New Jersey Tantang Otoritas Federal atas Prediction Market
New Jersey resmi menjadi negara bagian pertama di Amerika Serikat yang mengajukan gugatan ke Mahkamah Agung (Supreme Court) untuk memutuskan legalitas prediction market berbasis kripto. Langkah ini menandakan eskalasi signifikan dalam pertarungan regulasi antara negara bagian dan regulator federal atas otoritas mengawasi pasar prediksi seperti Polymarket dan Kalshi.
Gugatan ke Mahkamah Agung
Gugatan yang diajukan pada hari Rabu (2/9) ini langsung menantang keputusan Court of Appeals untuk Sirkuit Ketiga yang sebelumnya memutuskan bahwa Commodity Futures Trading Commission (CFTC) berwenang mengatur kontrak event berbasis kripto. New Jersey berpendapat bahwa keputusan itu menciptakan ketidakpastian hukum dan melanggar hak negara bagian untuk mengatur perjudian di wilayahnya.
Argumen Prokuror Jenderal
Prokuror Jenderal New Jersey, Matthew Platkin, menyatakan bahwa prediction market pada praktiknya tidak berbeda dengan taruhan olahraga yang dilarang oleh hukum negara bagian. "Kontrak event yang menawarkan taruhan pada hasil pemilu, keputusan Fed, atau peristiwa geopolitik hanyalah perjudian dengan nama lain," kata Platkin dalam pernyataan resmi.
Perspektif Industri
Sisi lain, pendukung prediction market berargumen bahwa platform seperti Polymarket menyediakan informasi pasar yang berharga โ yang dikenal sebagai "wisdom of crowds" โ dan seharusnya diatur sebagai instrumen finansial, bukan perjudian. CFTC sendiri sebelumnya telah mengeluarkan surat peringatan kepada Polymarket dan Kalshi, namun belum menetapkan kerangka regulasi yang jelas.
Mekanisme Certiorari Before Judgment
Kasus ini dikirimkan ke Mahkamah Agung melalui mekanisme "certiorari before judgment" โ langkah langka yang meminta hakim agung meninjau keputusan pengadilan banding sebelum keputusan final diterbitkan. Jika MA menerima kasus ini, putusannya akan menciptakan preseden hukum nasional yang mengikat bagi semua prediction market di AS.
Implikasi Masa Depan
Para pengamat hukum memperkirakan MA akan memutuskan apakah akan menerima kasus ini dalam beberapa bulan ke depan. Keputusannya akan menentukan apakah prediction market kripto beroperasi di zona abu-abu regulasi, atau tertib di bawah framework federal yang jelas โ dengan implikasi masif bagi industri DeFi dan pasar prediksi global.



