Bitcoin kembali mencatatkan penurunan signifikan akhir pekan ini, tergelincir di bawah level psikologis $60.000 untuk pertama kalinya dalam beberapa pekan terakhir. Berdasarkan data CoinDesk pada Minggu (28/6), aset kripto terbesar dunia itu diperdagangkan di kisaran $59.940, turun 0,6% dalam 24 jam dan hampir 7% dalam sepekan. Penurunan ini menempatkan Bitcoin pada jalur menuju penutupan kuartal kedua yang kembali negatif, menyusul kerugian 22% di kuartal pertama tahun ini.
Anomali Pasar: Dua Kuartal Rugi Beruntun yang Langka
Fenomena dua kuartal rugi beruntun di paruh pertama tahun ini adalah peristiwa langka dalam sejarah Bitcoin. Sepanjang lebih dari satu dekade eksistensinya, situasi serupa hanya terjadi dua kali sebelumnya. Secara historis, kuartal kedua justru menjadi salah satu periode terkuat Bitcoin dengan rata-rata kinerja positif selama sepuluh tahun terakhir. Namun tahun 2026 membalikkan pola tersebut, menciptakan anomali yang membuat para pelaku pasar waspada.
Pasar altcoin mengalami pukulan yang lebih telak dibandingkan Bitcoin. Ethereum (ETH) anjlok 9,5% dalam sepekan ke level $1.567, mencatat penurunan sekitar 25% di kuartal kedua setelah terperosok 29% di kuartal pertama. Dogecoin (DOGE) merosot 11,7% ke $0,073, token HYPE dari Hyperliquid kehilangan 10,6%, dan XRP turun 8,7% ke $1,04. Di tengah kejatuhan tersebut, Solana (SOL) dan Tron (TRX) menunjukkan ketahanan relatif, masing-masing hanya terkoreksi 3,5% ke $70 dan 1,5%.
Faktor Pemicu: ETF, The Fed, dan Booming AI
Beberapa faktor utama menjadi pemicu pelemahan berkepanjangan ini. Arus keluar besar-besaran dari ETF Bitcoin spot AS menjadi salah satu tekanan paling signifikan, dengan dana investor institusional yang terus meninggalkan produk investasi kripto. Sikap hawkish Federal Reserve di bawah kepemimpinan Ketua baru Kevin Warsh memperkuat dolar AS yang kini mendekati level tertinggi tujuh bulan, semakin menekan aset-aset berisiko termasuk kripto.
Sentimen pasar juga terdistraksi oleh booming sektor kecerdasan buatan (AI). Modal investor global cenderung mengalir deras ke saham semikonduktor dan chip memori yang diuntungkan oleh revolusi AI, meninggalkan aset kripto yang masih bergulat dengan ketidakpastian regulasi dan permintaan institusional yang melemah. Aksi jual saham teknologi yang terjadi awal pekan lalu turut memperburuk tekanan dengan memicu korelasi negatif antara ekuitas dan kripto.
Prospek Kuartal Ketiga: Pemulihan atau Kelanjutan Tren Bearish?
Momentum bearish ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah kuartal ketiga akan membawa pemulihan atau justru memperpanjang siklus penurunan? Para analis kini mencermati apakah arus keluar ETF akan mereda dan permintaan spot kembali menguat, ataukah kelemahan struktural akan terus berlanjut hingga paruh kedua tahun ini. Dengan volatilitas yang masih tinggi dan sentimen makroekonomi global yang belum berpihak, para trader disarankan untuk tetap berhati-hati dan mengelola risiko secara disiplin.
Sumber: CoinDesk (https://www.coindesk.com/markets/2026/06/28/bitcoin-falls-below-usd60-000-on-track-for-a-rare-back-to-back-quarterly-loss)



