Bank investasi Wall Street, Cantor Fitzgerald, mengeluarkan laporan optimistis di tengah keterpurukan pasar kripto. Dalam riset terbarunya, Cantor menyatakan bahwa pasar bear Bitcoin kemungkinan besar sudah memasuki fase akhir, dengan pola historis menunjukkan potensi titik terendah (bottom) dalam beberapa bulan ke depan.
Siklus Historis Menunjuk ke Oktober 2026
Laporan yang dipimpin oleh analis Gareth Gacetta ini menyebut bahwa per 10 Juni 2026, Bitcoin telah berada 252 hari sejak puncak harga tahun 2025 dan mengalami koreksi sekitar 51 persen dari level tertingginya. Berdasarkan data tiga siklus pasar sebelumnya, BTC rata-rata mencapai bottom dalam waktu 384 hari setelah mencetak puncak. Pola ini mengindikasikan bahwa titik terendah siklus saat ini dapat terjadi sekitar akhir Oktober 2026.
Meski demikian, Cantor menekankan bahwa model siklus ini bukanlah alat prediksi yang presisi. Risiko makroekonomi, ketidakpastian regulasi, dan ketegangan geopolitik tetap menjadi variabel yang dapat menggeser proyeksi waktu. Namun, sifat reflektif pasar kripto di mana sentimen dan ekspektasi kolektif sering memperkuat tren yang ada, membuat analisis berbasis siklus tetap memiliki bobot tersendiri.
Konteks Pasar: Juni Terburuk Sejak 2022
Pada saat publikasi laporan, Bitcoin diperdagangkan di kisaran $59.500, masih jauh dari level tertinggi sepanjang masa yang tercatat pada akhir 2025. Juni 2026 menjadi bulan yang sangat berat dengan aksi jual tajam yang dipicu oleh arus keluar dana ETF Bitcoin yang persisten, suku bunga tinggi, dan menurunnya selera risiko investor global.
Ethereum dan mayoritas altcoin utama bahkan mengalami kinerja yang lebih buruk dibandingkan Bitcoin dalam periode koreksi ini. Namun beberapa sektor seperti keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan tokenisasi aset justru menunjukkan ketahanan relatif di tengah tekanan pasar.
Pemenang Jangka Panjang: Value Accrual Jadi Kunci
Cantor juga menyoroti pergeseran penting dalam strategi investasi kripto. Dengan potensi titik balik pasar yang semakin dekat, bank ini menyarankan investor untuk mengalihkan fokus dari aktivitas spekulatif menuju jaringan blockchain yang memiliki akumulasi nilai yang tahan lama. Penggunaan jaringan saja tidak cukup mendorong nilai token. Pemenang jangka panjang adalah protokol yang mampu mengkonversi aktivitas on-chain menjadi arus kas berkelanjutan atau permintaan moneter yang stabil.
Dalam pemetaan lanskap kripto, Cantor mengidentifikasi Hyperliquid sebagai contoh paling jelas dari model ekonomi token berbasis biaya melalui mekanisme buyback dan burn token HYPE. Bitcoin tetap diposisikan sebagai aset moneter acuan, sementara Ethereum menjadi lapisan kolateral dominan untuk keuangan on-chain. Di sisi lain, Solana, Sui, XRP, dan Zcash dinilai memiliki keunggulan diferensiasi masing-masing, namun masih harus membuktikan kemampuan mereka dalam menerjemahkan pertumbuhan ekosistem menjadi permintaan token yang berkelanjutan.
Perusahaan Treasury Aset Digital: Tema Underrated
Menariknya, laporan ini juga menyoroti tema investasi yang selama ini kurang mendapat perhatian: perusahaan treasury aset digital. Cantor menilai bahwa perusahaan-perusahaan terkuat di segmen ini telah berevolusi dari sekadar pemegang pasif aset kripto menjadi operator bisnis aktif yang menghasilkan imbal hasil, membangun infrastruktur, serta menyediakan akses institusional ke aset digital.
Bank ini memulai cakupan terhadap Forward Industries (FWDI) dan Cypherpunk Technologies (CYPH) dengan peringkat overweight serta target harga masing-masing $7,90 dan $0,90. Kedua perusahaan ini dinilai sebagai jembatan penting antara keuangan tradisional dan ekosistem aset digital.
Peluang Akumulasi bagi Investor Indonesia
Bagi investor Indonesia, analisis Cantor memberikan secercah harapan di tengah sentimen pasar yang masih didominasi oleh ketakutan ekstrem. Jika proyeksi bottom Oktober terwujud, maka window akumulasi saat ini bisa menjadi peluang strategis terutama bagi mereka yang memiliki horizon investasi jangka panjang dan toleransi terhadap volatilitas tinggi yang melekat pada aset kripto.
Sumber: CoinDesk, "Cantor says bitcoin bear market may be entering final stretch" (1 Juli 2026).



