Jaringan blockchain Layer-2 Ethereum, Sophon, resmi menetapkan batas waktu penarikan aset hingga 25 November 2026 sebelum seluruh infrastruktur jaringan utama (mainnet) dimatikan secara permanen. Pengembang memperingatkan bahwa seluruh saldo kripto yang masih tertinggal di Sophon Chain setelah tanggal tersebut berisiko hilang dan tidak dapat dipulihkan kembali. Langkah pemadaman ini diambil setelah tim pengembang pada Juni lalu memutuskan untuk menghentikan operasional blockchain mandiri berbasis zero-knowledge (ZK) rollup dan mengalihkan fokus pengembangan aplikasi keuangan konsumen serta kecerdasan buatan (AI) ke jaringan Base.
Tenggat Penarikan Aset Kripto dan Penutupan Jaringan
Tim pengembang Sophon mengumumkan bahwa penutupan infrastruktur kritis dan situs web pendukung akan dimulai serentak pada 25 November 2026. Seluruh pengguna diminta segera memindahkan simpanan token asli Sophon (SOPH), Ether (ETH), USD Coin (USDC), serta berbagai aset lintas rantai lainnya melalui jembatan resmi (native bridge) ke jaringan utama Ethereum atau ekosistem yang didukung.
Selain penarikan saldo likuid di dompet, para operator node dan staker juga diwajibkan untuk segera mengklaim imbalan staking yang belum ditarik serta reward Guardian node sebelum masa operasional rantai berakhir. Setelah server validator dan antarmuka web dimatikan pada tenggat waktu tersebut, interaksi kontrak pintar di rantai Sophon akan terhenti sepenuhnya, memutus akses pengguna ke likuiditas yang belum ditarik.
Pengembang juga mengingatkan komunitas untuk waspada terhadap maraknya tautan penipuan dan kampanye phishing yang mencatut proses migrasi. Pengguna dilarang menghubungkan dompet kripto ke situs pihak ketiga yang tidak resmi atau membagikan seed phrase pribadi, serta hanya menggunakan portal penarikan resmi yang tertera pada pengumuman pengembang.
Beban Biaya Operasional dan Peralihan Ekosistem ke Base
Sophon awalnya diluncurkan sebagai jaringan Layer-2 modular bertenaga zero-knowledge yang berfokus pada aplikasi konsumen, hiburan Web3, gaming, dan integrasi AI. Proyek ini sempat mencuri perhatian pasar institusional setelah sukses mengantongi total modal sebesar $70 juta, yang terdiri dari penjualan node publik senilai $60 juta pada 2024 serta putaran pendanaan ventura terpisah senilai $10 juta.
Namun, pengembang mengakui bahwa biaya pemeliharaan rantai mandiri—mulai dari sewa sequencer, komputasi bukti ZK, hingga biaya publikasi data (data availability) ke Layer-1 Ethereum—terlalu besar dan tidak sebanding dengan pendapatan ekosistem yang dihasilkan. Tipisnya likuiditas terdesentralisasi (DeFi) dan rendahnya volume transaksi harian membuat model bisnis jaringan mandiri mengalami defisit yang berkepanjangan.
Sebagai langkah penyelamatan dan efisiensi, Sophon memilih melepaskan lapisan konsensus mandirinya untuk beralih menjadi penyedia aplikasi di atas Base, jaringan Layer-2 milik Coinbase. Langkah ini dinilai memberikan efisiensi modal karena Sophon dapat langsung memanfaatkan likuiditas pengguna Base yang masif tanpa perlu menanggung biaya infrastruktur validator dan keamanan node secara independen.
Fenomena Penutupan Layer-2 dan Seleksi Alam Industri Web3
Keputusan penghentian mainnet Sophon menambah daftar panjang penutupan jaringan Layer-2 konsumen dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, jaringan Layer-2 Abstract yang dikembangkan oleh Igloo (induk perusahaan proyek NFT Pudgy Penguins) juga mengumumkan pemadaman operasional pada 15 Desember mendatang setelah menelan kerugian puluhan juta dolar demi menopang infrastruktur jaringan yang sepi pengguna.
Kondisi ini mencerminkan fenomena seleksi alam yang ketat di sektor rollup Ethereum. Pasca-ledakan peluncuran Layer-2 pada periode 2023–2024, banyak rantai baru menghadapi masalah fragmentasi likuiditas akut di mana modal terkonsentrasi hanya pada segelintir jaringan raksasa seperti Arbitrum, Base, dan Optimism, sementara rollup berskala kecil kehabisan kas operasional.
Para analis industri menilai tren penutupan Layer-2 ini menjadi alarm bagi para pengembang Web3 untuk tidak gegabah meluncurkan blockchain mandiri tanpa basis pengguna organik yang kuat. Transformasi Sophon menuju lapis aplikasi di jaringan mapan dipandang sebagai strategi bertahan hidup yang realistis di tengah kompetisi infrastruktur blockchain yang kian jenuh.
Sumber: CoinTelegraph



