Perusahaan treasury Bitcoin yang melantai di bursa Nasdaq, Strive, mengumumkan pembelian 2.000 Bitcoin senilai sekitar $169 juta antara 28 September hingga 2 Oktober 2026. Berdasarkan keterbukaan informasi resmi kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), Strive menebus aset digital tersebut dengan harga rata-rata $84.422 per koin. Akuisisi agresif ini mencatatkan rekor sebagai aksi beli mingguan terbesar perseroan dalam empat bulan terakhir, sekaligus mempertegas komitmen korporasi dalam mengakumulasi mata uang kripto utama tersebut di neraca keuangan mereka.
Lonjakan Cadangan Bitcoin Strive Tembus 29.462 Koin
Dengan penambahan 2.000 koin anyar ini, total kepemilikan Bitcoin Strive kini resmi menyentuh angka 29.462 BTC per 2 Oktober 2026. Jika dikalkulasikan berdasarkan harga pasar spot Bitcoin yang berada di kisaran $86.000 per koin pada awal pekan Oktober, valuasi portofolio aset digital perusahaan tersebut telah menembus sekitar $2,5 miliar. Akumulasi ini melampaui rekor aksi beli Strive sebelumnya pada periode akhir Mei hingga Juni 2026, ketika perseroan memborong 2.500 BTC dan mendongkrak cadangan saat itu ke level 19.000 BTC.
Langkah Strive mencerminkan strategi agresif manajemen sejak mengakuisisi Semler Scientific pada September 2025 yang kala itu memegang sekitar 5.000 BTC. Setelah transaksi merger disetujui para pemegang saham pada Januari 2026, perseroan memiliki gabungan awal sekitar 12.800 BTC. Kepemilikan tersebut melonjak secara konsisten menjadi 14.557 BTC pada akhir April, menembus 20.246 BTC pada pertengahan Agustus, hingga kini mendekati ambang psikologis 30.000 koin seiring tren penguatan harga di pasar spot global.
Skema Pendanaan Saham Preferen SATA dan Ketahanan Likuiditas
Aksi borong Bitcoin oleh Strive sebagian besar didanai melalui penerbitan instrumen saham preferen perseroan yang diberi kode SATA. Berbeda dari penerbitan saham biasa yang menimbulkan dilusi langsung atau penerbitan obligasi dengan risiko utang, SATA menawarkan dividen tunai tahunan tetap sekitar 13% yang dibayarkan kepada para investor setiap hari kerja. Instrumen ini menyumbang porsi dominan likuiditas perseroan, yakni mencakup 70% permodalan pada pekan yang berakhir 4 September dan melonjak hingga 85% pada pekan per 25 September.
Dokumen keterbukaan SEC menunjukkan bahwa kendati harga beli rata-rata perseroan pada akhir September tercatat sebesar $90.170 per koin, posisi kas perseroan tetap solid. Strive mengantongi dana tunai cadangan sebesar $284,7 juta tanpa memiliki beban utang jangka panjang. Likuiditas kas bebas utang ini memberikan bantalan operasional yang cukup untuk terus membayar komitmen dividen harian kepada pemegang saham SATA tanpa harus menjual cadangan Bitcoin yang disimpan di brankas kustodian.
Peta Persaingan Treasury Global dan Peringkat Lima Besar
Pembelian masif ini semakin mengukuhkan posisi Strive di peringkat kelima pemegang cadangan Bitcoin publik terbesar di dunia menurut data Bitcoin Treasuries. Posisi Strive kini membuntuti Strategy di posisi puncak, disusul Twenty One Capital, Metaplanet, dan penambang MARA. Dengan total simpanan 29.462 BTC, Strive memangkas jarak selisih kepemilikan dengan Twenty One Capital yang saat ini menguasai 43.514 BTC menjadi hanya berjarak 14.052 koin.
Model bisnis Strive memberikan sarana bagi investor pasar modal tradisional yang ingin memperoleh eksposur langsung terhadap pergerakan harga Bitcoin melalui akun pialang reguler di Nasdaq. Melalui kombinasi dividen reguler saham preferen SATA dan apresiasi nilai cadangan aset kripto, perseroan membuktikan bahwa narasi adopsi cadangan kas korporasi berbasis Bitcoin terus memperoleh traksi modal institusional berskala ratusan juta dolar di pasar saham Wall Street.
Sumber: Decrypt



