Home/LENYAP $6 MILIAR! Ini Kronologi Kehancuran Token Mantra yang Bikin Investor Gigit Jari
Crypto

LENYAP $6 MILIAR! Ini Kronologi Kehancuran Token Mantra yang Bikin Investor Gigit Jari

LENYAP $6 MILIAR! Ini Kronologi Kehancuran Token Mantra yang Bikin Investor Gigit Jari

Key Takeaways

Token Mantra (OM) kini hanya dihargai Rp1.287 per koin, angka yang menyakitkan bagi investor yang membeli saat harga puncak Rp145.000 di Februari 2025. Dalam hitungan bulan, kapitalisasi pasar senilai $6 miliar menguap begitu saja, menyisakan reruntuhan proyek yang sempat digadang-gadang sebagai masa depan tokenisasi aset dunia nyata.

Hari Hitam 13 April: Ketika Segalanya Runtuh

Tanggal 13 April 2025 akan selalu diingat sebagai hari paling kelam investor OM. Dalam hitungan jam, bukan hari atau minggu, harga OM anjlok lebih dari 90% dari $8,99 menjadi $0,59. Bayangkan, jika Anda punya investasi Rp100 juta di OM pagi itu, sorenya tinggal Rp10 juta.

CEO John Patrick Mullin langsung mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan: kehancuran ini bukan karena hacking, bukan karena eksploitasi kontrak pintar, tapi karena likuidasi paksa posisi leverage raksasa yang menggunakan token OM sebagai jaminan. "Bursa-bursa terpusat memaksa likuidasi di saat likuiditas rendah. Ini sangat tidak adil," keluh Mullin.

Perang Terbuka dengan Bursa OKX

Plot twist-nya justru di sini. Bursa kripto raksasa OKX membantah keras narasi Mullin. Menurut OKX, ada aktivitas mencurigakan di balik layar: beberapa akun yang saling terhubung meminjam ratusan juta dolar USDT menggunakan OM sebagai jaminan, jumlah yang tidak wajar dan berbau manipulasi harga.

OKX mengklaim sistem manajemen risiko mereka mendeteksi pergerakan abnormal dan terpaksa mengambil tindakan. Tim Mantra membantah keras, menyebut tuduhan itu tidak berdasar dan tidak ada masalah hukum antara mereka dengan OKX.

Data on-chain memperlihatkan transfer token OM senilai ratusan juta dolar ke bursa tepat sebelum crash, jejak digital yang memicu spekulasi liar di komunitas crypto. Apakah ini insider trading? Whale manipulation? Hingga kini, tidak ada jawaban pasti.

PHK Massal, Perusahaan Sekarat

Dampaknya masih terasa hingga sekarang. Pada 14 Januari 2026, tepat seminggu yang lalu, Mantra mengumumkan restrukturisasi massal dengan PHK di hampir semua divisi: business development, marketing, HR, hingga customer support.

"Ini keputusan paling sulit yang harus saya buat," tulis Mullin di Twitter. Ia mengakui bahwa ekspansi perusahaan sebelumnya "tidak berkelanjutan" dan biaya operasional membengkak di luar kendali.

Total Value Locked (TVL) di ekosistem DeFi Mantra sekarang hanya $865.000, turun drastis dari puncak $4,51 juta. Angka yang memilukan untuk proyek yang sempat menjadi salah satu blockchain layer-1 paling hype di 2024-2025.

Token Migration Deadline yang Kontroversial

Menambah drama, batas waktu migrasi token OM berakhir pada 15 Januari 2026, tepat sehari sebelum pengumuman PHK massal. Kebijakan ini memaksa pemegang token yang sudah pontang-panting melihat aset mereka hancur untuk segera melakukan migrasi atau berisiko kehilangan akses ke token mereka selamanya.

Keputusan timing ini menuai kritik keras dari komunitas. "Sudah rugi 99%, sekarang disuruh migrasi atau token hilang. Ini namanya nendang orang yang lagi jatuh," tulis salah satu investor di forum Reddit.

Upaya Pemulihan yang Setengah Hati?

Tim Mantra mengklaim telah melakukan berbagai upaya untuk memulihkan harga token. Mereka melakukan token burn untuk mengurangi supply, meluncurkan stablecoin baru bernama mantraUSD, dan mengumumkan program buyback senilai $45 juta.

Namun semua upaya ini terlihat sia-sia. Harga OM tetap terpuruk di kisaran Rp1.200-an hingga hari ini, 17 Januari 2026. Volume trading 24 jam memang masih mencapai $89 juta, menunjukkan token ini masih diperdagangkan aktif, tapi mayoritas pergerakan adalah jual panik dan spekulasi jangka pendek.

Indikator teknikal menunjukkan 70% sinyal bearish, sementara indeks Fear & Greed berada di level 29 yang mengindikasikan ketakutan pasar masih sangat tinggi. Pertanyaannya: apakah Mantra masih bisa bangkit dari kehancuran ini, atau ini adalah awal dari kematian pelan-pelan sebuah proyek crypto yang sempat bersinar?

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar