Circle, penerbit stablecoin USDC kedua terbesar di dunia, sepakat mengakuisisi Tazapay, platform pembayaran lintas batas berbasis Singapura, seharga $400 juta. Akuisisi ini menambah lebih dari 60 mitra bank dan fintech serta cakupan payout di 100+ pasar ke ekosistem USDC, memperkuat posisi Circle di infrastruktur pembayaran global.
Latar Belakang: Circle Ekspansi Infrastruktur Pembayaran
Circle memproses volume USDC tahunan melebihi $25 miliar dan terus mencari cara mengurangi gesekan pembayaran lintas batas tradisional yang lambat, mahal, dan opak. Tazapay hadir dengan jaringan 60+ mitra perbankan dan fintech serta lisensi di Singapura, Hong Kong, dan Inggris — melengkapi kebutuhan Circle untuk jaringan payout lokal yang luas tanpa harus membangun dari nol. Bandingkan dengan volume USDC $25 miliar tahunan, akuisisi $400 juta ini merepresentasikan investasi ~1,6% dari volume tahunan untuk mengamankan Infrastruktur pembayaran global yang scalable.
Detail & Fakta Utama: Deal $400 Juta dan Jaringan 100+ Pasar
Transaksi berupa pembelian tunai dan saham, diperkirakan ditutup Q4 2026 setelah persetujuan regulasi. Tazapay dibangun 2020 dan telah memproses miliaran dollar transaksi lintas batas untuk klien enterprise. Jeremy Allaire, CEO Circle, menyatakan: "Tazapay memberi kami jaringan payout lokal instan di pasar yang sulit dijangkau, mempercepat visi USDC sebagai protokol pembayaran global terbuka." Rahul Shinghal, CEO Tazapay, menambah: "Gabungan ini memungkinkan kami menskalakan jaringan kita secara eksponensial dengan distribusi USDC yang masif." Data dari CoinTelegraph menunjukkan 100+ negara cakupan payout pasca-akuisisi, meliputi koridor Asia-Pasifik, Amerika Latin, dan Afrika yang historis tersedia layanan banking.
Dampak & Analisis: Konsolidasi Stablecoin Menuju Utilitas Nyata
Akuisisi ini menandai pergeseran industri stablecoin dari spekulasi trading ke utilitas pembayaran nyata. Circle (USDC $60M+ supply) dan Tether (USDT $140M+ supply) kini bersaing di lapisan infrastruktur, bukan hanya market cap. Bandingkan dengan Visa yang melaporkan $20 miliar run-rate volume stablecoin — Circle menargetkan pangsa pasar enterprise B2B cross-border yang bernilai triliunan dollar. Risiko eksekusi: integrasi teknis dua stack berbeda, persetujuan regulasi multi-yurisdiksi, dan retensi tim Tazapay pasca-akuisisi.
Penutup
Jika integrasi berjalan lancar, Circle bisa mengunci posisi sebagai tulang punggah pembayaran B2B global berbasis stablecoin, menyaingi jaringan SWIFT tradisional pada biaya dan kecepatan. Sumber: CoinTelegraph, Circle press release.



