Regulasi

BREAKING: Agen Transfer Wall Street Lobi SEC Soal Tokenisasi Saham

BREAKING: Agen Transfer Wall Street Lobi SEC Soal Tokenisasi Saham

Key Takeaways

Securities Transfer Association (STA) secara resmi mendesak SEC AS untuk memberi perlakuan istimewa pada saham tokenisasi yang disponsori penerbit dibanding token pihak ketiga, di tengah proyeksi pasar sekuritas tokenisasi mencapai $5,5 triliun pada 2030.

Latar Belakang

Asosiasi agen transfer Wall Street secara resmi mendesak Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) untuk memberikan perlakuan istimewa terhadap saham tokenisasi yang disponsori penerbit dibandingkan token saham pihak ketiga. Langkah ini menjadi babak baru dalam persaingan sengit membawa pasar ekuitas AS senilai triliunan dolar ke atas rel blockchain.

Securities Transfer Association (STA) — kelompok industri yang mewakili agen transfer dan institusi Wall Street besar — menyampaikan surat resmi kepada SEC pada Senin (13/7). STA menekankan bahwa saham berbasis blockchain seharusnya merupakan sekuritas asli yang diotorisasi oleh perusahaan penerbit dan tercatat dalam daftar pemegang saham resmi, bukan token yang dibuat oleh platform tidak terafiliasi.

Posisi STA: Token Penerbit vs Pihak Ketiga

Perbedaannya sangat fundamental," tegas STA dalam surat tersebut. Token yang Disponsori Penerbit adalah saham sesungguhnya atau sekuritas lain dari korporasi. Sebaliknya, pemegang saham tokenisasi pihak ketiga justru menghadapi risiko kredit, kustodian, dan operasional dari platform penerbit token tersebut.

STA meminta SEC untuk menggambar garis regulasi yang jelas antara sekuritas tokenisasi yang disponsori penerbit dan token saham pihak ketiga. Kelompok ini juga mendesak agar setiap pengecualian inovasi, program percontohan, posisi no-action, atau kerangka permanen untuk sekuritas tokenisasi hanya berlaku untuk model yang disponsori penerbit.

Lebih lanjut, STA meminta SEC mewajibkan persetujuan penerbit sebelum platform memasarkan produk sebagai saham tokenisasi perusahaan publik, serta menetapkan pengungkapan yang jelas dan perlindungan kepatuhan untuk model pihak ketiga yang diizinkan.

Proyeksi Pasar Tokenisasi $5,5 Triliun

Dorongan ini muncul di tengah ledakan minat terhadap tokenisasi aset yang telah memikat perhatian Wall Street. Manajer aset, perusahaan kripto, dan pialang berlomba membawa saham, obligasi, dan reksa dana ke jaringan blockchain.

Global bank Citi memproyeksikan pasar sekuritas tokenisasi dapat mencapai $5,5 triliun pada 2030 dalam skenario dasar, dengan saham tokenisasi tumbuh menjadi $2,6 triliun. Angka ini menunjukkan betapa besarnya potensi pasar yang dipertaruhkan dalam perdebatan regulasi ini.

Suara dari Industri

Ann Bowering, CEO Layanan Penerbit di Computershare North America, agen transfer untuk lebih dari setengah perusahaan di indeks S&P 500, menyuarakan kekhawatiran serupa. Klien perusahaan tercatat kami telah menyampaikan keprihatinan atas produk gaya wrapper, yang dapat terlihat seperti kepemilikan saham perusahaan sementara berada di luar catatan, tata kelola, dan saluran komunikasi penerbit sendiri, ujarnya.

Saat ini, sebagian besar pasar saham tokenisasi senilai sekitar $2 miliar mengikuti model sintetis pihak ketiga, dipimpin oleh Ondo Finance dan xStocks milik Kraken, yang umumnya belum tersedia untuk investor ritel AS.

Sementara itu, perusahaan seperti Figure (saham FIGR) dan Securitize (saham SECZ) telah menerbitkan saham mereka sendiri secara onchain, mengikuti model yang disponsori penerbit. Dinari menjadi yang pertama memperoleh registrasi broker-dealer untuk platform ekuitas tokenisasi, mengikuti model kustodian.

Dampak Regulasi ke Depan

Persaingan model tokenisasi ini mencerminkan pertanyaan fundamental yang dihadapi regulator: struktur hukum apa yang seharusnya mendasari saham berbasis blockchain? SEC sendiri telah mengakui perbedaan ini dalam pernyataan staf Januari lalu, yang membedakan antara model kustodian dan sintetis pihak ketiga.

Dengan tokenisasi yang semakin menjadi prioritas bagi pembuat kebijakan dan pelaku pasar, garis pertempuran kini terbentang di antara pendekatan yang bersaing tentang seperti apa kepemilikan saham onchain seharusnya. Keputusan SEC tentang masalah ini dapat membentuk arah pasar tokenisasi global senilai triliunan dolar untuk tahun-tahun mendatang.

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar