Teknologi & Development

Base Rilis Upgrade Cobalt, Buka Kontrol Kepatuhan Aset Tertokenisasi

Base Rilis Upgrade Cobalt, Buka Kontrol Kepatuhan Aset Tertokenisasi

Key Takeaways

Jaringan L2 Base resmi mengaktifkan upgrade Cobalt guna memperluas kontrol kepatuhan standar B20 dan transaksi bersyarat untuk aset keuangan tertokenisasi.

Jaringan Layer-2 Ethereum yang diinkubasi Coinbase, Base, resmi mengaktifkan pembaruan protokol terbarunya bertajuk Cobalt pada Rabu (30/9/2026). Peningkatan skala besar ketiga ini menghadirkan fitur transaksi bersyarat serta instrumen kontrol kepatuhan baru bagi penerbit aset tertokenisasi (Real World Assets/RWA). Langkah strategis ini mempertegas pergeseran fokus Base menuju ekosistem onchain finance global yang mampu menjembatani likuiditas institusi pasar modal konvensional dengan infrastruktur desentralisasi berkecepatan tinggi.

Peningkatan Standar Token B20 dan Otoritas Kepatuhan Institusional

Pembaruan Cobalt secara langsung memperluas kapabilitas standar token native B20 yang diluncurkan Base sejak Juli 2026. Melalui arsitektur baru ini, penerbit instrumen keuangan kini dapat menerapkan beragam verifikasi kepatuhan berlapis terhadap satu aset digital secara terintegrasi. Ketentuan tersebut mencakup kewajiban pemeriksaan identitas (Know Your Customer/KYC), validasi status investor terakreditasi, hingga penyaringan otomatis terhadap daftar sanksi internasional sebelum transaksi dapat dieksekusi di jaringan.

Selain fungsi identifikasi, protokol ini memfasilitasi penyesuaian aksi korporasi secara terprogram, seperti pemecahan saham (stock split). Mekanisme ini memungkinkan tampilan jumlah kepemilikan saham pada dompet pengguna dan aplikasi pihak ketiga diperbarui secara langsung tanpa harus melakukan pencetakan (minting) atau pembakaran (burning) token yang berpotensi mengubah saldo dasar. Cobalt juga membekali penerbit aset dengan wewenang administratif untuk memindahkan token dari dompet pengguna tanpa persetujuan pemegang apabila terjadi sengketa hukum atau perintah pengadilan, lengkap dengan catatan publik transparan pada riwayat transaksi.

Transaksi Bersyarat dan Perubahan Haluan Strategis Base

Fitur utama lain yang diperkenalkan dalam pembaruan Cobalt adalah Validity Transactions. Mekanisme ini memberi keleluasaan bagi para pelaku pasar untuk mengirimkan transaksi yang hanya akan valid dan dimasukkan ke dalam blok apabila kondisi onchain tertentu terpenuhi. Sebagai ilustrasi, seorang trader dapat merancang transaksi pertukaran aset (swap) yang hanya dieksekusi jika harga pasar menyentuh target tertentu sebelum batas blok berakhir. Selama menunggu kriteria terpenuhi, transaksi akan ditahan oleh sistem dan dievaluasi setiap kali blok baru dibangun dengan status data yang tetap terjaga privasinya hingga resmi masuk ke buku besar.

Langkah ini selaras dengan perubahan arah haluan yang diungkapkan langsung oleh kreator Base, Jesse Pollak. Pollak sebelumnya mengakui bahwa Base sempat mengambil arah yang kurang tepat ketika terlalu memprioritaskan aplikasi kreator, konten sosial, dan perpesanan, sehingga tertinggal dalam sektor pasar prediksi dan perdagangan perpetual. "Aplikasi keuangan, termasuk aktivitas perdagangan dan infrastruktur pembayaran, kini menjadi fokus utama saat Base berupaya berkembang menjadi blockchain untuk sistem keuangan global," tegas Pollak saat menjabarkan arah transformasi ekosistem.

Integrasi Saham AS dan Peta Jalan Latensi 200 Milidetik

Ekspansi kapabilitas B20 ini kian mengukuhkan posisi Base setelah Coinbase sukses meluncurkan perdagangan saham Amerika Serikat tertokenisasi di jaringan tersebut pada 25 Agustus 2026 lalu. Melalui standar B20, saham korporasi raksasa seperti Apple, Nvidia, Meta, dan Alphabet kini dapat diperdagangkan dalam bentuk representasi digital onchain. Dengan hadirnya instrumen administratif Cobalt, para kustodian dan institusi keuangan konvensional memiliki jaminan kepatuhan regulasi yang setara dengan standar bursa efek tradisional dalam mengelola aset digital mereka.

Ke depan, tim pengembang Base telah menyiapkan rangkaian peta jalan teknis lanjutan untuk mengoptimalkan kinerja jaringan dalam beberapa bulan mendatang. Base berencana memangkas waktu pembentukan blok dari dua detik menjadi hanya 200 milidetik, menghadirkan dukungan tingkat protokol untuk transaksi bersponsor (sponsored gas fees), serta mengadopsi modifikasi teknis dari rencana peningkatan Glamsterdam Ethereum. Transformasi berkelanjutan ini diharapkan mampu memantapkan Base sebagai lapisan komputasi finansial berperforma tinggi yang siap menampung volume transaksi institusi berskala raksasa.

Sumber: Cointelegraph

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar