Teknologi & Development

Solana Rilis Standar DvP Gandeng JP Morgan untuk Bank Wall Street

Solana Rilis Standar DvP Gandeng JP Morgan untuk Bank Wall Street

Key Takeaways

Solana Foundation resmi merilis standar open-source Solana DvP bersama JP Morgan guna memangkas waktu settlement aset institusi menjadi hitungan detik.

Solana Foundation resmi meluncurkan program open-source bernama Solana DvP (Delivery-versus-Payment) pada Senin (5/10/2026), sebuah standar baru yang dirancang khusus untuk memungkinkan institusi perbankan dan pasar modal menyelesaikan transaksi aset keuangan secara instan di atas jaringan blockchain publik Solana. Inisiatif strategis ini dikembangkan dengan masukan langsung dari raksasa perbankan investasi global J.P. Morgan, guna menghadirkan mekanisme penyelesaian transaksi yang memenuhi standar kepatuhan dan keandalan pasar tradisional. Langkah ini menandai babak baru integrasi keuangan tradisional (TradFi) dengan infrastruktur Web3.

Standardisasi Mekanisme DvP dan Eliminasi Risiko Pihak Lawan

Solana DvP dirilis di bawah lisensi terbuka MIT (Massachusetts Institute of Technology), menyediakan antarmuka pemrograman aplikasi (API) terstandarisasi untuk protokol escrow di jaringan Solana. Dalam sistem keuangan konvensional, proses Delivery-versus-Payment (DvP) merupakan mekanisme fundamental yang menjamin pertukaran kepemilikan aset dan pembayaran dana terjadi secara simultan. Namun, jalur kliring tradisional saat ini melibatkan rantai perantara yang panjang—mulai dari lembaga kustodian, bursa kliring, hingga depositori efek sentral—yang kerap mengunci likuiditas dan modal perbankan selama satu hingga dua hari kerja (T+1 atau T+2).

Melalui program Solana DvP, proses penyelesaian transaksi yang berbelit-belit tersebut dipadatkan menjadi satu transaksi atomik tunggal di mana kedua belah pihak menyelesaikan transaksi secara bersamaan atau dibatalkan seutuhnya jika salah satu syarat gagal terpenuhi. Kepala Produk Aset Digital Solana Foundation, Catherine Gu, menegaskan bahwa penyelesaian atomik on-chain ini secara efektif mengeliminasi risiko pihak lawan (counterparty risk) yang selama ini membebani industri keuangan tradisional. Ia menambahkan bahwa program ini memberikan standar terbuka terpadu bagi para pelaku pasar institusional dengan tingkat finalitas transaksi hanya dalam hitungan detik.

Integrasi Token-2022 dan Validasi Keamanan Perbankan

Dukungan arsitektur Solana DvP dirancang kompatibel penuh dengan standar SPL Token maupun standar token canggih Token-2022. Ekstensi kepatuhan pada Token-2022 menjadi faktor penentu bagi institusi keuangan teregulasi, mencakup fitur delegasi permanen (permanent delegate), token yang dapat dibekukan sementara saat investigasi (pausable tokens), hingga kait transfer (transfer hooks) untuk verifikasi identitas KYC dan AML otomatis sebelum transaksi diselesaikan. Selain itu, basis kode program telah melalui audit keamanan eksternal independen yang ketat sebelum diluncurkan ke publik, dengan rencana penambahan fitur bukti tanpa pengetahuan (zero-knowledge) untuk menjaga kerahasiaan nominal dan pihak bertransaksi.

Keterlibatan J.P. Morgan dalam merumuskan arsitektur Solana DvP mencerminkan kebutuhan nyata institusi Wall Street terhadap kepastian hukum dan teknis di buku besar terdistribusi. Rhodel D’souza, Head of Markets Digital Assets di J.P. Morgan, menyatakan bahwa standar terbuka bersama untuk transaksi atomik delivery-versus-payment merupakan infrastruktur fondasional mutlak yang dibutuhkan para partisipan pasar institusional untuk masuk ke ranah aset digital dalam skala besar. Standar ini menggantikan smart contract kustom yang selama ini rentan terhadap celah keamanan dan fragmentasi likuiditas.

Ekspansi Aset Dunia Nyata dan Likuiditas Korporasi Global

Peluncuran standar DvP ini kian memperkokoh keunggulan Solana sebagai pusat likuiditas bagi penerbitan dan perdagangan aset dunia nyata (Real-World Assets/RWA) serta ekuitas tertokenisasi global. Sebelumnya pada Agustus 2026, BlackRock selaku manajer aset terbesar di dunia telah meluncurkan dana pasar uang tertokenisasi untuk cadangan stablecoin yang mencatatkan kepemilikan di Solana berdampingan dengan Ethereum, memenuhi syarat aset cadangan berdasarkan undang-undang GENIUS Act di Amerika Serikat. Pada saat yang sama, bursa kripto Kraken telah memanfaatkan jaringan Solana untuk memfasilitasi perdagangan saham perusahaan publik AS tertokenisasi (xStocks) bagi nasabah internasional.

Dengan hadirnya standar Solana DvP, bank investasi, manajer investasi, dan penerbit obligasi kini memiliki jalur teregulasi yang aman untuk memindahkan obligasi korporasi, surat utang negara, serta saham langsung ke blockchain dengan biaya transaksi fraksional. Efisiensi modal yang dihasilkan dari perputaran likuiditas instan diproyeksikan akan menarik arus modal triliunan dolar ke dalam ekosistem keuangan terdesentralisasi, sekaligus mempercepat adopsi institusional terhadap arsitektur blockchain berkecepatan tinggi di pasar modal modern.

Sumber: Decrypt

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar