JPMorgan memperkirakan biaya produksi satu Bitcoin mencapai $78.000, jauh di atas harga pasar saat ini $62.500. Sekitar 20% penambang kini beroperasi merugi dan telah menjual lebih dari 32.000 BTC di kuartal pertama 2026.
Ethereum menghadapi tekanan berat setelah data derivatif dan arus bursa menunjukkan pelemahan signifikan. Open interest futures anjlok 31% ke level terendah sejak April 2025.
Bitcoin terkoreksi 7% setelah gagal merebut kembali level $67.200, memicu likuidasi long senilai $330 juta. Koreksi terjadi saat Nasdaq 100 mendekati ATH, menandai decoupling bersejarah.
ETF Bitcoin dan Ether spot AS kehilangan dana gabungan $111 juta dalam satu hari setelah Federal Reserve membatalkan ekspektasi pemangkasan suku bunga. BlackRock IBIT pun ikut terdampak.
Saham preferen STRC Strategy (MicroStrategy) terjun ke level terendah sepanjang masa di $89, memaksa perusahaan menghentikan penerbitan saham baru untuk pembelian Bitcoin.
Saham BitGo (BTGO) melonjak 20% setelah mengumumkan program buyback saham senilai $50 juta. Meski reli, harga saham masih 65% di bawah harga IPO Januari 2026.
Ricardo Salinas Pliego, konglomerat Meksiko senilai $5 miliar, mengalokasikan 70% portofolio investasinya ke Bitcoin. Ia bahkan meminta istrinya menggadaikan rumah untuk membeli lebih banyak BTC.
Sebanyak 80% opsi Bitcoin senilai $8,6 miliar terancam hangus saat expiry 26 Juni setelah BTC anjlok 11%. Max pain di $74.000 picu potensi volatilitas besar.
Token Uniswap (UNI) melonjak 22,5% ke $3,53 setelah Standard Chartered menetapkan target harga $100 pada 2030, menyebut DEX tersebut sebagai lapisan fondasi ekonomi on-chain.