Raksasa investasi aset digital dan game Web3 asal Hong Kong, Animoca Brands, resmi menangguhkan rencana penawaran umum perdana (IPO) di bursa Nasdaq melalui skema merger terbalik (reverse merger) bersama Currenc Group Inc. (CURR) pada Selasa (22/9/2026). Keputusan strategis ini diambil secara bersama oleh kedua pihak menyusul ketidakcocokan linimasa penyelesaian transaksi dengan target bisnis masing-masing entitas di tengah dinamika pasar keuangan global.
Evaluasi Kesepakatan Merger Terbalik dengan Currenc Group
Rencana merger terbalik antara Animoca Brands dan Currenc Group pertama kali digulirkan pada akhir tahun lalu sebagai jalur cepat perusahaan Web3 tersebut melantai di bursa saham Amerika Serikat. Berdasarkan kerangka kesepakatan awal, akuisisi Currenc akan memberikan pemegang saham Animoca kendali mayoritas mutlak sebesar 95% atas entitas gabungan yang terdaftar di Nasdaq. Namun, kompleksitas regulasi dan perbedaan proyeksi jadwal penutupan transaksi memaksa kedua belah pihak meninjau ulang kesepakatan secara komprehensif.
Meskipun pembicaraan resmi dibekukan untuk sementara waktu, perwakilan manajemen menyatakan bahwa diskusi dapat kembali dibuka apabila kondisi pasar dan keselarasan operasional terpenuhi di masa depan. Di pasar saham AS, saham Currenc Group (CURR) tercatat ditutup menguat 1,25% ke level $3,23 per lembar pada sesi reguler hari Senin sebelum berbalik terkoreksi 0,93% pada perdagangan pascapasar menyusul pengumuman penangguhan ini.
Komitmen Kepatuhan Audit dan Jalur Alternatif Menuju Bursa Publik
Executive Chairman sekaligus co-founder Animoca Brands, Yat Siu, menegaskan bahwa penundaan merger ini tidak menyurutkan ambisi perseroan untuk menjadi perusahaan publik yang terdaftar di bursa efek internasional terkemuka. Animoca saat ini tengah memfokuskan sumber dayanya pada penuntasan proses audit komprehensif yang diwajibkan oleh regulator sekuritas guna memenuhi standar kepatuhan tinggi pasar modal global.
"Seiring langkah kami mempercepat proses audit menyeluruh yang diwajibkan untuk memenuhi standar kepatuhan ketat bursa publik utama, kami akan terus menjajaki rute optimal menuju pencatatan saham publik," ujar Yat Siu dalam pernyataan resminya. Langkah kehati-hatian ini dipandang krusial oleh manajemen untuk melindungi nilai fundamental ekosistem perusahaan yang menaungi proyek-proyek besar seperti The Sandbox, Moca Network, dan Open Campus, terutama setelah pengalaman delisting dari Australian Securities Exchange (ASX) pada Maret 2020 silam.
Transformasi Model Pendapatan dan Outlook Ekosistem Web3
Penundaan pencatatan di Nasdaq terjadi di tengah pergeseran signifikan dalam fundamental keuangan Animoca Brands. Portofolio perusahaan kini berkembang luas mencakup sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi), kecerdasan buatan (AI), non-fungible token (NFT), hingga infrastruktur gaming terdesentralisasi. Menariknya, lini bisnis konsultasi institusional (advisory services) kini menyumbang porsi pendapatan yang semakin besar, melampaui pendapatan operasional Web3 murni dalam kurun dua tahun terakhir.
Para pengamat industri menilai langkah Animoca memperketat tata kelola sebelum go public menunjukkan kedewasaan sektor institusional kripto pasca reli pasar 2026. Dengan likuiditas internal yang solid dan ekspansi investasi ke jaringan blockchain terdepan seperti Avalanche di kawasan Asia dan Timur Tengah, penangguhan merger ini diperkirakan tidak akan mengganggu rencana ekspansi jangka panjang maupun operasional proyek-proyek di bawah naungan ekosistem Animoca Brands.

