Manajer aset kripto terkemuka Bitwise resmi meluncurkan produk exchange-traded fund (ETF) spot NEAR pertama di Amerika Serikat yang mulai diperdagangkan di bursa NYSE Arca. Langkah ekspansi produk investasi teranyar ini membuka akses langsung bagi kalangan pemodal institusional maupun ritel AS terhadap ekosistem token NEAR Protocol melalui instrumen yang teregulasi penuh. Peluncuran produk ini hadir bertepatan dengan lonjakan tajam harga aset dan percepatan utilitas jaringan on-chain yang dipicu oleh adopsi agen kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) secara masif.
Struktur ETF Spot NRR dan Kebijakan Staking Token
ETF Bitwise NEAR diperdagangkan menggunakan kode ticker NRR dengan penetapan biaya pengelolaan manajemen (management fee) tahunan sebesar 0,75 persen. Berbeda dengan produk derivatif berjangka, reksa dana bursa ini memegang aset fisik NEAR secara langsung di bawah pengelolaan kustodian yang terspesialisasi. Selain itu, manajemen Bitwise berencana mendistribusikan sebagian besar kepemilikan token dalam portofolio dana untuk aktivitas staking guna memaksimalkan imbal hasil jaringan proof-of-stake bagi para pemegang saham dana tersebut.
Chief Investment Officer Bitwise, Matt Hougan, mengonfirmasi bahwa peluncuran NRR merupakan kelanjutan dari rekam jejak perusahaan yang telah lebih dulu merilis produk serupa di pasar Eropa pada pertengahan 2025. Kehadiran NRR kian memperkuat portofolio produk kripto aset tunggal Bitwise di Amerika Serikat yang sebelumnya telah mencakup ETF spot Bitcoin (BITB), Ether (ETHW), Solana (BSOL), XRP (XRP), hingga Hyperliquid (BHYP). Hal ini sekaligus menegaskan kepercayaan manajer aset terhadap keberlanjutan arsitektur komputasi terdistribusi NEAR di pasar modal Wall Street.
Lonjakan Transaksi NEAR Intents dan Katalis AI Agen
Momentum pencatatan ETF spot NRR terjadi di tengah ekspansi performa jaringan yang sangat signifikan, khususnya pada infrastruktur transaksi lintas rantai (cross-chain) NEAR Intents. Berdasarkan data resmi Bitwise, volume kumulatif pada NEAR Intents melonjak drastis hingga melampaui $32 miliar, mencatatkan peningkatan eksponensial dibandingkan posisi tahun lalu yang masih berada di bawah angka $1 miliar. Lonjakan volume transaksi ini didorong oleh integrasi sistem cerdas berbasis AI agents yang menjalankan pertukaran aset secara otomatis dan terprogram.
Matt Hougan menjelaskan bahwa kehadiran model bahasa besar (LLM) dan entitas agen otonom membutuhkan rel transaksi yang mampu mengabstraksi kerumitan interaksi blockchain secara instan. Desain arsitektur NEAR Intents memungkinkan pengguna dan agen AI untuk merumuskan tujuan transaksi (intents) secara deklaratif, sementara jaringan pemecah independen (solvers) bersaing mengeksekusi rute terbaik di berbagai jaringan blockchain pendukung. Inovasi ini memangkas risiko kehilangan dana dan friksi teknis yang selama hampir satu dekade menjadi momok pada jembatan lintas rantai (cross-chain bridge).
Respon Pasar dan Reli Harga Token NEAR Protocol
Katalis positif dari peluncuran ETF institusional ini beriringan dengan reli penguatan harga token NEAR di pasar global. Mengacu pada data pasar CoinGecko, NEAR melesat sekitar 167 persen sepanjang satu bulan terakhir dan kini berpindah tangan di kisaran $4,94 per token. Secara tahunan (year-on-year), performa aset tercatat melambung sebesar 81 persen, ditopang oleh pergeseran strategi teknologi jaringan menuju integrasi kecerdasan buatan terdesentralisasi sejak tahun 2024 silam.
Potensi integrasi aset kripto dan agen kecerdasan buatan sebelumnya juga disorot oleh raksasa pengelola investasi global BlackRock. Dalam laporan riset terbarunya, BlackRock menyebut AI sebagai katalis struktural penting yang akan memicu permintaan masif terhadap stablecoin, mata uang kripto, dan aset tertokenisasi untuk memfasilitasi transaksi bernilai mikro dengan frekuensi tinggi tanpa henti selama 24 jam. Keberhasilan NEAR dalam menavigasi infrastruktur pembayaran mesin-ke-mesin ini dinilai analis menjadi fondasi kuat yang mendasari optimisme jangka panjang investor terhadap ETF spot NRR.
Sumber: Cointelegraph



