Dua bursa aset kripto terbesar di Korea Selatan, Upbit dan Bithumb, secara resmi mengumumkan penghentian seluruh dukungan perdagangan untuk token Zilliqa (ZIL) pada Jumat, 16 Oktober 2026. Keputusan delisting serempak ini diambil menyusul berakhirnya masa peninjauan terhadap status peringatan investasi yang disematkan kepada proyek blockchain Layer-1 tersebut. Melalui pengumuman resminya, Upbit menetapkan bahwa pasangan perdagangan ZIL terhadap Won Korea (KRW) dan Bitcoin (BTC) akan ditutup secara permanen pada 16 November 2026. Langkah tegas dari dua bursa anggota Digital Asset eXchange Association (DAXA) ini mencerminkan pengetatan standar kelayakan aset digital di pasar finansial Negeri Ginseng.
Evaluasi DAXA dan Penyebab Penghentian Perdagangan ZIL
Upbit mengungkapkan bahwa keputusan penghentian dukungan perdagangan diambil setelah evaluasi menyeluruh mendapati bahwa masalah fundamental yang memicu pemberian label peringatan investasi pada Zilliqa tidak kunjung diselesaikan oleh pihak pengembang. Sebelumnya pada Agustus 2026, Upbit telah memperpanjang masa pengawasan khusus terhadap ZIL guna memberikan waktu bagi tim proyek untuk menyelesaikan kendala teknis dan transparansi operasional. Namun, setelah tenggat waktu tambahan berakhir, komite evaluasi bursa menyimpulkan bahwa risiko terhadap perlindungan investor tetap tinggi sehingga opsi delisting harus dieksekusi demi mematuhi ketentuan perundang-undangan perlindungan pengguna aset virtual di Korea Selatan.
Selain masalah transparansi pengungkapan informasi, ekosistem Zilliqa dalam beberapa bulan terakhir menghadapi sorotan tajam terkait stabilitas jaringan desentralisasi dan proses pemutakhiran perangkat lunak node validator. Bursa kripto Korea Selatan yang berada di bawah pengawasan ketat Financial Services Commission (FSC) dan Financial Supervisory Service (FSS) diwajibkan melakukan audit berkala terhadap likuiditas, rekam jejak teknis, dan keandalan konsensus setiap token yang terdaftar. Kegagalan tim pengembang Zilliqa dalam memenuhi standar kepatuhan teknis dan tata kelola yang disyaratkan DAXA menjadi faktor utama yang memicu keputusan pencopotan dari daftar bursa tier-1 tersebut.
Respons Bithumb dan Nasib Aset Kripto Lainnya
Langkah serupa juga diambil oleh Bithumb, bursa kripto terbesar kedua di Korea Selatan, yang mengeluarkan pemberitahuan penghentian layanan perdagangan untuk Zilliqa pada hari yang sama. Meskipun Bithumb belum merilis jadwal penutupan akses penarikan dana secara terperinci, pengumuman ini menegaskan keselarasan sikap bursa-bursa utama Korea Selatan dalam menangani aset yang dinilai tidak lagi memenuhi kriteria pencatatan. Di sisi lain, Bithumb turut mengumumkan perpanjangan masa peninjauan status peringatan investasi untuk token MANTRA (OM). Keputusan perpanjangan ini menunjukkan bahwa proses klarifikasi dan evaluasi terhadap MANTRA masih berlangsung aktif, berbeda dengan Zilliqa yang telah dijatuhi vonis delisting final.
Koordinasi antara Upbit dan Bithumb ini merupakan bagian dari mekanisme evaluasi bersama yang diterapkan oleh konsorsium DAXA untuk mencegah arbitrase regulasi antarplatform domestik. Ketika sebuah proyek kripto gagal menunjukkan perbaikan nyata selama masa peringatan, anggota asosiasi cenderung mengambil tindakan protektif serupa guna melindungi nasabah ritel domestik dari potensi kerugian modal mendadak. Penarikan likuiditas dari pasar Korea Selatan menjadi pukulan berat bagi token manapun, mengingat volume perdagangan harian di bursa lokal sering kali menyumbang porsi signifikan dari perputaran global suatu aset kripto.
Implikasi Likuiditas Pasar dan Batas Penarikan Pengguna
Bagi para pengguna dan investor ZIL di platform Upbit, perdagangan pasar spot akan dihentikan sepenuhnya pada 16 November 2026 pukul 15.00 KST (atau sekitar pukul 13.00 WIB). Seluruh order jual maupun beli yang masih menggantung pada buku pesanan (order book) ZIL/KRW dan ZIL/BTC akan dibatalkan secara otomatis oleh sistem saat batas waktu tersebut tiba. Pihak Upbit mengimbau para nasabah untuk segera menyelesaikan transaksi atau mengalihkan portofolio mereka sebelum tanggal efektif, sembari tetap menyediakan jendela waktu penarikan aset ke dompet eksternal selama beberapa pekan berikutnya sesuai ketentuan standar bursa.
Pencopotan Zilliqa dari dua bursa terbesar Korea Selatan ini diperkirakan bakal memicu tekanan jual jangka pendek serta penurunan likuiditas yang cukup substansial bagi pasar ZIL secara global. Komunitas investor kini menantikan langkah strategis dari yayasan pengembang Zilliqa untuk memulihkan kepercayaan publik dan memastikan kelancaran migrasi teknis pada infrastruktur jaringannya. Keputusan keras ini sekaligus menjadi sinyal peringatan bagi proyek-proyek altcoin lain bahwa bursa kripto teregulasi di Asia tidak segan-segan mendepak aset berkapitalisasi pasar besar jika standar kepatuhan, keandalan teknis, dan perlindungan konsumen diabaikan.
Sumber: Upbit, Bithumb, & TokenPost



