Perusahaan perbendaharaan aset kripto terbesar di dunia, Strategy, kembali memperluas kepemilikan aset digitalnya dengan memborong 250 Bitcoin (BTC) senilai $21,5 juta pada pekan kedua Oktober 2026. Pembelian yang dikonfirmasi langsung oleh Executive Chairman Michael Saylor tersebut dieksekusi pada harga rata-rata $86.194 per koin melalui kombinasi dana kas operasional dan program penawaran saham at-the-market (ATM). Akuisisi terbaru ini mengukuhkan dominasi perbendaharaan korporasi Strategy dengan total kepemilikan mencapai 848.250 BTC, merepresentasikan sekitar 4% dari batas pasokan maksimum 21 juta koin Bitcoin global.
Akumulasi Konsisten dan Laba Mengambang Capai $6 Miliar
Langkah akumulasi teranyar ini menambah portofolio Bitcoin Strategy menjadi 848.250 BTC yang diakumulasikan dengan total modal investasi mendekati $64 miliar. Berdasarkan keterbukaan resmi perusahaan kepada regulator pasar modal AS (SEC), rata-rata harga perolehan keseluruhan aset berada di kisaran $75.444 per Bitcoin. Dengan harga pasar Bitcoin saat ini yang bertahan di atas level $83.000 per koin, nilai valuasi total perbendaharaan digital Strategy ditaksir menembus angka fantastis melampaui $70 miliar.
Margin harga pasar terhadap biaya perolehan tersebut menempatkan Strategy pada posisi laba mengambang (unrealized profit) sebesar hampir $6 miliar. Melalui akun media sosial resminya pada Senin (12/10/2026), Michael Saylor menegaskan komitmen perusahaannya untuk terus menyerap pasokan Bitcoin ke dalam neraca keuangan korporasi. "There is always room for more orange," tegas Saylor merujuk pada identitas warna oranye khas Bitcoin yang terus menjadi pilar utama strategi neraca perusahaan.
Meskipun volume pembelian 250 BTC ini tercatat sebagai salah satu transaksi mingguan terkecil bagi Strategy sepanjang tahun 2026, langkah tersebut mencerminkan disiplin alokasi modal yang konsisten di tengah fluktuasi pasar global. Sebelumnya, Strategy juga rutin menyerap likuiditas pasar melalui pembelian bertahap ratusan koin untuk memaksimalkan yield kepemilikan bagi para pemegang saham ekuitasnya.
Manajemen Likuiditas Kas dan Pembelian Kembali Saham STRC
Bersamaan dengan akuisisi Bitcoin, Strategy turut mengumumkan langkah strategis perbendaharaan dengan melakukan pembelian kembali (repurchase) saham preferen STRC senilai $192,4 juta. Langkah defensif dan optimalisasi neraca ini didukung oleh posisi likuiditas dolar AS yang solid, di mana perusahaan saat ini mengamankan cadangan kas valuta asing senilai $4,88 miliar di samping likuiditas tunai tambahan sebesar $640,5 juta, sehingga total aset likuid berdenominasi USD mencapai sekitar $5,5 miliar.
Manajemen perusahaan mencatat bahwa kapasitas program pembelian kembali sekuritas kredit digital masih menyisakan plafon otorisasi sebesar $354,8 juta. Selain itu, Strategy masih mengantongi alokasi dana hingga $1,0 miliar yang telah disetujui dewan komisaris untuk pembelian kembali saham biasa berkode MSTR di pasar terbuka, memberikan fleksibilitas struktural yang kokoh untuk menopang valuasi ekuitas di tengah dinamika makroekonomi.
Michael Saylor merinci bahwa durasi portofolio kas USD perusahaan berada pada rata-rata 3,5 tahun dengan premi kredit BTC sebesar 52 basis poin (bps) untuk instrumen STRC. Metrik keuangan tersebut dihitung menggunakan asumsi tingkat imbal hasil tahunan (ARR) Bitcoin sebesar 10%, volatilitas 40%, serta patokan harga dasar Bitcoin di level $82.252 per koin sebagai dasar manajemen risiko likuiditas korporat.
Penguatan Saham MSTR dan Katalis Sentimen Pasar Kripto
Pengumuman akuisisi aset dan aksi korporasi tersebut langsung direspons positif oleh pasar modal Wall Street. Pada sesi perdagangan pra-pasar Senin, harga saham MSTR tercatat menguat tipis 0,56% setelah ditutup naik 1,89% pada level $154,34 pada sesi perdagangan akhir pekan lalu. Berdasarkan data performa pasar, pergerakan saham induk Strategy telah membukukan kenaikan kumulatif lebih dari 16% dalam satu bulan terakhir seiring pemulihan sentimen pasar aset kripto secara menyeluruh.
Dukungan institusional terhadap model perbendaharaan Strategy juga tercermin dari revisi target harga oleh lembaga perbankan global. Analis pasar modal di Barclays baru-baru ini menaikkan target harga saham Strategy dari sebelumnya $160 menjadi $175 per lembar saham. Para analis menilai diversifikasi aset cadangan Bitcoin yang dikombinasikan dengan program buyback saham memberikan premi perlindungan nilai yang menarik bagi investor institusi yang mencari eksposur terukur terhadap Bitcoin tanpa memegang aset digital secara langsung.
Di sisi lain, pergerakan harga Bitcoin di pasar spot global tetap tangguh bertahan di atas kisaran $83.000 setelah sempat menyentuh level tertinggi 24 jam di $84.231. Volatilitas harga sempat tertekan menyusul eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak mentah global. Kendati demikian, keyakinan pelaku pasar jangka menengah tetap tinggi, sebagaimana tercermin dalam data platform pasar prediksi Polymarket di mana 64% partisipan memproyeksikan harga Bitcoin akan melesat menembus level $90.000 sebelum akhir tahun 2026.
Sumber: The Block



