Dunia kripto kembali diguncang insiden keamanan besar. Kali ini, BonkDAO—organisasi otonom terdesentralisasi (DAO) di balik memecoin BONK berbasis Solana—menjadi korban serangan governance berbahaya yang menguras sekitar $20 juta dari kas treasuri mereka. Insiden ini terungkap pada Senin (6/7) waktu Amerika Serikat, memicu kekhawatiran baru tentang kerentanan model governance terdesentralisasi.
Kronologi Serangan
Serangan terjadi sekitar pukul 04.00 pagi waktu Timur AS, ketika lebih dari 4,4 triliun token BONK—senilai $19,3 juta pada saat penulisan—ditransfer dari dompet treasuri BonkDAO ke alamat yang teridentifikasi sebagai pelaku. Transaksi ini merupakan bagian dari instruksi kedua dalam Bonk Improvement Proposal #76, sebuah proposal governance yang diajukan dan berhasil lolos melalui platform voting BonkDAO.
Proposal berjudul "Sowellian BonkDAO" tersebut menjanjikan implementasi "governance Sowellian," pemasangan anggota dan dewan baru, serta distribusi token BONK kepada seluruh pemilih yang menyetujui proposal. Namun, alih-alih mendistribusikan token sesuai janji, pelaku justru memindahkan dana ke dompet berbeda—pertama ke alamat yang didanai melalui akun Bybit, kemudian dipindahkan lagi ke alamat Solana lain pada sore harinya. Hingga kini, dana tersebut belum didistribusikan kepada pihak mana pun.
Respons Tim dan Otoritas
Tim BonkDAO segera merespons dengan mengumumkan melalui platform X bahwa mereka telah menghubungi penegak hukum dan sedang bekerja sama dengan bursa terpusat, jembatan jaringan (bridge), serta Solana Foundation untuk menangani situasi. "Selama investigasi, BonkDAO mengidentifikasi dompet bursa yang digunakan untuk membeli BONK sebelum proposal diajukan," tulis akun resmi proyek tersebut, menambahkan bahwa mereka "terus bekerja dengan pihak terkait untuk memulihkan dana dan mengidentifikasi mereka yang bertanggung jawab."
Insiden ini memicu respons cepat dari bursa kripto global. Bursa Korea Selatan Upbit dan bursa Amerika Serikat Kraken langsung menangguhkan setoran dan penarikan token BONK. Upbit secara khusus menyebut langkah tersebut sebagai "tindakan perlindungan pengguna menyusul insiden keamanan."
Dampak Pasar
Dampak pasar langsung terasa. Harga BONK anjlok sekitar 7% dalam 24 jam pasca serangan, diperdagangkan di kisaran $0,0000043—atau sekitar 93% di bawah level tertinggi sepanjang masanya di $0,000058. Kejatuhan ini memperburuk kondisi pasar memecoin yang sudah tertekan, di mana kapitalisasi pasar memecoin secara keseluruhan menyentuh level terendah dua tahun pada minggu sebelumnya.
Analisis: Celah Governance Terdesentralisasi
Serangan terhadap BonkDAO bukanlah insiden governance DAO pertama di ekosistem kripto, namun ini menjadi salah satu yang terbesar dari segi nilai kerugian. Kasus ini menyoroti celah fundamental dalam model governance terdesentralisasi—di mana proposal jahat dapat lolos hanya dengan memanipulasi mekanisme voting—serta pentingnya sistem pengawasan dan audit proposal yang lebih ketat.
Insiden ini juga mengingatkan pada serangan terhadap platform peluncuran memecoin DxSale pada Mei 2026, yang kehilangan $7,3 juta akibat serangan siber yang menargetkan penyedia likuiditas di BNB Chain. Meskipun penyelidik berhasil mengidentifikasi dompet pelaku, infrastruktur yang digunakan untuk memindahkan dana membuat pelacakan menjadi sangat sulit.
Penutup
Komunitas kripto kini menanti langkah selanjutnya dari tim BonkDAO dan otoritas terkait. Apakah dana $20 juta ini dapat dipulihkan atau akan menjadi kerugian permanen bagi pemegang token BONK, masih menjadi pertanyaan besar. Yang jelas, insiden ini menjadi peringatan keras bagi seluruh proyek DAO: governance terdesentralisasi, tanpa pengamanan yang memadai, bisa menjadi pisau bermata dua.
Sumber: Cointelegraph, Decrypt



