengenai larangan stablecoin berbunga dalam MiCA.
Dengan tenggat transisi MiCA yang tinggal beberapa hari lagi dan potensi gelombang regulasi baru untuk DeFi, staking, dan NFT, industri kripto di Eropa bersiap menghadapi perubahan lanskap regulasi yang lebih ketat. Para pelaku industri harus mencermati hasil pemungutan suara pleno 6 Juli mendatang sebagai indikator arah kebijakan selanjutnya.



