Perusahaan penyedia infrastruktur dan bursa kripto terkemuka asal London, Blockchain.com, bersiap melantai di bursa saham Amerika Serikat pada akhir tahun 2026. Menurut laporan Bloomberg pada Senin (29/9/2026), perusahaan yang berdiri sejak era awal Bitcoin ini berencana menggalang dana segar sekitar $500 juta (sekitar Rp7,7 triliun) dalam penawaran umum perdana saham (IPO). Dalam proses diskusi tahap awal bersama calon investor institusional, Blockchain.com mematok target valuasi perusahaan di kisaran $4 miliar hingga $6 miliar (setara Rp62 triliun hingga Rp93 triliun). Langkah strategis ini menandai kembalinya gairah korporasi aset digital untuk menembus pasar modal Wall Street setelah sempat melambat pada semester pertama.
Pengajuan Berkas Rahasia ke SEC dan Valuasi Korporasi
Blockchain.com dilaporkan telah mengajukan berkas pendaftaran penawaran umum secara rahasia (confidential filing) kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) pada awal tahun ini. Mekanisme pengajuan rahasia ini memberikan keleluasaan bagi tim manajemen untuk memulai proses tinjauan regulasi bersama staf SEC tanpa harus mempublikasikan rincian laporan keuangan serta metrik operasional internal ke ranah publik lebih awal.
Dengan target perolehan dana mencapai $500 juta, valuasi yang dibidik mencerminkan posisi mapan perusahaan dalam ekosistem aset digital global. Didirikan pada 2011, Blockchain.com adalah salah satu pionir tertua di industri yang menyediakan ekosistem terpadu mulai dari dompet kripto non-kustodian, platform pertukaran terpusat, layanan perdagangan institusional, hingga fasilitas pinjaman aset kripto. Hingga kini, pihak manajemen Blockchain.com belum memberikan komentar resmi terkait rincian jadwal pencatatan saham maupun tanggal pasti pembukaan buku penawaran.
Momentum Pemulihan Pasar Modal Kripto Setelah Jeda
Rencana pencatatan saham Blockchain.com menjadi angin segar bagi industri yang sempat mengalami masa tenang sepanjang paruh pertama 2026. Kondisi pasar modal aset digital tahun ini relatif sunyi jika dibandingkan dengan gelombang IPO besar sepanjang 2025 lalu, ketika sejumlah nama raksasa seperti penerbit stablecoin Circle Internet Group (CRCL), bursa kripto Gemini Space Station (GEMI), dan Bullish (BLSH) sukses melantai di bursa saham AS.
Tekanan makroekonomi serta volatilitas harga kripto yang sempat menekan sentimen pada awal tahun sempat memaksa sejumlah perusahaan menunda ambisi go public mereka. Namun, reli harga Bitcoin dan pemulihan likuiditas pasar modal dalam dua bulan terakhir kembali membuka jendela peluang bagi penerbitan ekuitas. Investor institusional mulai kembali melirik saham-saham yang memiliki eksposur langsung terhadap infrastruktur dasar blockchain dan jasa keuangan teregulasi.
Implikasi Terhadap Industri dan Adopsi Institusional
Langkah Blockchain.com mengincar pencatatan saham di Wall Street semakin mempertegas integrasi mendalam antara ekosistem kripto dan sistem keuangan tradisional. Keberhasilan menghimpun modal $500 juta di bursa publik AS dinilai para analis akan menjadi tolok ukur (benchmark) penting bagi valuasi perusahaan infrastruktur Web3 lainnya yang tengah mengantre untuk melantai di pasar perdana.
Selain memperkuat permodalan internal dan likuiditas operasional, status sebagai perusahaan terbuka di AS akan menuntut standar kepatuhan regulasi, audit keuangan, dan transparansi tingkat tinggi. Bagi ekosistem aset digital secara luas, kehadiran Blockchain.com di pasar modal publik diproyeksikan bakal memperluas jangkauan investor konvensional yang ingin memperoleh eksposur terhadap pertumbuhan industri kripto tanpa perlu memegang aset digital secara langsung di dompet mandiri.
Sumber: CoinDesk, Bloomberg



