Nilai kapitalisasi pasar saham tertokenisasi Securitize (SECZ) mengalami penurunan tajam hingga lebih dari separuh dalam kurun waktu kurang dari satu bulan. Berdasarkan data agregator Token Terminal per Minggu, valuasi on-chain token SECZ merosot drastis dari level tertinggi $430,4 juta pada 28 September menjadi tinggal $208,6 juta. Di saat yang sama, token saham yang melacak ekuitas Circle (CRCL) melonjak sekitar 20% dan mencapai nilai kumulatif $383,6 juta, sekaligus merebut kembali tahta sebagai pemimpin pasar saham tertokenisasi global senilai $3,3 miliar. Penurunan ini mencerminkan tekanan jual hebat yang melanda saham fisik Securitize di pasar modal konvensional.
Tekanan Aksi Jual Saham Fisik di NYSE dan Penurunan Peringkat Citi
Koreksi tajam pada token SECZ di jaringan terdesentralisasi berjalan beriringan dengan gelombang aksi jual saham fisik Securitize yang diperdagangkan di Bursa Efek New York (NYSE). Saham SECZ di bursa reguler ditutup melemah 2,1% pada level $7,80 per lembar saham pada penutupan perdagangan Jumat, dengan nilai kapitalisasi pasar ekuitas tercatat sebesar $1,27 miliar. Pelemahan ini secara efektif menghapus seluruh keuntungan pasar yang sempat tercipta pasca peluncuran resmi platform perdagangan saham tertokenisasi perusahaan di jaringan blockchain Solana pada 8 Oktober lalu.
Sentimen pasar terhadap Securitize semakin tertekan setelah institusi perbankan Wall Street, Citigroup (Citi), menurunkan peringkat saham perusahaan dari "Buy" menjadi "Neutral" pada 13 Oktober. Analis Citi menyoroti ketidakpastian serta kekhawatiran terkait proyeksi pertumbuhan pendapatan jangka pendek dari lini bisnis penerbitan tokenisasi aset riil (RWA). Meskipun Securitize merupakan mitra kunci raksasa pengelola dana BlackRock dalam mengelola reksa dana institusional BUIDL, pasar mulai menuntut bukti monetisasi yang lebih terukur dari adopsi sekuritas on-chain.
Dominasi Circle di Pasar Saham Tertokenisasi Global Senilai $3,3 Miliar
Berbeda dengan kemerosotan yang dialami Securitize, token yang melacak saham penerbit stablecoin USDC, Circle, justru membukukan ekspansi valuasi yang solid. Kapitalisasi pasar token berbasis saham Circle bertambah sekitar 20% sejak akhir September hingga menembus $383,6 juta. Kenaikan tersebut mengukuhkan posisi Circle di puncak klasemen sektor saham tertokenisasi global yang kini memiliki total kapitalisasi pasar sekitar $3,3 miliar di luar produk ETF.
Kendati Circle memimpin total kapitalisasi sektor, valuasi tersebut terbagi ke dalam berbagai instrumen yang diterbitkan oleh beberapa entitas berbeda di sejumlah blockchain. Salah satu instrumen terbesar adalah produk token CRCLb milik bursa Binance yang berjalan di atas jaringan BNB Chain dengan nilai mencapai $154,1 juta. Sebaliknya, SECZ hingga saat ini masih memegang predikat sebagai aset saham tertokenisasi tunggal terbesar yang diterbitkan langsung oleh satu entitas korporasi sejak pencatatan perdananya di NYSE pada 2 Juli.
Prospek Ekuitas On-Chain dan Tantangan Likuiditas Pasar RWA
Dinamika persaingan antara Securitize dan Circle memperlihatkan pergeseran ekspektasi pelaku pasar terhadap instrumen ekuitas on-chain. Securitize yang mengukir sejarah dengan membawa saham biasanya langsung ke blockchain bersamaan dengan debut bursa Wall Street kini dihadapkan pada tantangan mempertahankan likuiditas dan kepercayaan investor institusional di tengah volatilitas pasar sekunder. Peluncuran integrasi dengan ekosistem Solana diharapkan mampu memperluas akses perdagangan ritel dan institusi, meski dampaknya masih memerlukan waktu untuk terwujud pada neraca keuangan.
Pertumbuhan pasar saham tertokenisasi hingga menembus angka $3,3 miliar membuktikan besarnya minat adopsi teknologi blockchain oleh industri keuangan arus utama. Integrasi antara ekuitas tradisional dengan likuiditas terdesentralisasi diproyeksikan terus berkembang pesat, terutama didorong oleh kemitraan strategis manajer aset global dan bursa kripto tier-1. Kendati demikian, ketatnya pengawasan regulator dan tuntutan imbal hasil riil menjadi ujian utama bagi para pelopor infrastruktur tokenisasi dalam mempertahankan momentum pertumbuhan jangka panjang.
Sumber: CoinTelegraph



