Usulan aturan Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat dapat membuka peluang altcoin masuk ke program pensiun 401(k), meski pengelola tetap harus menilai risiko dan tidak wajib menawarkan aset tersebut. Menurut laporan Cointelegraph pada 6 November 2026, rancangan itu telah masuk tahap peninjauan akhir Gedung Putih dan dapat mempermudah akses investasi alternatif, termasuk kripto, dalam skema pensiun pekerja.
Usulan 401(k) Tidak Menentukan Daftar Koin
Cointelegraph melaporkan bahwa rancangan yang diajukan Departemen Tenaga Kerja pada Maret tidak menetapkan aset digital mana saja yang boleh dimasukkan ke program 401(k). Usulan tersebut juga tidak menetapkan ambang minimum kapitalisasi pasar. Artinya, token yang lebih kecil tidak otomatis dikecualikan hanya berdasarkan ukurannya, tetapi juga belum tentu lolos penilaian pengelola dana pensiun.
Sebagai gantinya, rancangan memberikan panduan agar pengelola mempertimbangkan enam faktor: kinerja, biaya, likuiditas, valuasi, tolok ukur, dan kompleksitas. Enam pertimbangan itu penting karena pengelola harus dapat menjelaskan alasan suatu pilihan investasi masuk akal bagi peserta program. Tahap peninjauan akhir di Gedung Putih juga bukan berarti aturan tersebut telah berlaku atau seluruh program 401(k) akan menyediakan kripto.
Bitcoin dan Ether Unggul dari Riwayat dan Likuiditas
Teresa Goody Guillén, managing partner Bellementis PLLC, menilai Bitcoin dan Ether kemungkinan menjadi aset kripto pertama yang ditawarkan karena pasar dan produk investasinya lebih mapan. Cointelegraph mengutip data CoinGecko pada 6 November pukul 20.01 UTC yang menempatkan kapitalisasi pasar Bitcoin sekitar US$1,5 triliun dan Ether sekitar US$273 miliar. Angka itu merupakan potret pada waktu tersebut, bukan nilai terkini atau jaminan kelayakan investasi.
Guillén menekankan bahwa ukuran pasar tidak semestinya menjadi satu-satunya penentu. Menurutnya, pertanyaan utamanya adalah apakah investasi memenuhi standar kehati-hatian, likuiditas, valuasi, dan perlindungan investor yang berlaku bagi pilihan pensiun lain. Altcoin dengan riwayat lebih pendek atau perdagangan yang lebih tipis dapat lebih sulit memenuhi penilaian itu; sebaliknya, besarnya sebuah aset tidak otomatis menjadikannya cocok bagi semua peserta.
ETF Berpeluang Mendahului Kepemilikan Kripto Langsung
Rancangan tersebut tidak membatasi investasi kripto hanya melalui exchange-traded fund (ETF) atau dana kelolaan. Namun, Guillén mengatakan kepada Cointelegraph bahwa kedua bentuk produk itu kemungkinan ditawarkan lebih dahulu karena dapat menyesuaikan sistem kustodi dan pencatatan yang telah ada. Kepemilikan langsung memunculkan pertimbangan tambahan terkait penyimpanan, keamanan siber, dan penetapan harga.
Bagi pasar aset digital, akses melalui program pensiun dapat memperluas jalur investasi institusional apabila aturan final mendukungnya dan pengelola memutuskan untuk menyediakan produknya. Dampak tersebut belum pasti: setiap pilihan tetap bergantung pada keputusan pengelola serta penilaian risiko dan biaya. Investor juga perlu membedakan peluang akses yang masih diusulkan dari arus dana pensiun yang benar-benar sudah masuk ke pasar.
Sumber: [Cointelegraph, 6 November 2026](https://cointelegraph.com/news/us-401k-proposal-leaves-door-open-altcoins-hurdles).



