Perusahaan treasury Bitcoin Strive (ASST) kembali menarik perhatian pasar usai membeli 1.110 Bitcoin senilai $81,5 juta atau sekitar Rp1,3 triliun. Akuisisi ini mendorong total holding Bitcoin perusahaan melewati ambang 21.356 BTC, meneguhkan posisinya sebagai salah satu korporasi publik dengan cadangan Bitcoin terbesar di dunia.
Latar Belakang & Konteks
Pendekatan ini mencerminkan tren makro di mana perusahaan publik mulai memperlakukan Bitcoin bukan sekadar aset spekulatif, melainkan sebagai cadangan nilai jangka panjang — mirip emas digital. Sejak Juni 2026, aliran dana masuk ke ETF Bitcoin spot AS telah melebihi $1,9 miliar per minggu, menandakan apresiasi institusional yang berkelanjutan.
Detail & Fakta Utama
CEO Matt Cole menyatakan bahwa pembelian ini merupakan lanjutan dari komitmen Strive untuk 'membangun cadangan Bitcoin yang tahan banting dan transparan bagi pemegang saham'. Perusahaan juga menegaskan tidak akan menjual Bitcoin dalam jangka pendek, fokus pada akumulasi berkelanjutan.
Dampak & Analisis
Namun, risiko tetap ada: volatilitas Bitcoin, tekanan regulasi sekuritas, dan potensi dilusi pemegang saham dari penerbitan saham berulang. Investor harus menilai apakah premium saham ASST atas nilai Bitcoin per saham (NAV) wajar dibandingkan alternatif seperti ETF Bitcoin spot (IBIT, FBTC) yang menawarkan eksposur murni tanpa risiko operasional korporasi.



