Home/Investor Tinggalkan Kripto, Bitcoin Terpuruk ke Level Terendah 2026!
Crypto

Investor Tinggalkan Kripto, Bitcoin Terpuruk ke Level Terendah 2026!

Investor Tinggalkan Kripto, Bitcoin Terpuruk ke Level Terendah 2026!

Key Takeaways

Akhir Januari 2026 mencatat sejarah baru di pasar komoditas global. Emas dan Perak, dua aset pelindung nilai tertua di dunia, serentak mencetak All-Time High (ATH) yang fantastis. Emas meroket menembus US$5.500 per ounce, sementara Perak menyentuh angka psikologis US$120 per ounce. Lonjakan ini bukan tanpa sebab; ketidakpastian ekonomi global yang kian memuncak mendorong investor melakukan eksodus massal ke aset-aset safe-haven konvensional.

Reli logam mulia ini mencerminkan kerapuhan fundamental mata uang fiat, di mana Dolar AS tercatat melemah hingga 15% sejak awal 2025. Diperparah oleh konflik perdagangan AS-China yang belum mereda serta instabilitas politik domestik AS, Emas telah membukukan kenaikan lebih dari 110%, sementara Perak terbang 300% dalam periode yang sama. Statistik ini secara telak mengungguli kinerja pasar kripto yang justru terjebak dalam stagnasi.

Kripto Ditinggalkan? Dampak dari pergeseran arus modal ini sangat terasa di sektor aset digital. Bitcoin ($BTC) dan Ethereum ($ETH) tertinggal jauh di belakang, gagal menangkap momentum sebagai "Emas Digital". Harga Bitcoin bahkan tergelincir ke level terendah tahun ini di kisaran US$86.400, tertekan oleh likuiditas yang tersedot ke pasar logam. Para analis Forbes menyebut situasi ini sebagai "tamparan realitas", di mana Emas kembali menegaskan dominasinya sebagai jangkar stabilitas utama saat badai krisis menerjang.

Proyeksi Raksasa Wall Street Optimisme terhadap logam mulia tampaknya belum akan pudar. Analis dari bank investasi raksasa J.P. Morgan memprediksi harga Emas masih memiliki ruang tumbuh hingga US$6.000 per ounce dalam jangka panjang. Senada dengan itu, Citi melihat potensi Perak untuk terus melaju hingga US$150.

Namun, tidak semua pihak pesimis terhadap masa depan kripto. Beberapa pakar dari OpenEXO justru melihat fenomena ini sebagai wake-up call. Bitcoin, yang sejatinya diciptakan untuk menjawab ketidakpercayaan terhadap sistem keuangan terpusat, berpotensi menarik minat baru sebagai alternatif "Emas Digital" yang lebih modern, terutama jika kerangka regulasi semakin jelas.

Untuk saat ini, investor disarankan untuk tetap waspada. Kenaikan harga logam yang didorong oleh aliran spekulatif di pasar yang tipis bisa berujung pada koreksi tajam. Diversifikasi portofolio dan pemantauan ketat terhadap data inflasi (CPI) AS menjadi kunci navigasi di tahun 2026 yang penuh gejolak ini.

(Sumber: Forbes, J.P. Morgan, CNBC)

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar