Regulasi

Sber Rusia Siap Terima USDT dan Ether sebagai Agunan Pinjaman Kripto

Sber Rusia Siap Terima USDT dan Ether sebagai Agunan Pinjaman Kripto

Key Takeaways

Bank terbesar Rusia, Sber, berencana memperluas pinjaman beragunan kripto dengan menerima USDT dan Ether selain Bitcoin, seiring berlakunya aturan perdagangan kripto baru.

Ekspansi Agunan Kripto Sber

Bank terbesar Rusia, Sber, mengumumkan rencana untuk memperluas produk pinjaman beragunan aset kripto dengan menerima stablecoin USDT milik Tether dan Ether (ETH) sebagai agunan, selain Bitcoin (BTC) yang selama ini menjadi basis utamanya. Langkah ini menandai babak baru dalam hubungan perbankan arus utama Rusia dengan pasar aset digital, sekaligus mempertegas posisi Sber sebagai pelopor adopsi kripto di dalam negeri.

Kebijakan ini diungkapkan langsung oleh Wakil Ketua Sber, Anatoly Popov, dalam laporan kantor berita Rusia TASS pada Jumat lalu. Menurut Popov, Sber akan menyesuaikan produk-produk yang sudah ada dan secara bertahap memperluas penawaran layanannya seiring berlakunya undang-undang kripto baru Rusia. Bank tersebut berencana menambahkan USDT dan Ether sebagai agunan setelah Bank Rusia (bank sentral) memberikan izin resmi bagi aset-aset tersebut untuk diperdagangkan secara publik.

Regulasi Baru Rusia sebagai Pemicu

Konteks kebijakan ini tidak lepas dari percepatan regulasi kripto di Rusia. Presiden Vladimir Putin menandatangani undang-undang kripto pada 4 Agustus lalu, dengan ketentuan inti yang mulai berlaku efektif pada 1 September 2026. Regulasi baru ini memberi kewenangan kepada Bank Rusia untuk menentukan aset kripto mana saja yang boleh diperdagangkan di bursa yang teregulasi di dalam negeri.

Sebagai respons terhadap aturan tersebut, Bank Rusia pada 11 Agustus mengusulkan Bitcoin, Ether, dan USDT untuk diperdagangkan di bursa yang teregulasi. Ketiga aset itu dinilai memenuhi persyaratan utama, antara lain kapitalisasi pasar yang memadai, volume perdagangan yang signifikan, serta riwayat harga minimal lima tahun di pasar luar negeri. Persetujuan inilah yang menjadi syarat utama bagi Sber untuk mulai menerima USDT dan Ether sebagai agunan pinjaman.

Implikasi bagi Pasar Aset Digital

Keputusan Sber untuk merangkul stablecoin dan Ether sebagai agunan memiliki beberapa implikasi penting. Pertama, ini memperluas utilitas nyata aset digital di luar sekadar perdagangan spekulatif, menjadikannya instrumen yang dapat digunakan untuk memperoleh kredit di lembaga keuangan konvensional. Kedua, masuknya USDT sebagai agunan turut menegaskan peran stablecoin berbasis dolar sebagai jembatan likuiditas global, meskipun Rusia secara geopolitik kerap berseberangan dengan sistem finansial Barat.

Sikap Skeptis terhadap Rubel Digital

Menariknya, di tengah antusiasme terhadap aset kripto, Sber justru bersikap lebih skeptis terhadap rubel digital, mata uang digital bank sentral (CBDC) Rusia. Chief Financial Officer Sber, Taras Skvortsov, secara blak-blakan menyatakan bahwa bank tersebut melihat minimnya bukti permintaan luas terhadap CBDC tersebut menjelang peluncuran yang lebih luas pada 1 September.

"Saya tidak melihat minat yang jelas terhadap instrumen ini, selain dari bank sentral," ujar Skvortsov. Ia menambahkan bahwa baik klien ritel, klien korporat, maupun lembaga keuangan tidak secara aktif mendorong penggunaan rubel digital. Pernyataan ini menyiratkan adanya ketegangan antara arah kebijakan moneter negara dan preferensi pasar yang lebih condong ke aset kripto terdesentralisasi.

Fenomena ini memperlihatkan ironi yang menarik: pemerintah Rusia giat membangun CBDC sebagai representasi kedaulatan moneter digital, namun pelaku pasar dan bahkan bank pelat merah terbesar di negara itu justru lebih tertarik pada aset kripto yang berjalan di atas jaringan terdesentralisasi seperti Bitcoin dan Ethereum.

Prospek ke Depan

Ke depan, sinyal dari Sber berpotensi menjadi pemicu bagi lembaga keuangan Rusia lainnya untuk mengikuti jejak serupa. Jika tren ini berlanjut, Rusia dapat menjadi salah satu pasar dengan integrasi layanan keuangan kripto paling dalam di antara negara-negara G20, meskipun tetap berada di bawah pengawasan ketat bank sentralnya. Namun, tantangan tetap ada, terutama menyangkut kejelasan aturan teknis serta potensi fluktuasi nilai agunan yang melekat pada aset kripto bergejolak seperti Ether.

Sumber: Cointelegraph โ€” Russia's Sber eyes USDT loans, questions digital ruble demand.

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar