Sebanyak 21 institusi keuangan besar dunia mengumumkan pembentukan konsorsium baru untuk mengembangkan dan menerbitkan stablecoin, menandakan dorongan tradisional finance (TradFi) yang semakin kuat ke ruang aset digital. Kelompok ini mencakup Bank of America, Goldman Sachs, Citi, Deutsche Bank, UBS, Santander, MUFG, dan Fidelity Investments.
Konsorsium ini bertarget meluncurkan stablecoin berbasis dolar AS di paruh pertama 2027, dengan syarat terbentuknya perusahaan dan kondisi regulasi yang mendukung. Rencana jangka panjangnya adalah memperluas penawaran ke stablecoin bermata uang G7 lainnya, dengan euro menjadi prioritas berikutnya.
Latar Belakang & Konteks
Pertumbuhan stablecoin dalam beberapa tahun terakhir sangat pesat, didorong oleh kejelasan regulasi seperti GENIUS Act di AS dan regulasi Markets in Crypto-Assets (MiCA) di Uni Eropa. Kedua kerangka ini menciptakan jalur adopsi yang lebih jelas untuk stablecoin berbasis cadangan penuh.
Detail & Fakta Utama
Minat institusional sudah terlihat sejak awal 2025, ketika survei Fireblocks terhadap 295 eksekutif menemukan 90% responden menggunakan atau berencana menggunakan stablecoin. Sejak itu, bank-bank besar memperluas kehadiran di sektor ini. Anak perusahaan crypto Société Générale telah menerbitkan stablecoin euro dan dolar, sedangkan Fidelity baru saja meluncurkan stablecoin FIDD pegged dolar AS. Bulan lalu, Standard Chartered mendukung venture stablecoin Hong Kong Dollar (HKDAP).
Dampak & Analisis
Dengan total aset gabungan puluhan triliun dolar, konsorsium ini memiliki kapasitas untuk menciptakan likuiditas stablecoin skala besar sejak hari pertama. Komitmen pada cadangan 1:1 dan kepatuhan MiCA/GENIUS Act juga menetapkan benchmark baru untuk transparansi dan keamanan konsumen.



