Dunia politik Inggris diguncang skandal kripto setelah Nigel Farage, pemimpin Partai Reform UK dan tokoh utama Brexit, mengumumkan pengunduran dirinya sebagai anggota parlemen pada Selasa (7/7). Farage memilih mundur dari kursinya di Clacton menyusul laporan investigasi yang mengungkap penerimaan 'hadiah' senilai jutaan dolar dari figur-figur kontroversial di industri kripto.
Farage Bantah Lakukan Pelanggaran Hukum
Melalui siaran langsung di platform X, Farage dengan tegas menyatakan bahwa dirinya tidak melanggar hukum apa pun. 'Biar saya perjelas: Saya tidak melakukan kesalahan apa pun. Saya tidak melanggar hukum dengan cara apa pun. Saya tidak menyalahgunakan uang publik,' ujarnya.
Skandal ini bermula ketika laporan mengungkap bahwa Farage secara pribadi menerima donasi dan hadiah senilai jutaan dolar dari Christopher Harborne, seorang miliarder kripto, serta George Cottrell, mantan narapidana kasus penipuan yang memiliki keterkaitan dengan kasino kripto. Jumlah yang diterima Farage dari Harborne dilaporkan mencapai sekitar 6,7 juta dolar AS.
Jejak Farage di Industri Kripto
Farage sendiri bukanlah pendatang baru di dunia kripto. Ia sebelumnya menjadi pembicara di konferensi Bitcoin 2025 di Las Vegas dan merupakan investor di Stack, perusahaan treasury Bitcoin yang terdaftar di Bursa Efek London. Ketika laporan pertama kali muncul pada Mei lalu, Farage awalnya menyebut dana dari Harborne sebagai 'hadiah' atas jasanya dalam mengkampanyekan Brexit.
Politisi kontroversial ini kini menghadapi dua penyelidikan resmi oleh Komisioner Standar Parlemen Inggris. Meski demikian, Farage tidak berniat mundur sepenuhnya dari panggung politik. Ia justru mengumumkan akan maju kembali dalam pemilihan sela (by-election) yang akan digelar untuk mengisi kursinya yang kosong.
Pemilihan Sela Akan Menentukan Nasib Politik Farage
'Saya telah memutuskan bahwa rakyat Clacton harus menjadi hakim atas tindakan saya. Saya akan mencalonkan diri dalam pemilihan sela ini,' tegas Farage. Ia sebelumnya memenangkan kursi Clacton dengan 46,2 persen suara pada pemilu Juli 2024.
Skandal ini terjadi di tengah meningkatnya pengaruh uang kripto dalam politik global. Laporan terbaru dari Public Citizen mengungkap industri kripto telah menghabiskan sekitar 189 juta dolar AS untuk mendukung kandidat pro-kripto dalam siklus pemilu AS 2026. Sementara itu, Presiden Donald Trump sendiri melaporkan pendapatan terkait kripto senilai 1,4 miliar dolar AS dalam pengungkapan keuangannya tahun 2025.
Dampak pada Regulasi Kripto di Inggris
Partai Reform UK pimpinan Farage juga tercatat sebagai salah satu partai politik Inggris yang paling banyak menerima dukungan finansial dari miliarder kripto. Menurut data yang beredar, sumbangan dari figur-figur kripto ke Partai Reform melampaui total donasi yang diterima partai-partai politik lain di Inggris.
Pengunduran diri Farage menambah panjang daftar kontroversi yang menjerat politisi-politisi yang terkait industri kripto. Kasus ini juga memicu perdebatan lebih luas tentang perlunya regulasi yang lebih ketat terhadap aliran dana kripto dalam politik, terutama di Inggris yang selama ini dikenal dengan standar ketat pengawasan pendanaan politiknya.
Menurut The London Standard, pemilihan sela untuk menentukan nasib politik Farage bisa memakan waktu berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan, mengingat kompleksitas logistik pengunduran dirinya dan pemanggilan pemilihan sela.



