Pengembang blockchain privasi Layer-1 Zano memutuskan untuk memutar balik (rollback) seluruh riwayat transaksi jaringan sepanjang kurang lebih satu bulan terakhir. Langkah darurat dan drastis ini diambil setelah tim pengembang menemukan kerentanan kritis pada fitur Gateway Address yang memungkinkan pihak penyerang mencetak token ZANO dan Freedom Dollar (fUSD) secara ilegal tanpa batasan pasokan. Keputusan merestart rantai blok dilakukan demi menjaga integritas ekonomi token dan mencegah kehancuran total ekosistem akibat dilusi token yang tak terkendali di pasar kripto global.
Pembatalan Transaksi Sebulan dan Pemulihan Blok 3.833.000
Berdasarkan pengumuman resmi dari tim inti Zano pada Minggu (27/9/2026), jaringan blockchain telah dimulai ulang secara resmi pada ketinggian blok 3.833.000, tepat sesaat sebelum implementasi Hard Fork 6 yang memperkenalkan fitur rentan tersebut. Proses pemulihan ini mewajibkan seluruh simpul (nodes), penambang (miners), stakers, bursa kripto terafiliasi, serta penyedia layanan dompet untuk segera mengadopsi pembaruan perangkat lunak konsensus terbaru. Tindakan rollback berskala masif ini secara otomatis membatalkan seluruh transaksi sah yang terjadi selama satu bulan terakhir bersamaan dengan penghapusan token-token hasil eksploitasi liar dari peredaran. Kendati demikian, tim pengembang mengakui bahwa transaksi dan penarikan yang telah berpindah serta diselesaikan pada jaringan blockchain eksternal lainnya tidak dapat dibatalkan secara teknis melalui mekanisme konsensus internal ini.
Celah Fitur Gateway Address pada Hard Fork 6
Penyelidikan internal mengungkap bahwa sumber masalah bersumber dari Gateway Address, sebuah arsitektur baru yang dirancang untuk mempermudah integrasi bridge, bursa terpusat, dan pemroses pembayaran. Sebelum fitur ini meluncur di Hard Fork 6, dompet Zano melacak dana pengguna menggunakan sistem unspent transaction outputs (UTXO) yang mengharuskan bursa memindai blok dan memilih output secara manual saat memproses penarikan. Gateway Address diciptakan guna menyediakan saldo berbasis akun tunggal layaknya jaringan EVM konvensional. Sayangnya, celah logika dalam penanganan saldo akun tersebut dieksploitasi oleh peretas untuk menerbitkan pasokan tak terotorisasi. Head of Marketing and Growth Zano, Quinten van Welzen, menegaskan bahwa berdiam diri bukanlah opsi karena mencetak koin tanpa batas akan merusak janji dasar pasokan tetap dan membiarkan penyerang memegang aset berharga yang dicuri.
Skema Kompensasi dan Dampak terhadap Kepercayaan Komunitas
Langkah rollback selama satu bulan merupakan peristiwa yang sangat jarang terjadi dalam sejarah blockchain modern karena berpotensi merusak reputasi desentralisasi jaringan. Menanggapi kekhawatiran para pengguna setia, Quinten van Welzen mengakui bahwa memulai ulang rantai blok sebelum Hard Fork 6 mengorbankan sebulan sejarah transaksi sekaligus mengikis kepercayaan komunitas yang kini harus dibangun kembali dari awal. Sebagai wujud tanggung jawab, tim pengembang Zano tengah melakukan audit menyeluruh untuk mendata seluruh kerugian pengguna yang terkena dampak pembatalan transaksi sah. Mereka berjanji akan segera menerbitkan proses klaim serta skema penggantian kerugian (reimbursement) komprehensif bagi para pedagang dan pengguna yang terdampak transaksi rollover ini dalam beberapa hari mendatang.



