Investigasi on-chain independen kembali membongkar praktik pencucian uang berskala masif di sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi). Penyelidik blockchain kenamaan, ZachXBT, merilis temuan terbarunya pada Selasa (20/10/2026) yang mengungkap bahwa lebih dari 87 persen volume aliran dana masuk ke protokol privasi FreedomXMR di jaringan Hyperliquid Core terhubung langsung dengan aktivitas ilegal. Total dana kotor yang berhasil diidentifikasi menembus angka lebih dari $20 juta atau setara Rp326 miliar. Aliran dana haram tersebut mencakup hasil pemerasan ransomware, peretasan smart contract, hingga serangan rekayasa sosial berskala global yang dieksekusi oleh sindikat kejahatan siber internasional.
Temuan ini menyoroti bagaimana protokol privasi baru dengan cepat diadopsi oleh aktor jahat sesaat setelah diluncurkan untuk memutus jejak transaksi on-chain. ZachXBT membeberkan bahwa pola pergerakan modal mencerminkan skema pencucian terstruktur yang memanfaatkan kecepatan dan likuiditas ekosistem Hyperliquid sebelum dana dilarikan ke jaringan lain.
Rekam Jejak Dana Haram dari Rentetan Eksploitasi Kripto
Dalam laporan investigasinya, ZachXBT secara khusus meneliti seluruh riwayat transfer masuk bernilai di atas $10.000 ke protokol FreedomXMR sejak layanan tersebut aktif. Hasil penelusuran forensik menunjukkan bahwa mayoritas nilai nominal dana yang disetorkan ke platform tersebut berasal dari alamat dompet digital yang sebelumnya telah masuk daftar hitam pemantauan kejahatan siber internasional.
Penyelidikan mendalam tersebut berhasil menautkan aliran dana FreedomXMR dengan serangkaian insiden keamanan profil tinggi di industri kripto. Di antaranya adalah pencurian dana pengguna DCENT Wallet, eksploitasi protokol kecerdasan buatan Fetch.ai, pembobolan jembatan lintas rantai Axelar, serta peretasan kasino kripto berlisensi Gamdom. Menariknya, angka 87 persen yang dipaparkan ZachXBT merepresentasikan total nilai nominal dana yang masuk, bukan sekadar frekuensi jumlah transaksi. Hal ini membuktikan bahwa protokol ini secara sistematis dijadikan instrumen utama pembersihan modal jarahan bernilai jumbo oleh para pelaku kejahatan.
Para peretas memanfaatkan fungsi penukaran lintas aset untuk mengaburkan asal-usul koin curian sebelum memecahnya ke dalam transaksi-transaksi bernilai lebih kecil. Langkah penyaringan dengan ambang batas $10.000 yang diterapkan ZachXBT juga menegaskan bahwa dominasi dana haram tersebut bukan berasal dari pengguna ritel biasa, melainkan dari pemindahan aset curian institusional dan sindikat ransomware.
Modus Likuiditas Monero dan Pasokan Dana via KuCoin
Temuan forensik ZachXBT juga menyingkap arsitektur operasional FreedomXMR, atau yang dikenal dengan singkatan FXMR, dalam memfasilitasi penukaran privasi bagi para penggunanya. Administrator protokol diketahui memperoleh likuiditas koin privasi Monero (XMR) dengan memanfaatkan bursa kripto terpusat global terkemuka, khususnya KuCoin.
Berdasarkan analisis klaster alamat dompet, alamat yang terafiliasi langsung dengan pengelola FXMR tercatat melakukan lebih dari 3.000 kali transaksi deposit ke bursa KuCoin untuk menopang cadangan likuiditas penukaran. Sifat Monero yang mengaburkan alamat pengirim dan penerima melalui ring signatures dan stealth addresses dimanfaatkan sebagai benteng privasi utama. Kendati demikian, laporan investigasi tersebut menegaskan bahwa tingginya frekuensi deposit dari administrator tidak serta-merta membuktikan bahwa pihak bursa KuCoin terlibat secara sadar atau sengaja mendukung operasi pencucian uang tersebut. Hal ini lebih mencerminkan bagaimana celah likuiditas bursa terpusat kerap dieksploitasi oleh operator protokol pihak ketiga untuk memutar aset digital.
Desakan Tindakan Tim Hyperliquid dan Perlindungan Ekosistem
FreedomXMR pertama kali muncul dan mengintegrasikan layanannya ke dalam ekosistem Hyperliquid Core pada Agustus 2026 sebagai jembatan privasi multi-aset. Keberadaan aliran dana ilegal dengan porsi dominan hingga 87 persen ini langsung memicu kekhawatiran serius di kalangan komunitas mengenai potensi risiko regulasi, ancaman sanksi kepatuhan, serta reputasi ekosistem Hyperliquid secara keseluruhan di mata regulator keuangan global.
Menanggapi temuan kritis ini, ZachXBT mengonfirmasi bahwa seluruh bukti forensik on-chain dan data klaster dompet telah diserahkan langsung kepada tim pengembang Hyperliquid untuk ditindaklanjuti secara resmi. Komunitas pengembang dan pelaku industri kini menanti langkah mitigasi tegas dari operator jaringan Hyperliquid. Langkah tersebut dapat mencakup pemutusan integrasi antarmuka front-end, pembatasan akses likuiditas, maupun peningkatan sistem deteksi transaksi berisiko tinggi guna mencegah protokol terdesentralisasi disalahgunakan sebagai sarana pencucian uang hasil kejahatan siber internasional.
Sumber: TokenPost



