Blockstream, perusahaan infrastruktur Bitcoin yang didirikan Adam Back, baru saja mempublikasikan Bitcoin Improvement Proposal (BIP) untuk skema tanda tangan post-kuantum bernama SHRINCS. Proposal ini menandai langkah konkret pertama menuju Bitcoin yang tahan terhadap ancaman komputasi kuantum, meski datang dengan sejumlah kompromi teknis yang signifikan.
Latar Belakang & Konteks
Blockstream telah membuktikan bahwa skema tanda tangan eksperimental SHRINCS berfungsi di production pada sidechain Liquid mereka. Peneliti Blockstream Jonas Nick menyebutnya sebagai "proposal konkret pertama untuk skema tanda tangan post-kuantum yang dirancang khusus untuk Bitcoin," meski menambahkan bahwa SHRINCS "tidak dimaksudkan menjadi skema tanda tangan 'final' Bitcoin, dan tidak optimal di setiap aspek."
Detail & Fakta Utama
SHRINCS mengatasi ini dengan mengoptimalkan skema berbasis hash hingga sekitar 13,23 kali lebih kecil dari standar NIST. Tanda tangan SHRINCS minimum 548 byte (ditambah 48 byte kunci publik) dan bisa tumbuh hingga 4.619 byte. Meskipun tetap sekitar 9x lebih besar dari Schnorr, dampaknya terhadap throughput dibatasi oleh Segregated Witness (SegWit), di mana byte tanda tangan masuk ke witness dan hanya memakan seperempat ruang data transaksi biasa.
Estimasi Blockstream menunjukkan: Bitcoin dengan Schnorr Taproot mencapai ~6,5 TPS (meski 80% pengguna belum adopsi), dengan ML-DSA lattice-based turun ke 0,5 TPS, dan SPHINCS+ hash-based ke 0,36 TPS. Dengan SHRINCS, throughput tetap sekitar 3 TPS — mirip kondisi hari ini.
SHRINCS diuji production di Liquid pada Maret 2026, termasuk transaksi yang menyertakan salinan white paper Bitcoin. Namun BIP memperingatkan: "a security proof is TODO" — bukti keamanan lengkap belum ada. Skema ini juga bersifat stateful: setiap tanda tangan menggunakan kunci sekali pakai baru, dan tanda tangan membesar 16 byte per penggunaan. Jika perangkat hilang, recovery memerlukan transaksi "stateless fallback" sekitar 5.777 byte.
Yoon Auh, founder BOLTS Technologies, menilai pengurangan ukuran ini menambahkan "statefulness, compact signing paths, fallbacks, asumsi inisialisasi seed, dan aturan kapan perangkat harus beralih ke tanda tangan stateless lebih besar." Menurutnya, ini rekayasa pragmatis tapi menambah kompleksitas dan kerapuhan — setiap aturan konsensus baru jadi obligasi pemeliharaan permanen di Bitcoin.
Dampak & Analisis
Marin Ivezic, author PostQuantum.com, merangkumnya: "Kendala pengikat migrasi kuantum Bitcoin bukan kriptografi, tapi governance. Antara BIP-360, BIP-361, SHRINCS, dan STARKs, menu teknis sudah lengkap. Yang hilang adalah mekanisme untuk memilih sebelum waktu habis."
Blockstream juga meneliti skema pendamping SHRIMPS (sekarang terintegrasi sebagai built-in stateless path di BIP yang sama) dan bereksperimen dengan lattice-based signatures yang lebih kecil tapi dianggap kurang terbukti. Jika ZK-proof agregasi dikombinasikan dengan SHRINCS, kecepatan Bitcoin berpotensi naik ke 6,7 TPS.
Penutup
Sumber: Cointelegraph Magazine, "SHRINCS BIP published: Quantum-secure Bitcoin comes with a catch" (27 Agustus 2026)



