Latar Belakang: AS Perluas Sanksi ke Jaringan Kejahatan Kripto
Departemen Perbendaharaan AS (US Treasury) melalui Kantor Pengendalian Aset Asing (OFAC) mengumumkan sanksi baru terhadap Xinbi Guarantee, platform berbahasa Mandarin yang diduga mengoperasikan jaringan cyber-scam skala besar dengan memanfaatkan transaksi kripto. Pengumuman resmi diterbitkan pada Rabu, 9 September 2026, menandai langkah terbaru Washington dalam mengeringkan aliran dana kejahatan siber yang memanfaatkan aset digital.
Detail Sanksi dan Identitas Pelaku
Xinbi Guarantee dituding sebagai "pusat jaminan" (guarantee platform) yang menyediakan layanan escrow dan pencucian uang untuk jaringan penipuan online, pencurian identitas, dan kejahatan siber lainnya. Platform ini beroperasi dalam bahasa Mandarin dan memfasilitasi transaksi kripto untuk membantu pelaku kejahatan menyembunyikan jejak dana. OFAC menempatkan Xinbi Guarantee ke dalam Daftar Orang Terblokir Khusus (SDN List), yang berarti semua aset milik entitas ini di yurisdiksi AS dibekukan dan warga AS dilarang bertransaksi dengannya.
Skala Operasi dan Metode Kerja
Menurut data on-chain yang dikutip oleh analis blockchain, Xinbi Guarantee telah memproses volume transaksi kripto yang signifikan selama beberapa bulan terakhir. Platform ini berfungsi sebagai perantara kepercayaan (escrow) di mana pembeli dan penjual barang/jasa ilegal โ mulai dari data kartu kredit dicuri, alat peretas, hingga layanan "pig butchering" โ menyimpan dana dalam kripto hingga transaksi selesai. Model ini mirip dengan platform guarantee lain yang pernah disanksi, namun Xinbi Guarantee unggul dalam skala dan fokus pada pasar berbahasa Mandarin.
Perbandingan dengan Sanksi Sebelumnya
Ini adalah sanksi ke-3 OFAC terhadap platform guarantee kripto dalam 18 bulan terakhir. Pada awal 2025, AS menyanksi "Huione Guarantee" Kamboja yang memproses lebih dari $11 miliar transaksi mencurigakan. Di pertengahan 2025, "Lotus Guarantee" Myanmar ikut tersanksi dengan volume $3,2 miliar. Xinbi Guarantee diperkirakan memiliki volume lebih kecil โ sekitar $800 juta hingga $1,2 miliar โ namun pertumbuhannya cepat, mencatat kenaikan 340% quarter-over-quarter menurut data Chainalysis. Perbedaan kunci: Xinbi lebih terfokus pada ekosistem Tiongkok daratan dan diaspora Mandarin, sedangkan Huione dan Lotus beroperasi di Asia Tenggara.
Kutipan Resmi
Jesse Hamilton, jurnalis kebijakan CoinDesk yang meliput kasus ini, melaporkan bahwa pejabat Treasury menegaskan: "Kami akan terus mengejar aktor yang memfasilitasi kejahatan siber menggunakan kripto, terlepas dari lokasi atau bahasa mereka." Sementara itu, pejabat OFAC yang tidak bernama dalam background briefing menyatakan bahwa sinksi ini "mengirim sinyal jelas ke seluruh ekosistem guarantee platform: kripto bukan tempat bersembunyi untuk dana kejahatan."
Dampak ke Industri dan Langkah Selanjutnya
Sanksi ini mempertegang tekanan regulasi pada bursa kripto dan penyedia dompet (wallet) untuk menyaring transaksi ke alamat SDN. Beberapa bursa besar seperti Binance dan Coinbase biasanya memblokir alamat terkait dalam 24-48 jam setelah pengumuman OFAC. Bagi pelaku pasar Indonesia, ini mengingatkan pentingnya compliance AML/KYC dan pemantauan alamat berisiko tinggi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bappebti diharapkan mengeluarkan surat edaran terkait sanksi ini dalam hari-hari mendatang.
Kesimpulan
Penindakan terhadap Xinbi Guarantee menegaskan komitmen AS mengeringkan pembiayaan kejahatan siber lewat kripto. Meskipun volume Xinbi lebih kecil dari Huione, kecepatan pertumbuhannya dan fokus pasar Mandarin menjadikannya ancaman yang berkembang. Industri kripto global harus siap dengan lebih banyak sanksi serupa seiring semakin canggihnya pelacak on-chain dan kerja sama lintas batas.



